Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Hanoman yang Terpaksa Alih Profesi Jadi Kurir

Ervinna Indah Cahyani oleh Ervinna Indah Cahyani
7 Mei 2020
A A
Hanoman yang Terpaksa Alih Profesi Jadi Kurir
Share on FacebookShare on Twitter

Masih pagi untuk Hanoman thenguk-thenguk di kursi teras rumahnya. Bertopang dagu. Dari raut wajahnya, ia tampak memikirkan sesuatu. Hingga tak sadar bahwa istrinya, Trijata, mengantarkan kopi dan duduk di sampingnya. Dan ketika istrinya bertanya tentang apa yang di pikirkannya, ia hanya menjawab bahwa sedang bosan hidup. Trijata kaget mendengar jawaban suaminya tersebut.

Trijata, anak dari adiknya Rahwana, Gunawan Wibisana, telah membius Hanoman semenjak kedatangannya ke Ngalengka untuk menyerahkan cincin dari Rama kepada Sinta. Dari pohon Nagasari tempatnya mengintip taman keputren, dia terperanjat akan kecantikan Trijata. Ia menaruh hati pada pandangan pertama. Hingga Hanoman berhasil menikahi Trijata, sesudah perang besar antara bangsa kera dengan bangsa raksasa dalam merebut Sinta kembali.

Trijata juga tahu bahwa Hanoman, si kethek putih itu ditakdirkan dewata untuk bisa merencanakan kematiannya sendiri. Apakah ini tanda bahwa ia akan menggunakan privilege tersebut sekarang? Itu berarti Trijata harus siap ditinggal dan menjadi janda.

“Apa Kakangmas tega meninggalkan Trijata sendirian mengurus anak kita, Trigangga? Apa kakangmas juga tidak kasihan padaku, aku akan menjadi janda,” kata Trijata sedih.

“Hmmm, bukan seperti itu, Nimas. Aku ini bosan hidup gini-gini aja. Bukan berarti mau merencanakan untuk menggunakan privilege tersebut sekarang. Apalagi Trigangga belum menjadi anak yang mentes. Masih kecil. Aku juga tidak ingin engkau menjadi janda, Trijata. Dan tak ingin Trigangga menjadi anak yatim. Tak sepengecut itu aku, Nimas”

“Lalu, Mas?”

“Semenjak sekolah libur, kakangmas kehilangan penghasilan utama, Nimas. Kakangmas nggak bisa jualan cilok di sekolah lagi. Sekarang jadi pengangguran. Sumpek. Pekarangan rumah yang kita tanami sayur hanya membantu kita untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Sedang untuk beli sabun cuci, sabun mandi, pasta gigi, listrik, pulsa, kuota, dari mana?

“Terlintas di benak kakangmas untuk kembali menjadi petapa. Hidup hanya dari alam. Tidak membutuhkan uang, karena kebutuhan sudah tercukupi. Tetapi, anak kita, Trigangga, aku ingin dia merasakan sekolah, tidak seperti bapak ibunya yang tidak pernah sekolah modern. Aku juga ingin Trigangga menjadi pandhita modern. Biar nanti menjadi dokter ataupun pegawai negeri. Atau apa pun yang dicita-citakan Trigangga.

Baca Juga:

Sarjana Agama Jangan Mau Dicap Cuma Bisa Terima Setoran Hafalan, Ini 5 Profesi Alternatif yang Butuh Keahlian Agama Kamu

6 Usaha yang Semakin Redup karena Perkembangan Zaman

“Tetapi semenjak sekolah libur, ia yang masih SMP itu harus belajar dari rumah dengan sistem online. Butuh kuota. Mau pasang wifi kok ya ndak ada dhuwit. Apalagi nanti bayar bulanannya bagaimana. Sampai kapan kaya gini juga nggak bisa dipastikan selain menerka-nerka. Apalagi listrik kita bukan subsidi, Nimas. Sembako juga tak pernah dapat. Hanya gara-gara dulu kakangmas adalah panglima perang. Padahal sekarang juga sama seperti mereka.” Sambat Hanoman panjang lebar.

“Kakangmas.”

“Iya, Nimas?”

“Aku punya ide, Kangmas. Kangmas sepertinya punya bakat dalam mengantarkan barang. Seperti yang Mas lakukan sewaktu di Ayodya dulu. Mengantarkan cincin Rama kepada Sinta di Ngalengka dengan selamat. Aji sepi angin pemberian dari Batara Bayu masih ada di kakangmas, kan?”

“Masih, Nimas. Lalu bagaimana?”

