Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat

Ferika Sandra oleh Ferika Sandra
30 April 2026
A A
IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat mojok.co

IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tinggal tak jauh dari mal Ciputra World Surabaya punya keuntungan tersendiri. Saya dapat dengan mudah mampir ke sana tanpa melewati jalanan yang menyebalkan. Terlebih, saya tipe orang yang suka ke mal kalau pas lagi gabut. Walau tak membeli apa-apa, kadang melihat pengunjung dan barang-barang saja sudah refreshing, terutama produk-produk di IKEA Ciputra World Surabaya.

Sebenarnya tak hanya produk-produk IKEA yang bikin betah berlama-lama di sana. Secara keseluruhan, pengalaman menelusuri IKEA itu positif, termasuk interaksi dengan satpam dan karyawannya. 

Baca juga 4 Rekomendasi Produk IKEA yang Layak Dipertimbangkan untuk Dibeli.

IKEA Ciputra World Surabaya setara satpam BCA, responsif dan informatif

Pertama, mari kita bicara soal satpam. Ini terdengar sepele, tapi justru di situlah letak pentingnya. Satpam IKEA ramahnya setara satpam BCA, dan ini adalah pujian tinggi di negeri ini. Bukan ramah basa-basi, tapi ramah yang sigap dan membantu. Saat saya kebingungan menghadapi mesin pembelian es krim (yap, mesin es krim pun bisa membuat orang merasa bodoh), seorang satpam langsung menghampiri tanpa diminta, menanyakan apakah saya perlu bantuan. Tidak menghakimi, tidak mendesah, dan tidak memasang wajah “kok beginian aja nggak bisa”.

Lebih dari itu, satpam IKEA juga informatif. Ketika melihat antrian panjang di kasir, mereka dengan cekatan mengarahkan pengunjung yang hanya ingin menukar struk es krim gratis ke kasir lain. Tidak ada papan petunjuk besar, tidak ada pengumuman ribet. Tapi pendekatan personal semacam ini justru terasa lebih efektif dan manusiawi. Rasanya seperti dilayani, bukan sekadar diawasi saja.

Inspo untuk dekorasi tata ruang

Kedua, IKEA memberi kesempatan langka, yaitu melihat inspirasi set ruangan rumah secara nyata. Bukan sekadar katalog dua dimensi saja. IKEA mensetting ruang-ruang rumah mulai dari kamar tidur sempit sampai dapur mungil dengan detail yang realistis. Printilan kecilnya diperhitungkan, tata letaknya masuk akal. Jadi pengunjung IKEA tidak hanya disuruh membeli barang, tapi diajak membayangkan hidup di dalamnya.

Tak ketinggalan, pengunjung juga dipersilakan mencoba langsung perabot yang ada, mulai dari berbaring di kasur, duduk di kursi, hingga menyentuh detail furniturnya. Seolah-olah, ketika ketertarikan muncul untuk membeli, mereka sudah lebih dulu mengenal material dan fungsi yang paling sesuai dengan kenyamanan masing-masing.

Bagi pengunjung yang sedang atau akan menata rumah, ini adalah pengalaman belanja yang menyenangkan sekaligus edukatif. Setiap barang yang dipajang dilengkapi tag harga dan deskripsi singkat kegunaannya. Tidak terasa menggurui, tapi cukup informatif untuk membuat kita berpikir, “Oh, ternyata begini ya fungsinya.” Tanpa sadar, otak kita juga digiring untuk tertarik. Dan menurut saya, memang IKEA pintar menggoda konsumen.

Baca Juga:

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

IKEA Ciputra World Surabaya tempat aman bagi kaum mendang-mending

Ketiga, ini poin penting bagi kaum mendang-mending dan pengunjung yang punya rasa sungkan tinggi. Di IKEA, kamu masih bisa keluar dengan barang belanjaan tanpa harus menjual ginjal. IKEA memang dikenal dengan furniturenya, tapi yang sering luput dibicarakan adalah printilan-printilan murahnya. Kamu masih bisa menemukan printilan serba guna di IKEA dengan harga mulai dari Rp5.000.

Bagi kamu yang tidak enak hati jika masuk toko tapi keluar dengan tangan kosong, IKEA adalah tempat yang ramah mental. Tidak membeli lemari pun tidak masalah. Kamu bisa membeli satu mangkuk kaca sepuluh ribu rupiah, set mangkuk enam biji seharga Rp19.999, pengharum ruangan kering seharga Rp19.900 yang jujur saja, wanginya seperti wangi orang kaya, atau bantal kursi super empuk dengan harga Rp29.900, dan masih banyak lagi. Murah, fungsional, dan tidak memalukan. Kamu tidak akan merasa kecil saat melangkah keluar.

