Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Investasi Tanah Makam Amat Penting, Terutama untuk Warga Perumahan

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
23 September 2024
A A
Tanah Makam, Investasi Masa Depan yang Pasti "Untung"

Tanah Makam, Investasi Masa Depan yang Pasti "Untung"

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu saya membaca tulisan tentang tanah makam di sini. Ndilalah, hari sebelumnya, tanah makam jadi tema obrolan saya dan suami. Jadi, ya, merasa relate aja gitu. Terutama, di bagian yang menyebutkan bahwa tanah makam adalah investasi terbaik. Wah, saya setuju sekali. Saya pun kalau duitnya turah-turah, daripada sewa private jet mending beli tanah makam. Apalagi, saya adalah warga perumahan.

Lho, memangnya ada apa dengan warga perumahan?

Begitu mungkin kalian bertanya-tanya.

Menyebut secara spesifik warga perumahan, bukan berarti warga nonperumahan tidak cocok untuk investasi tanah makam. Nggak, nggak gitu. Pada hakekatnya, tanah makam adalah investasi terbaik bagi setiap orang, apa pun agamanya, terlepas di mana pun tempat tinggal mereka. Lha wong manusia itu kan endingnya bakal sama. Sama-sama bakal meninggal, lalu dikubur.

Jenazah ditolak karena TPU penuh

Pemikiran mengapa sangat urgent bagi warga perumahan untuk investasi tanah makam berawal dari peristiwa meninggalnya salah satu tetangga saya baru-baru ini. Saya dan almarhum beda RT, tapi masih satu RW. Almarhum meninggal secara mendadak saat sedang bermain tenis di malam hari.

Jujur saja, saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan keluarga yang ditinggalkan saat itu. Bayangkan, seseorang yang dekat dengan kita izin untuk olahraga, tapi ternyata pergi untuk selamanya. Hati mana yang tidak terpukul karenanya? Semua terjadi dengan begitu cepat, hingga terlalu sulit untuk dicerna. Tapi namanya takdir, kita bisa apa?

Namun, kalian tahu apa yang membuat derita itu makin menganga? Kedukaan keluarga yang ditinggalkan makin bertambah manakala pengelola Tempat Pemakaman Umum (TPU) menyebutkan bahwa makam sudah penuh, sehingga jenazah ditolak.

Risiko warga perumahan

Sebagai orang yang pasti akan mati, saya jadi membayangkan bagaimana jika hal tersebut terjadi pada saya? Ke mana jenazah saya nantinya akan dikubur jika, pemakaman umum yang notabene hanya berjarak ratusan meter dari perumahan saja, menolak. Bagaimana jika tak ada lagi tanah makam tersedia?

Baca Juga:

Apakah Menjadi Atlet Adalah Investasi Terburuk dalam Hidup Saya?

Cuan Investasi Tanah di Bondowoso Lebih Menggiurkan Dibanding Emas

Kegelisahan tersebut rupanya dirasakan pula oleh warga perumahan yang lain. Maklum, warga perumahan itu rata-rata adalah warga pendatang. Dan umumnya, nggak ada kuburan di dalam area perumahan. Fasilitas umum yang tersedia di perumahan itu ya palingan masjid, area bermain, taman, dll.

Itu sebabnya, ketika ada warga perumahan yang meninggal, biasanya jenazah akan dimakamkan di TPU terdekat. Sementara, kuburan umum itu sering kali terletak di kawasan pemukiman yang sekelilingnya adalah warga asli sana. Maka, bukan tidak mungkin ada semacam skala prioritas.

Ketika yang meninggal warga desa asli sana, mbuh gimana caranya, lahan tersedia. Sebaliknya, jika yang akan dimakamkan bukan warga asli sana, bilangnya lahan sudah penuh. Iya, saya tahu saya lagi julid. Dan semoga ini hanya pemikiran saya saja. Semoga yang sebenarnya terjadi tidak demikian.

Tanah makam mendesak untuk diadakan

Oh, ya. Pada akhirnya, jenazah tetangga saya tersebut dimakamkan di TPU yang tadi menolaknya. Hal tersebut terjadi setelah proses koordinasi yang panjang dengan melibatkan kepala desa setempat.

Tuh, kan. Kenapa di awal bilangnya penuh coba? Marai julid tok.

Tapi, ya, sudahlah. Yang penting saat ini almarhum sudah mendapatkan tempat istirahat terakhirnya. Tinggal kita, yang masih hidup ini yang mikir. Kelak, kalau meninggal, masih adakah sisa tanah di kuburan untuk kita tinggali?

Semoga, sebelum saat itu tiba, kita sudah dimampukan untuk berinvestasi tanah makam. Tanah makam yang kita wakafkan bukan untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk orang lain.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Lahan Makam Makin Langka dan Susah Didapat, Sudah Saatnya Kita Belajar Ilmu Meninggal Tanpa Jasad

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 September 2024 oleh

Tags: Investasitanah makamTPUwarga perumahan
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Asyiknya Jadi Kolektor Kaset Pita, Bisa Nostalgia Sekaligus Dapat Cuan yang Lumayan Mojok.co

Asyiknya Jadi Kolektor Kaset Pita, Bisa Nostalgia Sekaligus Dapat Cuan yang Lumayan

27 Oktober 2023
Kelebihan dan Kekurangan Investasi Perak, Salah Satunya Harga Lebih Terjangkau, Modal Rp1,5 Juta Bisa Beli 100 Gram!

Kelebihan dan Kekurangan Investasi Perak, Salah Satunya Harga Lebih Terjangkau, Modal Rp1,5 Juta Bisa Beli 100 Gram!

16 Januari 2025
Semoga Penimbun Properti Segera Dapat Hidayah, atau Bangkrut Sekalian biar Semua Orang Punya Kesempatan Beli Rumah!

Semoga Penimbun Properti Segera Dapat Hidayah, atau Bangkrut Sekalian biar Semua Orang Punya Kesempatan Beli Rumah!

10 Juli 2023
5 Kesalahan Mindset Investasi yang Perlu Diluruskan

5 Kesalahan Mindset Investasi yang Perlu Diluruskan

25 Januari 2022
Nggak Usah Bikin Tabungan Bersaama sama Pacar, Niatnya sih Baik, Ujungnya Bakal Jadi Konflik

Nggak Usah Bikin Tabungan Bersama sama Pacar, Niatnya sih Baik, Ujungnya Bakal Jadi Konflik

3 Juni 2023
Mending Beli Perhiasan Emas atau Emas Murni? Ini Pertimbangannya! terminal mojok.co

Mending Beli Perhiasan Emas atau Emas Murni? Ini Pertimbangannya!

17 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribuan yang Layak Dibeli Mojok.co

5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribu yang Layak Dibeli 

13 Januari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

19 Januari 2026
3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali Mojok.co

3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali

19 Januari 2026
Jujur, Saya sebagai Mahasiswa Kaget Lihat Biaya Publikasi Jurnal Bisa Tembus 500 Ribu, Ditanggung Sendiri Lagi

Dosen Seenaknya Nyuruh Mahasiswa untuk Publikasi Jurnal, padahal Uang Mahasiswa Cuma Dikit dan Nggak Dikasih Subsidi Sama Sekali

17 Januari 2026
5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

17 Januari 2026
Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.