“Bagaimana kalau Kakangmas melamar pekerjaan menjadi kurir? Di saat seperti ini kurir sangat dibutuhkan, Mas. Apalagi sekarang dengan imbauan di rumah saja, banyak orang yang memilih untuk membeli secara online. Mas bisa menggunakan ajianmu sepi angin itu untuk mengantarkan barang ke konsumen dengan cepat,” ucap Trijata dengan semangat.

“Ide yang bagus, Nimas. Tetapi, di saat seperti ini mana ada jasa pengiriman membuka lowongan pekerjaan?”

“Hmmm,” Trijata nampak berpikir. Tak lama, ia berucap, “Bagaimana kalau membuat jasa pengiriman sendiri, Kangmas? Nanti Mas hubungi si kethek ungu, Anila dan kethek abang, Anggada, untuk membangun usaha bersama? Toh mereka juga sepertinya jadi pengangguran sekarang.”

***

Karena ide dari istri tercintanya, Hanoman pun menghubungi kedua karibnya sewaktu menjadi panglima perang di Ayodya, Anila dan Anggada. Mereka pun menyetujui ide usaha bersama tersebut. Tak lama, mereka bertemu untuk membahas usaha mereka. Pertemuan itu menghasilkan nama branding usaha mereka dengan “Samirana espres”. Segera mereka membuat logo, brosur, dan keperluan-keperluan usaha mereka.

Butuh waktu seminggu untuk mereka benar-benar siap menyiapkan usaha mereka. Hingga Senin pagi itu, mereka meresmikan usaha tersebut. Dengan mereka bertiga menjadi tukang kurirnya. Dan Trijata menjadi bagian kantor.

Tak butuh lama untuk Samudana espres dikenal. Karena kecepatan pengantarannya yang seperti angin tersebut. Usahanya sangat membantu mereka-mereka yang tak boleh keluar rumah. Tak lupa dalam menjalankan tugas, mereka memakai masker seperti imbauan.

Hingga sekarang, Hanoman sudah punya beberapa orang yang sudah direkrut untuk menjadi kurir. Membuka peluang usaha untuk orang lain di saat susah seperti ini. Mereka dilatih Hanoman untuk menguasai ajian sepi angin. Sebentar lagi, sebentar lagi, karyawannya akan bisa menguasai ajian sepi angin. Sehingga bisa mengantar barang dengan cepat, secepat samirana atau angin.

BACA JUGA Surat Hanoman kepada Sinta dan tulisan Ervinna Indah Cahyani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Mei 2020 oleh

Tags: hanomankurirpandemi coronaprofesi
Ervinna Indah Cahyani

Ervinna Indah Cahyani

Guru Bahasa Jawa dan pecinta kucing.

ArtikelTerkait

5 Sisi Gelap Dunia Makeup Artist Terminal Mojok

5 Sisi Gelap Dunia Makeup Artist

18 Agustus 2022
Mengenal Profesi Akuntan yang Ternyata Tak Seindah Bayangan Terminal Mojok

Mengenal Profesi Akuntan yang Bertaruh Nyawa dan Tak Seindah Bayangan

6 Januari 2021
6 Usaha yang Kian Redup karena Perkembangan Zaman Mojok.co

6 Usaha yang Semakin Redup karena Perkembangan Zaman

29 Oktober 2025
Sarjana Agama Jangan Mau Dicap Cuma Bisa Terima Setoran Hafalan, Ini 5 Profesi Alternatif yang Butuh Keahlian Agama Kamu

Sarjana Agama Jangan Mau Dicap Cuma Bisa Terima Setoran Hafalan, Ini 5 Profesi Alternatif yang Butuh Keahlian Agama Kamu

6 November 2025
Jasa Ekspedisi Perlu Kembangkan Teknologi GPS demi Ketenangan Bersama terminal mojok.co

Jasa Ekspedisi Perlu Kembangkan Teknologi GPS demi Ketenangan Bersama

15 Mei 2021
Tegarnya Menjadi Kurir_ Sudah Ditindas, Sering Dituduh Culas terminal mojok

Tegarnya Menjadi Kurir: Sudah Ditindas, Sering Dituduh Culas

18 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Istilah Bahasa Jawa yang Orang Jawa Sendiri Salah Paham (Unsplash)

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

18 Januari 2026
Motor Supra, Motor Super yang Bikin Honda Jaya di Mata Rakyat (Sutrisno Gallery/Shutterstock.com)

Tanpa Motor Supra, Honda Tidak Akan Menjadi Brand Motor Terbaik yang Pernah Ada di Indonesia

16 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

19 Januari 2026
Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

20 Januari 2026
Ilustrasi Purwokerto dan Purwakarta, Bikin Kurir Ekspedisi Kena Mental (Unsplash)

Purwokerto dan Purwakarta: Nama Mirip Beda Provinsi yang Bikin Paket Nyasar, Ongkir Membengkak, dan Kurir Ekspedisi Kena Mental

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.