Baca juga Mengintip Strategi Kesuksesan IKEA di Indonesia.

Bistro dan kafe Swedia destinasi yang melegenda

Keempat, dan ini yang hampir selalu jadi penutup manis, yaitu bistro dan kafe Swedia. Area ini seperti oase bagi pengunjung mal. Selepas berkeliling atau bahkan tanpa berkeliling IKEA sama sekali, pengunjung bisa langsung mengakses bistro IKEA dari pintu keluar. Menunya sederhana, harganya masuk akal. Jajanan ringan mulai dari delapan ribuan, dan tentu saja ikon legendarisnya: es krim cone vanilla seharga Rp4.000. Iya kalian nggak salah dengar, empat ribu rupiah! Lebih murah dibanding parkir mal.

Pengunjung cukup menukar koin di kasir bistro untuk mendapatkan cone kosong, lalu menuju mesin es krim sendiri. Sensasinya mirip main mesin capit di zona 2000, deg-degan, receh, tapi nagih. Jujur saja, ini salah satu pengalaman dan bagian paling menyenangkan. Bukan cuma karena murah dan enak, tapi karena ada rasa senang kecil yang ikut dibawa pulang.

Pengalaman berkeliling IKEA Ciputra World Surabaya membuat saya sedikit termotivasi untuk membayangkan masa depan memiliki rumah dengan furnitur cantik beserta perintilannya. Atau setidaknya saya menemukan hiburan kecil yang relatif ramah kantong. Duduk, makan es krim, mengamati orang lalu-lalang, tanpa harus cemas memikirkan sisa saldo di rekening ketika akhir bulan.

Dan, mungkin IKEA akan menjadi salah satu gerai mal yang akan sering saya kunjungi ke depannya. Kalau bukan untuk belanja furnitur, setidaknya untuk menikmati es krim di tengah teriknya udara Surabaya.

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Tipe Orang yang Nggak Cocok Masuk Mal Tunjungan Plaza Surabaya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 April 2026 oleh

Tags: ciputra world surabayaikeaIKEA Ciputra World SurabayaMalmal surabayaSurabaya
Ferika Sandra

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

Museum di Surabaya Memang Banyak, tapi Teks Deskripsinya Bikin Pengunjung Gagal Paham

Museum di Surabaya Memang Banyak, tapi Teks Deskripsinya Bikin Pengunjung Gagal Paham

26 Juni 2024
Surabaya Nggak Nyaman di Mata Arek Suroboyo Sendiri eri cahyadi

2 Problem Mendesak di Surabaya yang Perlu Ditangani Eri Cahyadi ketika Terpilih Nanti

13 November 2024
Ilustrasi Romokalisari Surabaya, Wisata Mahal yang Isinya Penyesalan (Unsplash)

Penyesalan Berwisata ke Romokalisari Adventure Land Surabaya, Tempat Wisata Berkedok Adventure Land, tapi Isinya Cuma Panas dan Mahal bagi Mahasiswa

21 April 2024
Tiara Uci Mengungkap 5 Penderitaan Tinggal di Surabaya

Tiara Uci Mengungkap 5 Penderitaan yang Dirasakan Selama Tinggal di Surabaya

8 April 2023
4 Tempat Wisata Malam di Surabaya yang Ramah Kantong

4 Tempat Wisata Malam di Surabaya yang Ramah Kantong

13 Juni 2022
5 Kuliner Ekstrem yang Bisa Dijumpai di Surabaya Terminal Mojok

5 Kuliner Ekstrem yang Bisa Dijumpai di Surabaya

10 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

12 Istilah Hujan yang Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo” Mojok

12 Istilah Hujan yang Terdengar Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo”

30 April 2026
Cepu, Kecamatan di Blora yang Paling Pantas Dikasihani Mojok.co

Satu Dekade Merantau, Transportasi Umum di Blora Masih Gaib dan Jalanannya Bikin Cepat Menghadap Tuhan

24 April 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Kerennya Hanya Sesaat Mojok.co

Meskipun Prodi Sosiologi Tidak Relevan dengan Dunia Industri, Menghapusnya Hanya Akan Menghambat Kemajuan Bangsa Ini

30 April 2026
Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

29 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”
  • Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan
  • KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa
  • Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.