Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Colombo Jogja Adalah Neraka, dan Makin Membara Saat Masa Wisuda  

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
22 Januari 2026
A A
Jalan Colombo Jogja Adalah Neraka, dan Makin Membara Saat Masa Wisuda  

Jalan Colombo Jogja Adalah Neraka, dan Makin Membara Saat Masa Wisuda  

Share on FacebookShare on Twitter

Ada begitu banyak nama jalan di Jogja yang bukan hanya terkenal di kalangan warga lokal, melainkan juga mahasiswa rantau. Jalan-jalan ini umumnya punya karakteristik berupa ukuran jalan yang besar atau padat, berada di kawasan kos, atau ingin dihindari tapi nggak bisa karena ia merupakan jalan utama. Jalan Colombo Jogja memenuhi semua kriteria itu.

Namanya yang serupa dengan ibukota eksekutif Sri Lanka ini sudah terkenal di kalangan warlok dan mahasiswa, lalu lintasnya selalu padat merayap, berada dekat kawasan kos, dan semacet apa pun ia nggak bisa dihindari.

Yap, Jalan Colombo itu bagaikan neraka untuk para pengendara yang melintasinya. Hanya orang sabar yang mampu menerjang kemacetan Jalan Colombo yang terjadi hampir tiap hari. Menyeberang jalan ini pun bukan urusan yang mudah. Cuma menyeberang lho.

Jalan “pemersatu” tiga kampus

Jalan Colombo Jogja sebenarnya bukan jalan biasa. Meskipun secara fisik berada di depan UNY, ia juga merupakan jalan pertumpahan antara banyak kampus, seperti UGM dan Universitas Sanata Dharma.  Alhasil, posisi yang strategis ini membuat Jalan Colombo nggak pernah sepi.

Bahkan bisa dikatakan Jalan Colombo itu bukan hanya ramai pada waktu tertentu, melainkan setiap waktu. Saat jam berangkat dan pulang kerja, jalan penuh dengan kendaraan. Saat malam Minggu, Jalan Colombo juga penuh sesak. Bahkan di jam-jam ketika kelihatannya semua mahasiswa lagi di kelas dan para pekerja di kantor pun Jalan Colombo tetap ramai.

Posisinya yang juga menghubungkan Jogja bagian barat dengan bagian timur, juga sebaliknya, membuat Jalan Colombo selalu ramai. Mahasiswa dari kedua sisi datang secara bersamaan untuk menuju ke lokasi kampusnya masing-masing.

BACA JUGA: Lampu Merah Simpang 5 UNY Samirono Jogja Nggak Guna, Lalu Lintasnya Masih Ruwet

Jalan Colombo Jogja makin ramai tiap ada event

Hal yang menyebalkan dari Jalan Colombo adalah kondisinya yang sudah seramai dan semacet itu makin menjadi ketika ada acara di sekitarnya. Acara ini umumnya berlangsung di GOR UNY atau Auditorium UNY, dua tempat yang dimiliki oleh UNY dan kebetulan langsung bersanding dengan Jalan Colombo.

Baca Juga:

Saya Tidak Pernah Merasa Bangga Kuliah di UIN Jogja, tapi Kampus Ini Sama Sekali Tidak Layak Dicela

Jogja Katanya Istimewa, padahal Tunawisma di Mana-mana dan Menderita

Oke, acara yang diselenggarakan di  GOR UNY atau Auditorium UNY dalam skala kecil masih bisa dibilang mendingan karena parkiran kendaraan dan sirkulasi kendaraan yang keluar masuk masih bisa dikontrol. Tapi acara seperti Final DBL yang langganan di GOR UNY selalu sukses bikin Jalan Colombo macet parah hingga kendaraan nggak bisa bergerak dan jalan tersebut berubah jadi parkiran massal.

Adanya kegiatan yang berlangsung di dekat Jalan Colombo juga berpengaruh ke padatnya arus kendaraan di jalan tersebut. Beberapa kali pula berlangsung demo Gejayan Memanggil. Arus kendaraan yang nggak bisa diurai ke Jalan Gejayan menyebabkan penumpukan kendaraan di Jalan Colombo dan sekitarnya.

Bubaran calon mahasiswa baru yang mengikuti ujian seleksi masuk universitas juga tercatat pernah membuat Jalan Colombo macet. Ini karena ujian tersebut diadakan secara serentak pada waktu yang sama di UGM dan UNY.

Ditambah lagi kalau di GOR UNY sedang ada acara wisuda. Wah, macetnya di Jalan Colombo sudah nggak tertolong lagi.

