Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jadi Stafsus Milenial itu Berat, Belva Davara Saja Tidak Kuat

Muhammad Kamarullah oleh Muhammad Kamarullah
22 April 2020
A A
stafsus milenial

Jadi Stafsus Milenial itu Berat, Belva Davara Saja Tidak Kuat

Share on FacebookShare on Twitter

Adamas Belva Devara, milenial kebanggaan bangsa Indonesia yang merupakan lulusan Harvard University, Amerika Serikat. Dia dipilih Presiden sebagai salah satu staf khususnya pada 21 November 2019 lalu. Setelah jadi stafsus “milenial” presiden, namanya jadi sorotan orang-orang.

Tapi belum lama dia (((berkontribusi))) kemarin, 17 April 2020, dia mengundurkan diri dari jabatan stafsus milenial ini. Alasan pengunduran dirinya berhubungan dengan terpilihnya start up yang dimilikinya (Ruangguru) sebagai salah satu penerima proyek program kartu pra kerja.

Belva sampai bikin release di sosial medianya soal pengunduran diri, dan soal terpilihnya Ruangguru sebagai mitra program kartu pra-kerja. Dia bilang kalau itu semua sudah sesuai aturan yang berlaku dan tidak ada sama sekali konflik kepentingan di belakangnya.

Dalam release yang dia buat, katanya mundur dari jabatan stafsus milenial itu berat. Tapi ya mau gimana lagi, soalnya kalau masalah ini terus dibiarkan, Belva takut ngeganggu konsentrasi presiden yang harus fokus menghadapi pandemi. Sebuah keputusan yang layak untuk diapresiasi.

Pengunduran diri Belva ini buat saya menunjukan dua hal. Pertama, Belva masih terlalu polos. Realitas politik di Indonesia nih kejam. Banyak tekanan politik. Belva kayaknya emang lebih cocok jadi pengusaha aja.

Kedua, saya lihat Belva ini masih nggak punya imajinasi politik yang bisa mewakili anak muda.

Soal imajinasi politik ini saya jadi ingat tulisan di Tirto yang berjudul “Stafsus” Kolonial Bukan Pemuda Abal-Abal, Mereka Ilmuan Mumpuni. Di tulisan itu dijelaskan kalau zaman kolonial ada juga jabatan staf khusus yang memiliki tugas memberikan masukan kepada pemerintah kolonial sekaligu meneliti masalah kepercayaan dan agama kaum bumiputera. Dikenal dengan penasihat urusan pribumi atau adviseur voor Inlandsche zaken.

Dulu para penasihat kolonial adalah peneliti-peneliti yang tekun dengan menghasilkan banyak laporan dan buku akademik. Mereka bukan anak muda abal-abalan. Salah satu diantaranya, Christian Snouck Hurgronje, harus meneliti di daerah perang yang berbahaya. Para penasehat itu tidak perlu berkedudukan sebagai anak konglomerat atau pendiri perusahaan bernilai milliaran atau bekas aktivis mahasiswa.

Baca Juga:

Orang Indonesia Nggak Cocok Dikasih Tayangan kayak Clash of Champions Ruangguru. Ilmunya Dikit, Dramanya Selangit

Orang Indonesia Memang Benci Lihat Orang Cerdas dan Ini Terbukti di Clash of Champions Ruangguru

Saya pribadi sebenarnya tidak meragukan kapasitas Belva Davara. Lulusan Harvard, CEO start up digital penting yang punya banyak inovasi pula. Tapi gara-gara sejak awal dia tidak langsung mundur dari jabatannya di Ruangguru, dia jadi diberitakan ikut dalam bagi-bagi kue program kartu prakerja yang menguntungkan 8 start up yang menjadi mitra program ini.

Silahkan dikalkulasi, anggaran program ini senilai 20 Trilliun. Target pesertanya 5,6 juta dengan insentif sebesar 3,5 juta. Dari 3,5 juta itu, 1 juta untuk peserta dari pemerintah untuk pelatihan. Sampai sekarang terdapat 900 jenis pelatihan online yang telah disediakan, untuk bisa mengikuti pelatihan ada biaya yang harus dibayar oleh anggota Kartu Prakerja. Besarnya mulai dari 150 ribu hingga 850 ribu.

