Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Humor Diseriusin, Hukum Dibercandain

Mubaidi Sulaeman oleh Mubaidi Sulaeman
18 Juni 2020
A A
gus baha' mazhab humor mencintai gus dur, humor

gus baha' mazhab humor mencintai gus dur, humor Humor Diseriusin, Hukum Dibercandain

Share on FacebookShare on Twitter

Gara-gara rame berita soal BuzzeRp di negeri ini, saya tiba-tiba ingat sebuah puisi yang pernah dibacakan oleh Gus Mus (Kh, Musthofa Bisri) dalam suatu acara pameran seni tahun 2011. Puisi beliau ini sangat relevan—saking relevannya, saya sampai merasa kalau Gus Mus ini cenayang yang bisa meramal masa depan. Puisi itu berjudul “Negeri Ha ha ha Hi hi hi”. Begini bait-bait puisi tersebut:

Bukan karena banyaknya group lawak maka negeriku selalu kocak
Justru group lawak hanya mengganggu dan banyak yang bikin muak.
Negeriku lucu dan para pemimpinnya suka mengocok perut.
Banyak yang terus pamer kebodohan dengan keangkuhan yang menggelikan.
Banyak yang terus pamer kekekrdilan dengan teriakan yang memilukan.
Banyak yang terus pamer kepengecutan dengan lagak yang memuakkan…hahaha…

Pejuang keadilan jalannya miring.
Penuntut keadilan kepalanya Pusing.
Hakim main mata dengan Maling
Wakil rakyat baunya pesing..hi hi hi..

Kalian jual janji-janji untuk menebus kepentingan sendiri.
Kalian hafal pepatah petitih untuk mengelabui mereka yang tertindih.
Pepatah petitih… hahahaha..
Anjing menggongGong kafilah berlalu, sambil menggonggong kalian terus berlalu.
Hahaha.. hihihi…
Ada udang di balik batu, otaknya udang kepalanya batu…
Hahaha….hihihi…
Sekali dayung dua pulau terlampaui sekali untung dua pula terbeli.
Hahaha….hihihi…
Hujan emas di negeri orang hujan batu di negeri sendiri
Lebih baik yuk hujan-hujan caci maki  Hahaha….hihihi…

Seandainya saya memiliki kuasa di negeri ini, puisi ini bakal saya pajang di depan kantor presiden dan gedung DPR-MPR di Senayang sebagai hiburan dan pengingat ketika berangkat kerja.

Puisi ini terlihat sangat nyata karena “grup lawak” di negeri ini semakin hari semakin bikin muak. Masa komedian, yang bekerjanya memang untuk membuat komedi saja diserang. Mereka seakan tidak bisa diajak bercanda dan malah menanggapi perkara sepele seperti ini dengan sangat serius.

Belum lagi kasus yang menimpa seorang warganet dari Kepulauan Sula, Maluku Utara yang bernama Ismail Ahmad. Saat ini dia sedang diperkarakan karena mengunggah guyonan Gus Dur soal polisi di halaman Facebooknya. Guyonan yang isinya bilang kalau hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Jendral Polisi Hoegeng ini dianggap menista polisi dan Ismail Ahmad “dipaksa” untuk meminta maaf soal guyonannya dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Ini jelas sangat menggelikan dan tidak masuk akal. Maksud saya, Humor Gus Dur soal polisi ini sudah ada lama sekali. Lagian yang namanya humor, kan memang dibuat berlebihan agar bisa “menyentil” atau menyindiri secara halus subyek dari humor tersebut. Dan masa sih polisi itu pada nggak tahu konteks humor ini? .

Baca Juga:

Seandainya Masih Hidup, Mungkin Begini Tanggapan Gus Dur terhadap Pengibaran Bendera One Piece

4 Pertanyaan yang Sebaiknya Jangan Ditanyakan ke Orang Jombang, Bikin Kesal!

Humor tersebut hakikatnya telah beredar luas di masyarakat sejak puluhan tahun yang lalu, salah satunya dalam sebuah buku yang di tulis oleh AS Hikam pada tahun 2008. Diceritakan di lain waktu, humor ini dilontarkan oleh Gus Dur dalam sebuah acara talkshow TV nasional, yang artinya, jutaan masyarakat Indonesia telah mendengarkannya, termasuk institusi Kepolisian tentunya. Tidak mungkin juga, para Polisi tidak menikmati joke ini pada waktu itu.

