Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

InDrive, Aplikasi Ojol Penganut Mazhab Kapitalisme Murni, Bikin Mitra Rugi dan Kalah Sebelum Berperang

Yaser Fahrizal Damar Utama oleh Yaser Fahrizal Damar Utama
30 Juni 2025
A A
4 Alasan Layanan Taksi Online Maxim Nggak Lebih Baik dari InDrive

4 Alasan Layanan Taksi Online Maxim Nggak Lebih Baik dari InDrive (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dari berbagai aplikasi ojek online yang ada di Indonesia, InDrive (sebelumnya bernama inDriver) adalah yang paling tidak ramah terhadap mitra driver menurut saya.

Aplikasi yang menawarkan fitur “Nego Harga” ini telah beroperasi selama kurang lebih 11 tahun. InDrive sering diandalkan oleh penumpang dengan mobilitas tinggi atau kalangan menengah ke bawah karena tarifnya jauh lebih murah dibandingkan aplikasi ojol lainnya.

Pasar bebas dan ketimpangan driver di InDrive

Berbeda dengan aplikasi lain yang secara otomatis mencarikan driver saat pemesanan, di InDrive, penumpang bebas memilih driver yang diinginkan. Setiap kali membuat pesanan, pengguna akan diberikan 1-5 pilihan driver dilengkapi dengan tawaran harga, foto dan nama driver, jarak dari lokasi penumpang, jenis motor yang digunakan, rating dan jumlah riwayat perjalanan.

Inilah sebabnya driver InDrive jarang terlihat mangkal atau berkumpul di tempat yang sama saat onbid (istilah untuk menyalakan aplikasi dan siap menerima order), karena kalo sesama driver ngumpul, malah jadi rebutan costumer jatohnya.

Driver dengan rating tinggi dan riwayat perjalanan banyak lebih sering dipilih. Sebaliknya, driver baru atau yang memiliki sedikit riwayat kesulitan mendapatkan orderan. Di InDrive, tampilan fisik juga berpengaruh, driver dengan foto profil “good looking” cenderung lebih diminati. Mandang fisik, guys.

Tidak ada mekanisme yang adil untuk memastikan kesetaraan kesempatan. Pasar bebas ala Adam Smith benar-benar dipraktikkan di sini. Driver senior dan yang berpenampilan menarik lebih unggul, sementara yang lain kian tertinggal. Mirip hukum “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin”, meski sejujurnya, sulit menjadi kaya hanya mengandalkan pendapatan sebagai mitra InDrive.

Fasilitas minim, tarif terlalu murah

Berbeda dengan aplikasi lain yang menyediakan asuransi kesehatan dan kecelakaan untuk mitra, di InDrive, asuransi bersifat opsional—driver harus membayar premi sendiri. Dengan pendapatan minim, jumlah pelanggan terbatas, tarif murah, dan biaya layanan tinggi, premi asuransi menjadi beban berat. Akibatnya, banyak driver yang memilih tidak berlangganan asuransi.

Di aplikasi lain, saat jam sibuk atau macet, tarif bisa naik karena sistem “lonjakan”. Namun, di InDrive, tarif tetap dihitung per kilometer—tidak peduli seberapa parah kemacetannya. Misalnya, perjalanan 5 km yang memakan waktu hampir satu jam hanya dibayar Rp15.000, dan itu masih dipotong pajak serta biaya layanan.

Baca Juga:

4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain

Ibu Rumah Tangga dan Ojol juga Berhak untuk Kuliah, Universitas Terbuka Menerima Tanpa Batasan Apa pun!

Promosi minim, mitra terlalu banyak

Kurangnya promosi membuat InDrive kalah populer dibanding kompetitor. Pelanggan tidak banyak, tetapi jumlah mitra terus bertambah. Siapa pun bisa mendaftar sebagai mitra kapan saja, yang secara teori baik bagi perusahaan karena jangkauan layanan semakin luas.

Namun, bagi mitra, kebijakan ini justru merugikan. Surplus mitra menyebabkan persaingan terlalu ketat. Banyak driver yang onbid seharian hanya dapat 1-2 order, bahkan ada yang tidak dapat sama sekali.

Lantas, mengapa masih bertahan?

Pertanyaan ini sering muncul ketika ada keluhan seperti ini. Bagi yang hanya menjadikannya sampingan (seperti saya), berhenti onbid bukan masalah besar. Namun, bagi yang menggantungkan hidup sepenuhnya pada InDrive, ini sebuah dilema. Kalau nggak narik, nggak makan, tapi kalo narik juga belum tentu nutup bensin dan perawatan motor.