Karena masih berada dalam lingkaran pemerintahan, tuduhan kalau Belva memanfaatkan posisinya untuk bisa dapat proyekan pun nggak bisa dihindarkan. Ya wajar sih, orang-orang pasti curiga karena rangkap jabatan (pemilik perusahaan dan pejabat pemerintah) punya peluang “main belakang” dalam proyek-proyek pemerintahan.

Tapi di luar itu semua, kita harus mengapresiasi keputusannya mundur dari jabatan stafsus. Keputusan ini menunjukan kalau Belva tidak gila jabatan (sesuatu yang sangat langka ditemukan di orang-orang yang sudah punya kekuasaan). Tapi saya sih akan lebih mengapresiasi lagi kalau Belva ini bukan hanya mundur jadi stafsus, tapi juga berbalik arah menjadi oposisi pemerintah dan mengkritisi kebijakan-kebijakannya kalau salah sasaran.

BACA JUGA Membincangkan 7 Staf Khusus “Milenial” Presiden Jokowi yang Kelihatan Segar-Segar atau tulisan Muhammad Kamarullah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 April 2020 oleh

Tags: adamas belvaruanggurustafsus milenial
Muhammad Kamarullah

Muhammad Kamarullah

Anak desa dari Banemo, Halmahera.

ArtikelTerkait

Menerka Alasan Alur Cerita Sinetron di Indonesia Banyak yang Absurd terminal mojok.co

Ada Demo Tolak Omnibus Law, Semua Televisi Malah Diblok Acara Ruangguru

17 Juli 2020
Orang Indonesia Nggak Cocok Dikasih Tayangan kayak Clash of Champions Ruangguru: Ilmunya Dikit, Dramanya Selangit!

Orang Indonesia Nggak Cocok Dikasih Tayangan kayak Clash of Champions Ruangguru. Ilmunya Dikit, Dramanya Selangit

17 Juli 2024
Orang Indonesia Memang Benci Lihat Orang Cerdas dan Ini Terbukti di Clash of Champions Ruangguru

Orang Indonesia Memang Benci Lihat Orang Cerdas dan Ini Terbukti di Clash of Champions Ruangguru

3 Juli 2024
ruangguru ulang tahun mojok

Inilah Rincian Biaya Perayaan Ulang Tahun Ruangguru

22 Juli 2020
Ruangguru Adalah Aplikasi Pesaing Upacara HUT RI di TV

Ruangguru Adalah Aplikasi Pesaing Acara Upacara HUT RI di TV

6 Januari 2020
zenius aplikasi web bimbel online gratis biaya langganan perbandingan lebih bagus daripada ruangguru mojok.co

6 Alasan Zenius Lebih Baik dari Ruangguru

4 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lebaran Saatnya Masa Bodoh dengan Ocehan Tetangga (Unssplash)

Refleksi Lebaran Bagi Kepala Rumah Tangga: Tunaikan yang Wajib, Masa Bodo dengan Gengsi dan Ocehan Tetangga

14 Maret 2026
Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung Mojok.co

Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung

10 Maret 2026
Sebenarnya Siapa sih yang Memulai Tradisi Uang Baru Saat Hari Raya? Bikin Repot doang!

Sebenarnya Siapa sih yang Memulai Tradisi Uang Baru Saat Hari Raya? Bikin Repot doang!

8 Maret 2026
Warga Pangalengan Musti Bangga Menjadi Penghasil Teh meski Tidak Pernah Bisa Menikmati Hasil Panennya

Warga Pangalengan Musti Bangga Menjadi Penghasil Teh meski Tidak Pernah Bisa Menikmati Hasil Panennya

11 Maret 2026
Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang  Mojok.co

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

13 Maret 2026
Purwokerto (Tampaknya) Belum Ramah untuk Pejalan Kaki, Trotoar Masih Dikuasai Kapitalis-kapitalis Kecil

Purwokerto (Tampaknya) Belum Ramah untuk Pejalan Kaki, Trotoar Masih Dikuasai Kapitalis-kapitalis Kecil

8 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha
  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur yang Paling Tidak Bisa Dihindari, Jadi Pelepas Rindu ketika Mudik Setelah “Disiksa” Makanan Jogja
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina
  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.