Kalian tahu apa yang lebih menggelikan dari itu semua? Bagaimana kasus yang menimpa Novel Baswedan yang seharusnya ditanggapi serius, kenyataannya diselesaikan dengan sebuah komedi (yang sangat tidak lucu) di gedung kejaksaan.

Padahal, kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan ini sudah menjadi misteri tiga tahun dua bulan. Upaya mencari fakta dan barang bukti juga sangat rumit dan penuh drama. Sayangnya kasus ini jadi anti klimaks setelah pelaku penyiraman air keras yang selama ini tidak terlacak jejaknya tiba-tiba menyerahkan diri.

Selain mengatakan bahwa pelaku tidak sengaja menyiram air keras, kesalahan perawatan paska kecelakaan, Novel Baswedan yang jelas-jelas korban dituduh menskenario penyerangan terhadap dirinya sendiri.

Betapa kasus ini jadi sebuah guyonan ketika kedua pelaku hanya dituntut hukuman satu tahun saja. Padahal, jika melacak lama hukuman kasus-kasus lain yang menggunakan air keras sebagai senjata selalu mendapat tuntutan yang sangat berat.

Penangkapan dua pelaku ini pun masih meninggalkan sebuah “tanda tanya besar”, yaitu hanya berlangsung 11 hari setelah Jenderal Listiyo Sigit Prabowo diangkat menjadi Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri. Entah apa karena “otak udang” saya yang berkepala batu, sehingga saya tertawa terbahak-bahak ketika melihat tuntutan kasus ini yang endingnya bisa ditebak  seperti FTV di Indonesia atau memang betapa lucunya penanganan hukum di Negeri ini. hahaha.

BACA JUGA Belajar dari Kolor Perdamaian Gus Dur dan tulisan Mubaidi Sulaeman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Juni 2020 oleh

Tags: Gus Durhumorpuisi gus mus
Mubaidi Sulaeman

Mubaidi Sulaeman

Pura-Pura jadi Peneliti

ArtikelTerkait

jon snow dan permainan tahta

Jon Snow dan Sosok Mendiang Gus Dur: Tak Perlu Mati-Matian Mempertahankan Tahta

16 Mei 2019
guyonan tukang bakso di depan rumah mojok

Guyonan Tukang Bakso di Depan Rumah Itu Nggak Lucu dan Garing

20 Juni 2021
Persamaan Ormas Islam Indonesia dan Klub Liga Inggris MOJOK.CO

Persamaan Ormas Islam Indonesia dan Klub Liga Inggris, Liverpool Adalah NU dan Arsenal Itu HTI

25 Juli 2020
gus baha' mazhab humor mencintai gus dur, humor

Terlambat Mencintai Gus Dur

19 Juni 2020
3 Persamaan Kozuki Oden dengan Gus Dur yang Bikin Mereka Layak Dikagumi terminal mojok.co

3 Persamaan Kozuki Oden dengan Gus Dur yang Bikin Mereka Layak Dikagumi

18 Februari 2021
Seandainya Masih Hidup, Mungkin Begini Tanggapan Gus Dur terhadap Pengibaran Bendera One Piece Mojok.co

Seandainya Masih Hidup, Mungkin Begini Tanggapan Gus Dur terhadap Pengibaran Bendera One Piece

3 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

26 Februari 2026
Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

22 Februari 2026
Pulang ke Lembata NTT Setelah Lama Merantau di Jawa, Kaget karena Kampung Halaman Banyak Berubah Mojok.co

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

25 Februari 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026
6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag- Cuma Bikin Sakit Hati! (Wikimedia Commons)

6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Sakit Hati

22 Februari 2026
7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.