Situasinya mirip dengan buruh di perusahaan nakal yang upahnya tidak sesuai regulasi. Jika protes, takut dipecat; jika dipecat, tidak ada pilihan lain. Akhirnya, mereka hanya bisa bertahan, meski dalam kondisi yang tidak adil.

Pernyataan Resmi inDrive Indonesia Terkait Artikel Mojok.co: “inDrive, Aplikasi Ojol Penganut Mazhab Kapitalisme Murni, Bikin Mitra Rugi”

Kami di inDrive Indonesia menyadari adanya opini yang disampaikan melalui artikel Mojok.co berjudul “inDrive, Aplikasi Ojol Penganut Mazhab Kapitalisme Murni, Bikin Mitra Rugi”. Kami menghormati kebebasan berekspresi dan kritik sebagai bagian dari dinamika dalam ekosistem transportasi daring di Indonesia.

Namun demikian, penting bagi kami untuk menyampaikan klarifikasi berikut guna memberikan gambaran yang lebih utuh dan berimbang mengenai model operasional inDrive:

1. Model Penawaran Harga Langsung (peer-to-peer pricing)
inDrive menggunakan model unik di mana penumpang dan pengemudi bernegosiasi langsung soal tarif, tanpa intervensi algoritma penentuan harga. Model ini kami yakini memberikan:

-Fleksibilitas bagi pengemudi untuk menolak tarif yang dianggap tidak layak,

-Keadilan karena tidak ada skema potongan komisi tetap,

Hak Menentukan Sendiri Hak menentukan sendiri yang lebih luas bagi mitra pengemudi dibandingkan model konvensional.

2. Komitmen pada Biaya Transparan dan Rendah
Kami tidak mengambil potongan komisi tetap dari penghasilan mitra. Sebaliknya, mitra membayar kontribusi sukarela yang jumlahnya bisa diatur sendiri berdasarkan preferensi mereka. Di banyak kota, kontribusi ini masih 0%, sebagai bentuk dukungan inDrive terhadap pertumbuhan mitra pengemudi lokal.

3. Dukungan terhadap Mitra Pengemudi
inDrive Indonesia terus mengembangkan program pelatihan, dukungan teknis, dan sarana komunitas seperti Driver Lounge untuk meningkatkan kesejahteraan dan rasa kepemilikan mitra terhadap platform.

4. Pendekatan Progresif, Bukan Eksploitatif
Label “kapitalisme murni” yang digunakan dalam artikel tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan prinsip dasar kami. inDrive lahir dari semangat anti-monopoli dan keinginan menciptakan alternatif yang lebih adil di pasar transportasi digital global. Di lebih dari 700 kota, pendekatan ini terbukti memberi ruang lebih besar bagi mitra untuk menentukan penghasilan mereka secara mandiri.

Kami terbuka untuk dialog yang konstruktif dan berharap semua pihak, termasuk media, dapat menyampaikan kritik berdasarkan informasi yang akurat dan menyeluruh.

Penulis: Yaser Fahrizal Damar Utama
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Alasan Layanan Taksi Online Maxim Nggak Lebih Baik dari InDrive

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Juli 2025 oleh

Tags: indrivemitra ojolojol
Yaser Fahrizal Damar Utama

Yaser Fahrizal Damar Utama

Bercita-cita memonetisasi celoteh-celotehnya

ArtikelTerkait

penumpang

Ujian Jadi Penumpang Angkot

20 September 2019
Usulan supaya Zendo, Ojol Milik Muhammadiyah, Jadi Lebih Manusiawi Mojok.co

Kecewa pada Zendo, Ojol Muhammadiyah yang Kurang Manusiawi

16 Januari 2025
Jakarta Nggak Ada Keras-kerasnya Buat Orang Cikarang (Unsplash)

Jalanan Jakarta yang Keras dan Tak Ramah Pemula: Naik Ojol Bingung, Naik KRL Tambah Bingung

24 Januari 2024
Ojek Pangkalan Mempersulit Hidup Saya sebagai Perantau Mojok.co

Ojek Pangkalan Mempersulit Hidup Saya sebagai Perantau

30 November 2023
panggilan kak ojol MOJOK.CO

Sapa Kustomer Pakai “Kak” Saja Tersinggung? Coba Abang Ojol Sapa Pakai Ini

6 Juli 2020
ojol

Menanggapi Tulisan Tidak Perlu Memberi Tip Untuk Ojol: Melihat Driver Ojol dan Orang Lain Bersyukur Itu Tak Ternilai

12 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

22 April 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026
Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan Mojok.co

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

24 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”
  • Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang
  • Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.