Ada begitu banyak nama jalan di Jogja yang bukan hanya terkenal di kalangan warga lokal, melainkan juga mahasiswa rantau. Jalan-jalan ini umumnya punya karakteristik berupa ukuran jalan yang besar atau padat, berada di kawasan kos, atau ingin dihindari tapi nggak bisa karena ia merupakan jalan utama. Jalan Colombo Jogja memenuhi semua kriteria itu.
Namanya yang serupa dengan ibukota eksekutif Sri Lanka ini sudah terkenal di kalangan warlok dan mahasiswa, lalu lintasnya selalu padat merayap, berada dekat kawasan kos, dan semacet apa pun ia nggak bisa dihindari.
Yap, Jalan Colombo itu bagaikan neraka untuk para pengendara yang melintasinya. Hanya orang sabar yang mampu menerjang kemacetan Jalan Colombo yang terjadi hampir tiap hari. Menyeberang jalan ini pun bukan urusan yang mudah. Cuma menyeberang lho.
Jalan “pemersatu” tiga kampus
Jalan Colombo Jogja sebenarnya bukan jalan biasa. Meskipun secara fisik berada di depan UNY, ia juga merupakan jalan pertumpahan antara banyak kampus, seperti UGM dan Universitas Sanata Dharma. Alhasil, posisi yang strategis ini membuat Jalan Colombo nggak pernah sepi.
Bahkan bisa dikatakan Jalan Colombo itu bukan hanya ramai pada waktu tertentu, melainkan setiap waktu. Saat jam berangkat dan pulang kerja, jalan penuh dengan kendaraan. Saat malam Minggu, Jalan Colombo juga penuh sesak. Bahkan di jam-jam ketika kelihatannya semua mahasiswa lagi di kelas dan para pekerja di kantor pun Jalan Colombo tetap ramai.
Posisinya yang juga menghubungkan Jogja bagian barat dengan bagian timur, juga sebaliknya, membuat Jalan Colombo selalu ramai. Mahasiswa dari kedua sisi datang secara bersamaan untuk menuju ke lokasi kampusnya masing-masing.
BACA JUGA: Lampu Merah Simpang 5 UNY Samirono Jogja Nggak Guna, Lalu Lintasnya Masih Ruwet
Jalan Colombo Jogja makin ramai tiap ada event
Hal yang menyebalkan dari Jalan Colombo adalah kondisinya yang sudah seramai dan semacet itu makin menjadi ketika ada acara di sekitarnya. Acara ini umumnya berlangsung di GOR UNY atau Auditorium UNY, dua tempat yang dimiliki oleh UNY dan kebetulan langsung bersanding dengan Jalan Colombo.
Oke, acara yang diselenggarakan di GOR UNY atau Auditorium UNY dalam skala kecil masih bisa dibilang mendingan karena parkiran kendaraan dan sirkulasi kendaraan yang keluar masuk masih bisa dikontrol. Tapi acara seperti Final DBL yang langganan di GOR UNY selalu sukses bikin Jalan Colombo macet parah hingga kendaraan nggak bisa bergerak dan jalan tersebut berubah jadi parkiran massal.
Baca halaman selanjutnya



















