Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Mengenal ITERA, Kampus Teknologi Negeri Satu-satunya di Sumatra yang Sering Disebut Adik ITB

Intan Permata Putri oleh Intan Permata Putri
20 Desember 2025
A A
Mengenal ITERA, Kampus Teknologi Negeri Satu-satunya di Sumatra yang Sering Disebut Adik ITB

Mengenal ITERA, Kampus Teknologi Negeri Satu-satunya di Sumatra yang Sering Disebut Adik ITB (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

ITERA sering banget disebut adik ITB. Bangga? Tentu saja, tapi kadang juga gemas. Soalnya sampai sekarang kampus saya ini masih kurang dikenal kalau nggak dibanding-bandingin dulu. Padahal kampus ini punya cerita, perjuangan, dan prestasi sendiri yang nggak kalah keren. Sayangnya, belum banyak orang yang tahu.

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) adalah kampus negeri di Lampung yang sering jadi bahan obrolan karena satu julukan: adik ITB. Lokasinya ada di Pulau Sumatra, tepatnya di kawasan perbatasan Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung. Kampus ini diresmikan langsung oleh Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.

Meski secara resmi berdiri tahun 2014, cerita ITERA sudah dimulai jauh lebih dulu. Sejak tahun ajaran 2012–2013, kampus ini sudah menerima mahasiswa baru, meski masih “numpang” di bawah pengelolaan ITB. Dari fase itulah ITERA pelan-pelan tumbuh, berjuang membangun identitasnya sendiri, dan kini menjadi salah satu kampus teknologi yang paling diperhitungkan di Sumatra.

Kampus teknologi besar di Sumatra

ITERA bukan kampus yang dibangun cuma untuk menambah daftar perguruan tinggi negeri. Kampus ini lahir dari satu keresahan besar. “Kenapa kampus teknologi negeri yang benar-benar dikenal cuma ITB dan ITS, dan itu-itu lagi di Pulau Jawa?” Sementara Sumatra yang wilayahnya luas, potensinya gede, dan perannya penting malah sering cuma jadi penonton.

Makanya Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dibangun. Kampus ini dibangun bukan untuk menjadi “kembaran” ITB, apalagi sekadar pelengkap. ITERA hadir sebagai upaya negara untuk menyetarakan pendidikan tinggi supaya akses ke kampus teknologi berkualitas nggak cuma muter di Jawa. Anak-anak Sumatra nggak harus jauh-jauh merantau kalau mau belajar teknik, sains, atau teknologi. Di tanah kelahiran sendiri pun bisa.

Sejujurnya saya pribadi kadang kesal kalau ditanya soal kuliah. Tiap saya jawab ITERA, orang akan bertanya lagi. “Itu kampus apaan?” atau “Oh, kampus baru, ya?”. Bahkan parahnya ada yang nyeletuk, “Memangnya pantes jadi adik ITB?”

Hadeh. Rasanya campur aduk. Antara capek jelasin, pengin marah, tapi juga bangga.

ITERA pelan-pelan menunjukkan taringnya

Julukan “adik ITB” itu padahal berat banget buat mahasiswa ITERA sendiri, lho. Setiap kali disebut, rasanya seperti langsung ditarik ke arena perbandingan dengan kampus yang sudah berdiri puluhan tahun dan sudah melahirkan banyak orang hebat. ITB bukan cuma besar karena nama, tapi karena sejarah panjang, prestasi, dan reputasi yang dibangun lama. Dibandingkan dengan itu, wajar kalau ITERA sering dianggap belum apa-apa.

Baca Juga:

Jalan Dipatiukur, Titik Kumpul Permasalahan Kota Bandung, Semuanya Ada!

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Akan tetapi yang sering dilupakan orang, ITERA dan ITB berdiri di konteks yang berbeda. ITERA masih muda, masih tumbuh, dan masih berproses. Mahasiswanya bukan datang dengan karpet merah, tapi dengan tekad buat membuktikan diri.

Julukan itu memang terdengar membanggakan, tapi di baliknya ada tekanan besar tekanan untuk cepat hebat, cepat diakui, dan cepat setara, padahal waktu dan prosesnya jelas tidak sama. Walaupun usianya masih seumur jagung, ITERA pelan-pelan sudah mulai menunjukkan taringnya. Bukan sekadar nama atau label, tapi lewat prestasi nyata. Salah satunya di ajang PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) kompetisi mahasiswa paling bergengsi di Indonesia.

