Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Nggak Cuma Krisis Baca Tulis di Jenjang Menengah, Indonesia Juga Krisis Bahasa Inggris di Jenjang Perguruan Tinggi

Arzha Ali Rahmat oleh Arzha Ali Rahmat
31 Agustus 2024
A A
SpeakPal dan Fondi, Aplikasi Brilian untuk Belajar Speaking Bahasa Inggris

SpeakPal dan Fondi, Aplikasi Brilian untuk Belajar Speaking Bahasa Inggris (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mahasiswa yang nggak bisa bahasa Inggris sama sekali itu aneh. Kok bisa nggak bisa, itulah yang jadi pertanyaan utama

Belakangan ini sempat heboh soal anak SMP yang nggak bisa baca tulis dengan lancar. Hal ini sangat mengkhawatirkan mengingat anak SMP harusnya udah bisa baca dan tulis. Kalau mau diulik, faktor yang memprakarsai hal ini ada banyak, entah faktor eksternal atau internal yang ada di sistem pendidikan kita.

Tapi selain krisis buta huruf di tingkat menengah sebenarnya ada krisis lain yang bikin saya khawatir. Apalagi kalau bukan krisis bahasa Inggris di tingkat perguruan tinggi. Yang mana kalau diulik, hal ini sama mengkhawatirkannya dengan krisis buta huruf di jenjang SMP.

Ketidakseriusan mahasiswa dalam berkuliah jadi salah satu faktor utama

Perlu ditekankan kalau banyak mahasiswa khususnya mahasiswa menengah yang sebenarnya nggak “mencari ilmu” saat kuliah. Biasanya mereka cuma kuliah biar dapet ijazah dan bisa dapet kerja yang bagus. Tujuan begitu sebenarnya nggak masalah.

Tapi yang jadi masalah adalah ketika tujuan itu dicapai dengan cara yang tidak sepantasnya. Tidak sepantasnya gimana? Ya, banyak. Misalnya pakai joki skripsi, presentasi di kelas nggak serius, nggak menganggap pelajaran itu penting, sampai nggak mau berpikir kritis di perkuliahan.

Kalau udah begini siap-siap aja mahasiswa yang harusnya jadi kaum intelek malah jadi kaum bobrok. Belajar nggak serius, pelajaran nggak masuk, nggak bisa mikir, bahkan sampai nggak bisa ngelakuin problem solving sederhana.

Seakan-akan mahasiswa menganggap kalau kuliah cuma ajang main-main. Yang penting nggak ngulang matkul, yang penting nilai nggak merah, dan yang penting bisa lulus aja. Pemikiran semacam ini juga nggak pantas dan nggak seharusnya dimiliki mahasiswa.

Bahasa Inggris akhirnya dianaktirikan oleh mahasiswa

Semua ketidakseriusan itu akhirnya berpengaruh juga ke kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa. Karena dianggap sebagai materi sampingan, akhirnya mahasiswa punya mindset kalau bahasa Inggris nggak penting dan nggak bakal kepake saat mendaftar kerja nanti.

Baca Juga:

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Boro-boro membentuk paragraf dalam bahasa Inggris, terkadang melakukan perkenalan diri pun banyak yang nggak bisa. Padahal udah diajarin dari SD, lho. Seharusnya membentuk paragraf bukan hal yang sulit. Apalagi di perkuliahan bahasa Inggris cukup penting.

Sebagai mahasiswa pasti akan berkutat dengan buku dan jurnal ilmiah. Tentunya banyak buku dan jurnal yang menggunakan bahasa Inggris. Kalau mahasiswa nggak bisa berbahasa Inggris mau gimana? Pake Google Translate? Kalau satu kata atau satu kalimat sih nggak masalah, lah kalau satu halaman gimana?

Memang nggak semua mahasiswa begini dan banyak yang lancar berbahasa Inggris. Tapi kelihatannya yang nggak lancar juga cukup banyak. Yang mana kalau terus dibiarin bisa jadi jumlah mahasiswa yang nggak bisa berbahasa Inggris nantinya terus bertambah. Kalau begini ya sangat mengkhawatirkan.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini?

Concern saya jika hal ini terus dibiarkan masa depan negara ini bisa rusak. Bukannya jadi Indonesia Emas 2045 malah jadi Indonesia Cemas 2045. Padahal harusnya mahasiswa sebagai kamu terpelajar jadi agen perubahan yang bisa mengubah masa depan negeri ini.

Bahkan mahasiswa harusnya juga bisa membanggakan Indonesia di kancah internasional. Tapi kalau nggak bisa bahasa Inggris gimana caranya?

Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah hal ini. Malah menurut saya ada dua cara yang bisa dilakukan. Cara pertama dengan mengubah mindset mahasiswa dan cara kedua dengan membenahi sistem pembelajaran di universitas itu sendiri,

Pertama dan paling penting tentunya mengubah mindset. Kalian boleh kuliah dengan tujuan mendapat pekerjaan yang layak. Tapi kalian juga nggak boleh buta-buta amat. Tanamkan mindset kalau bahasa itu Inggris penting. Bahkan asal kalian tahu, banyak perusahaan atau tempat kerja yang sangat suka kalau karyawannya pintar berbahasa Inggris. Jadi jangan takut dan jangan malu belajar bahasa Inggris.

Udah mahasiswa nggak bisa bahasa Inggris, nggak malu?

Kedua ya universitas harus membenahi sistem pembelajarannya. Saya bukan pakar pendidikan atau dosen jadi kurang paham soal hal ini. Namun jika bisa universitas harus lebih menekankan bahasa Inggris di dalam kurikulum atau sistem pembelajaran yang ada. Hal ini dilakukan untuk mendorong penguasaan bahasa Inggris di kalangan mahasiswa.

Sangat disayangkan kalau mahasiswa yang harusnya jadi kaum terpelajar malah nggak bisa bahasa Inggris, malu-maluin. Ibu saya yang cuma tamatan SD aja bisa bahasa Inggris dan katanya dulu belajar lewat bungkus mi atau bungkus shampoo. Masa kalian mahasiswa modern yang dikasih kemudahan nggak bisa bahasa Inggris?

Mulailah sadar kalau bahasa Inggris itu penting. Mau apa pun tujuan kalian saat berkuliah pelajarilah bahasa Inggris. Nggak usah pinter banget, bisa bikin kalimat atau bisa ngerti percakapan sehari-hari juga udah cukup. Dunia ini berkembang dan kalian bisa aja kerja sama orang luar negeri. Kalau nggak bisa bahasa Inggris apa kalian nggak malu sama gelar sarjana yang kalian punya?

Penulis: Arzha Ali Rahmat
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kemampuan Bahasa Inggris Jadi Syarat Lulus Kuliah Itu Merepotkan, apalagi untuk Mahasiswa Angkatan Tua

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Agustus 2024 oleh

Tags: Bahasa InggrisMahasiswaPerguruan Tinggitoefl
Arzha Ali Rahmat

Arzha Ali Rahmat

Lulusan Sastra Indonesia yang lebih suka mengikuti intuisi daripada sekadar teori. Menulis baginya adalah sebuah kebebasan

ArtikelTerkait

4 Cara untuk Menolak Ajakan Gabung ke Organisasi Mahasiswa terminal UKM mojok.co

Urutan Kasta Divisi Kegiatan Mahasiswa dari yang Enak sampai yang Apes

13 Juli 2020
skripsi pandemi tips agar skripsi cepat selesai skripsi ditiadakan, skripsian di rumah Pak Jokowi, Selain UN, Skripsi Juga Harusnya Ditiadakan Tahun Ini

Pak Jokowi, Selain UN, Skripsi Juga Harusnya Ditiadakan Tahun Ini

25 Maret 2020
grammar yang baik code switching skor toefl 550 aplikasi belajar bahasa inggris grammar toefl bahasa inggris cara belajar bahasa inggris mojok.co

Cake, Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Saingan Berat Duolingo

11 Januari 2021
Fasilitas UNNES Semakin Lengkap Setelah Saya Jadi Alumni, Jadi Menyesal Lulus Cepat Mojok.co

Fasilitas UNNES Semakin Lengkap Setelah Saya Jadi Alumni, Jadi Menyesal Lulus Cepat 

3 Juni 2025
Menebak Karakter Mahasiswa dari Warna Jas Almamater terminal mojok

Menebak Karakter Mahasiswa dari Warna Jas Almamater

19 Desember 2021
Society of Spectacle

Jadilah Society of Spectacle yang Baik dan Tidak Meresahkan

24 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026
Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

14 Januari 2026
8 Istilah Bahasa Jawa yang Orang Jawa Sendiri Salah Paham (Unsplash)

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

18 Januari 2026
Bekasi Justru Daerah Paling Nggak Cocok Ditinggali di Sekitaran Jakarta, Banyak Pungli dan Banjir di Mana-mana

Bekasi: Planet Lain yang Indah, yang Akan Membuatmu Betah

13 Januari 2026
Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan Pembayaran QRIS ke Pembeli  Mojok.co

Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan QRIS ke Pembeli 

17 Januari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.