BACA JUGA: Warung Pojok Colombo, Tempat Sahur Paling Diburu di Jalan Kaliurang

Wisuda adalah “neraka”

Keluarga wisudawan yang keluar berbarengan dari GOR UNY adalah penyebab kemacetan gila di Jalan Colombo ini. Keluarga wisudawan pun juga memarkir kendaraannya di sekitar Jalan Samirono, alhasil macet jadi menggila. Alhasil, keluarga wisudawan yang berusaha keluar ke jalan raya maupun pengendara biasa yang cuma mau melintasi Jalan Colombo sama-sama terjebak.

Setiap kampus selalu memberikan peringatan antisipasi macet setiap akan berlangsungnya wisuda, tak terkecuali UNY. Bahkan kemacetan yang terjadi akibat wisuda di UNY ini nggak cuma terjadi beberapa tahun belakangan. Saya juga menemukan berita bahwa di tahun 2011 kemacetan pernah terjadi dan di tahun 2013 ada pesan antisipasi yang disebarkan di Facebook. Artinya, kemacetan ini merupakan hal yang berulang.

Sepertinya, jadwal wisuda bukan hanya penting bagi calon wisudawan maupun teman-temannya yang mau datang untuk memberikan selamat, melainkan juga untuk pengendara yang mau melintasi Jalan Colombo. Tujuannya biar setidaknya mereka bisa menghindar dengan cari jalan lain yang bisa dilewati.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Menelusuri Asal-usul Nama Jalan Colombo di Jogja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2026 oleh

Tags: Gor UNYjalan colombo jogjaJogjaUGMUniversitas Sanata DharmaUNY
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

6 Rekomendasi Kuliner Babi di Jogja yang Bisa Kalian Coba Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

6 Rekomendasi Kuliner Babi di Jogja yang Bisa Kalian Coba Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

4 Desember 2023
Taman Kyai Langgeng Magelang yang Pernah Sepi dan Merana (Unsplash)

Taman Kyai Langgeng Magelang: Dulu Menjadi Primadona Tamasya, lalu Sempat Sepi dan Merana

19 November 2023
Penamaan Kampung di Jogja yang Terinspirasi dari Prajurit Keraton terminal mojok.co

Nggak Usahlah Ndakik-Ndakik Bicarain Romantisasi Jogja

30 November 2019
Kasta Tempat Duduk di Kopi Klotok Jogja terminal mojok.co

Kasta Tempat Duduk di Kopi Klotok Jogja

13 November 2021
Semakin Banyak Ayam Geprek yang Berbeda Jauh dengan Geprek Bu Rum, Waspadalah! Mojok.co

Semakin Banyak Ayam Geprek yang Berbeda Jauh dengan Geprek Bu Rum, Waspadalah!

20 Januari 2024
Malioboro Jogja, Jalan Kerajaan yang Kini Jadi Jalan Milik Siapa Saja Mojok.co overtourism

Malioboro Masa Kini Adalah Wujud Kebiasaan Kota Jogja yang Mengabaikan Keberadaan Rakyat Kecil

8 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

17 Januari 2026
Beat Deluxe, Saksi Kejayaan Bos Warung Madura dari Pamekasan (Shutterstock)

Beat Deluxe Merah-Hitam, Motor Honda yang Menjadi Saksi Kejayaan Warga Pamekasan yang Sekarang Menjadi Bos Warung Madura

20 Januari 2026
Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

20 Januari 2026
6 Keunggulan Surabaya yang Bikin Orang Bangkalan Madura Minder sebagai Tetangganya Mojok.co

6 Keunggulan Surabaya yang Bikin Orang Bangkalan Madura Minder sebagai Tetangganya

20 Januari 2026
Sisi Gelap Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing (Unsplash)

Sisi Gelap dari Kemiripan Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing

19 Januari 2026
Polban, "Adik Kandung" ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Menciptakan Rasa Aman Finansial dengan Langkah Sederhana Bernama Menabung: Tips Cuan dari Nabung Harian Ala Bapak2ID
  • Indonesia Masters 2026 Jadi Tempat Merawat Kenangan Keluarga, Rela Cuti Kerja demi “Napak Tilas” Mendiang Ayah di Istora
  • Cerita-cerita Kecil nan Hangat di Tengah Gemuruh Istora, Orang Tua dan Anak Saling Memperjuangkan Masa Depan
  • Lulusan Sarjana UNSRI Pilih Resign sebagai Pegawai Bank, Lebih Menjanjikan Buka Toko Kelontong
  • OB dan Satpam Kantor Paling Nyaman buat Berbagi Cerita dan Berkeluh Kesah, Lebih Tulus ketimbang Teman Kerja yang Kebanyakan Bermuka Dua
  • Tak Melihat Masa Depan Cerah sebagai Guru Honorer di Ponorogo, Pilih Kuliah S2 dengan LPDP hingga Kerja di Perusahaan Internasional

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.