Di ajang ini, ITERA berhasil meraih peringkat ke-6 nasional dan sekaligus. Prestasi Juara Favorit lewat Tim PKM Buffer Zone District ini jelas bukan hal kecil, apalagi buat kampus yang masih muda dan terus berjuang membangun reputasi.

Pencapaian ini jadi bukti kalau mahasiswa ITERA bukan cuma “numpang nama besar”, tapi benar-benar punya kualitas, ide, dan daya saing. Di tengah segala keterbatasan dan cap sebagai kampus baru, ITERA membuktikan bahwa umur bukan penentu kemampuan. Pelan-pelan, satu demi satu prestasi dikumpulkan sebagai jawaban atas keraguan dan pembanding yang sering dilontarkan.

Nggak harus jadi ITB kedua

Bagi mahasiswa ITERA, dibandingkan terus-menerus bukan soal gengsi, tapi soal beban mental. Namun justru dari situ lahir satu keyakinan bahwa ITERA nggak harus jadi ITB kedua. Cukup jadi ITERA yang tumbuh dengan caranya sendiri, membangun prestasi pelan-pelan, dan suatu hari dikenal bukan karena julukan, tapi karena kontribusinya.

ITERA mungkin masih muda, tapi mimpinya nggak kecil. Jangan minder cuma karena kampus kita belum setua yang lain. Kita adalah generasi perintis yang nanti bakal bikin nama kampus ini dikenal karena prestasi, bukan perbandingan. Terus jalan, walau pelan. Kita sedang membuat sejarah!

Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kampus ITB Ganesha di Mata Mahasiswa UI Depok: Cantik, Unik, dan yang Jelas, Keliling Kampus Nggak Pake Capek.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Desember 2025 oleh

Tags: ITBITERAkampus di lampungkampus negerikampus sumatrakampus teknologikampus teknologi negerilampungSumatra
Intan Permata Putri

Intan Permata Putri

Mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Sumatera yang sedang tertarik dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Pernah nulis di Wattpad.

ArtikelTerkait

5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Berada di Jambi Terminal Mojok

5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Berada di Jambi

11 Juni 2022
jurusan madesu, lulus kuliah

Gimana sih Rasanya Kuliah dan Lulus dari Jurusan yang Katanya “Madesu”?

19 Juni 2020
Dear Pemerintah Bandar Lampung, Banyak Hal yang Lebih Urgent Dibanding Membangun Kereta Gantung Mojok.co

Dear Pemerintah Bandar Lampung, Banyak Hal yang Lebih Urgent Dibanding Membangun Kereta Gantung

2 Maret 2025
Bersyukur Ditolak Kampus Negeri dan Nurut Jurusan Kuliah “Realistis” Pilihan Orang Tua di Kampus Swasta, Kini Sudah Dapat Kerja Mojok.co

Bersyukur Ditolak Kampus Negeri dan Nurut Jurusan Kuliah “Realistis” Pilihan Orang Tua di Kampus Swasta, Kini Sudah Dapat kerja

26 September 2025
Jalan Lampung yang Bobrok Sebenarnya Bukti Cinta Pemerintah ke Warganya Mojok.co

Jalan Lampung yang Bobrok Sebenarnya Wujud Cinta Pemerintah ke Warganya 

23 Desember 2024
Berkenalan dengan Slang Word-nya Orang Lampung terminal mojok.co

Berkenalan dengan Slang Word-nya Orang Lampung

3 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Supra X 125 Motor Terbaik? Ngawur, yang Terbaik Tetap Karisma (Unsplash)

Tak Hanya Supra, Honda Karisma Juga Jadi Tulang Punggung Keluarga Kelas Menengah di Indonesia

16 April 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026
3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan demi Bisa Sekolah (Unsplash)

Pengalaman Saya 3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan Hanya demi Bisa Berangkat Sekolah

19 April 2026
5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi (Wikimedia Commons)

5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi, Wajib Kamu Coba Saat Berwisata Supaya Lebih Mengenal Sejarah Panjang Kuliner Nikmat Ini

21 April 2026
7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga Mojok.co

7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga

16 April 2026
4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya  Mojok.co

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

18 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • WNA Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Kontrak di Indonesia dan Mengabdi untuk Anak Pekerja Migran di Sana
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!
  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran
  • Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.