Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bakar-bakaran Daging Bukan Budaya Kita, Budaya Kita Adalah Makan Jagung Bakar di Malam Tahun Baru

Julia Nita Sifa Prabarani oleh Julia Nita Sifa Prabarani
31 Desember 2023
A A
Bakar-bakaran Daging Bukan Budaya Kita, Budaya Kita Adalah Makan Jagung Bakar di Malam Tahun Baru

Bakar-bakaran Daging Bukan Budaya Kita, Budaya Kita Adalah Makan Jagung Bakar di Malam Tahun Baru (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menikmati jagung bakar di momen pergantian tahun ternyata juga ada filosofinya, lho!

Momen liburan Natal dan akhir tahun seperti sekarang ini adalah momen yang pas untuk berkumpul bersama keluarga atau teman-teman. Agenda yang bisa dipastikan tak pernah absen dalam momentum tersebut adalah bakar-bakaran alias BBQ-an. 

Pada umumnya, kegiatan bakar-bakaran di Indonesia dilaksanakan dua kali. Satu kali pada hari raya Iduladha, kemudian yang kedua pada tahun baru. Kali ini saya akan fokus mengenai kegiatan bakar-bakaran di akhir tahun. 

Zaman sekarang, orang-orang biasanya BBQ-an menggunakan bahan baku daging slice, bawang bombai, sosis-sosisan, hingga selada. Bahan-bahan tersebut diolesi dengan saus racikan khusus (yang racikannya bisa dipastikan terdapat kandungan saus, kecap, dan margarin), baru kemudian di-grill. Akan tetapi menurut saya, dibanding daging, jagung bakar jauh lebih nikmat untuk disantap di malam tahun baru.

Rasa jagung lebih autentik dan lokal

Kalau boleh jujur, sebenarnya bakar-bakaran daging, bawang bombai, dan dimakan bareng selada adalah adaptasi yang kental banget sama budaya Korea. Makanya nggak heran sekarang kebanyakan orang mengadopsi metode tersebut. Pengadopsian ini juga merupakan salah satu dampak langsung dari Korean Wave yang melanda Indonesia sejak beberapa tahun silam.

Korean Wave atau Hallyu adalah istilah yang diberikan untuk budaya pop Korea Selatan yang tersebar secara global di berbagai negara di dunia. Indonesia, dilansir dari Katadata, menempati urutan keempat di dunia dalam ketertarikan terhadap Korean Wave. Tapi dibandingkan dengan budaya kekoreaan itu, yang lokal saja tetap lebih oke, lho.

Jagung sendiri adalah komoditas yang melimpah produksinya di Indonesia. Sebenarnya, jagung bukanlah komoditas asli Nusantara, melainkan dari Ekuador. Jagung berhasil masuk ke Indonesia karena dibawa oleh Portugis waktu mereka menjajah kita 

Lantas, apakah keautentikan rasa jagung itu didapat karena hasil kolonialisme? Tentu nggak, dong. Jagung sendiri nyatanya sudah diadopsi menjadi makanan pokok alternatif orang Indonesia karena kaya akan gizi. Bahkan di Madura, NTT, dan beberapa daerah lain di Indonesia menjadikan jagung sebagai bahan makanan utama sehari-hari. Maka nggak usah heran kalau jagung bakar akhirnya memang lebih enak dinikmati daripada daging.

Baca Juga:

6 Rekomendasi Tontonan Netflix untuk Kamu yang Mager Keluar Rumah Saat Liburan Tahun Baru

5 Tips Agar Kantong Nggak Jebol Dikeroyok Diskon Natal dan Tahun Baru

Proses masak jagung bakar butuh kekompakan

Membakar jagung adalah proses yang sakral. Saya katakan demikian karena memasak jagung bakar tidak sesederhana menyalakan kompor, panggang, dan matang. Proses ini membutuhkan keterampilan dan kerja sama. 

Persiapan memasak dari membersihkan jagung, membarakan arang, sampai proses pematangan jagung bakar membutuhkan waktu yang lama dan kompleks. Nah, proses yang kompleks tersebut bisa nih jadi kesempatan yang pas untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan teman ataupun keluarga.

Intinya dalam membakar jagung adalah tentang kerja sama. Dengan demikian, jagung bakar yang dimasak bareng-bareng tentunya akan punya rasa yang lebih nikmat.

Cara makannya nyebelin tapi bikin ketagihan

Last but not least, tujuan akhir dari kegiatan tahunan ini adalah makan! Namun, selain proses memasak yang cukup ribet, makan jagung bakar tak kalah ribet. Kalau kalian tipe orang yang rapi saat makan mungkin agak kesal kalau disuruh makan jagung bakar. Alasannya ya karena berantakan dan bikin mulut belepotan.

Selain belepotan, makan jagung bakar juga harus digigit sedikit demi sedikit. Kalau dalam bahasa Jawa lazim disebut dikrikiti. Proses makan jagung bakar yang memakan waktu ini ternyata ada filosofinya, lho. Sembari memakan jagung bakar sedikit-sedikit kita bisa merefleksikan diri kita selama setahun ke belakang. Percaya deh, makan sensasi makan jagung sedikit demi sedikit sambil nyelilit di gigi itu asik banget dan nagih.

Bukannya saya ingin mendiskreditkan kenikmatan daging, tapi bakar-bakaran jagung adalah pilihan terbaik untuk momen akhir tahun kita. Selain tiga alasan yang sudah saya uraikan di atas, sebenarnya masih banyak alasan lainnya yang membuat jagung bakar jauh lebih nikmat disantap di malam tahun baru ketimbang daging. Misalnya, mendukung petani kecil dan tentu saja no animal abuse. Anyway, just eat your corn. Selamat tahun baru!

Penulis: Julia Nita Sifa Prabarani
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Penjelasan Logis Kenapa Malam Tahun Baru Identik dengan Bakar Jagung.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Desember 2023 oleh

Tags: bakar-bakarbarbequedaging sapijagung bakarmalam tahun barumerayakan tahun barutahun baru
Julia Nita Sifa Prabarani

Julia Nita Sifa Prabarani

ArtikelTerkait

minoritas covid mayoritas hukum natal mojok keadilan untuk MRS muhammad rizieq shihab mojok.co

Kalau Dilarang Berkerumun Saat Natal, Kami Minoritas ya Manut Saja

21 November 2020
5 Tips Agar Kantong Nggak Jebol Dikeroyok Diskon Natal dan Tahun Baru Mojok.co

5 Tips Agar Kantong Nggak Jebol Dikeroyok Diskon Natal dan Tahun Baru

2 Desember 2025
3 Kecurangan Penjual Daging Sapi Selama Bulan Ramadan. Saya Tulis Supaya Pembeli Lebih Waspada Mojok.co

3 Kecurangan Penjual Daging Sapi Selama Bulan Ramadan. Saya Tulis Supaya Pembeli Lebih Waspada

3 April 2024
Lahir di Bulan Desember Itu Nggak Buruk-buruk Amat! Mojok.co

Lahir di Bulan Desember Itu Nggak Buruk-buruk Amat!

25 Desember 2023
idul adha

Cobaan Saat Idul Adha: Nasib Tidak Suka Daging Sapi Maupun Kambing

11 Agustus 2019
Jalan Rawan Macet di Jogja yang Sebaiknya Dihindari Selama Libur Tahun Baru Mojok.co

Selain Malioboro, Puluhan Jalan Jogja Ini Sebaiknya Dihindari Selama Libur Tahun Baru

29 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.