Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Beli Buku di Google Play Books – Terminal Mojok

Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Beli Buku di Google Play Books

Artikel

Avatar

Google Play Books merupakan aplikasi e-book terbesar di dunia yang diluncurkan oleh Google sejak 2010 silam. Di dalam aplikasi yang menyediakan lebih dari 5 juta buku elektronik ini, pengguna dapat menikmati beragam buku secara gratis maupun berbayar.

Selain menyediakan banyak buku, aplikasi ini juga menawarkan keunggulan lain seperti: harga buku yang lebih terjangkau dibandingkan dengan versi cetaknya, pencarian kata dalam buku yang mudah, serta pengguna bisa melihat beberapa sampel isi halaman pada buku berbayar sebelum akhirnya memutuskan layak atau tidaknya buku itu dimiliki.

Aplikasi ini sangat berguna bagi pembaca yang nggak mempunyai masalah saat harus berlama-lama menatap layar hape. Namun, karena jenis yang elektronik tentu banyak hal yang nggak akan Anda dapatkan jika dibandingkan dengan buku cetak. Seperti, kesan membaca buku jelas berbeda, kesehatan mata yang lebih terjaga, nggak bisa lagi menikmati aroma buku yang bagi sebagian orang sangat menarik, serta kehilangan fungsi lain buku yang bisa jadi nilai estetis saat tersusun rapi di rak.

Meskipun kedua jenis buku ini menawarkan kelebihan masing-masing, semua itu balik lagi pada kebutuhan Anda. Namun, terlepas dari pilihan Anda jatuh pada buku versi cetak atau versi elektronik, ada satu hal penting yang sebaiknya Anda perhatikan saat memutuskan membeli buku di Google Play Books.

Cerita ini bermula ketika beberapa waktu lalu, saya melihat di lini masa Instagram sebuah akun toko buku yang saya ikuti memasukkan buku Creative Writing, yang ditulis A.S Laksana, terbitan baNANA ke dalam daftar kategori buku yang banyak diminati oleh pembaca.

Sebenarnya buku dengan judul ini sudah lama terbit, hanya sebelumnya diproduksi oleh penerbit GagasMedia (warna dominan hitam dengan gambar ujung pena di sampulnya) dan saya termasuk salah seorang yang memiliki buku Creative Writing terbitan GagasMedia ini, tapi dengan versi ebook di Google Play Books.

Sependek ingatan saya, waktu itu saya beli dengan harga Rp40 ribuan. Lebih murah jika dibandingkan dengan terbitan baNANA sekarang yang harganya Rp72.600. Lantaran animo warganet, entah mengapa memantik keinginan saya untuk mempelajari kembali setiap lembaran buku yang menawarkan tips menulis ciamik itu lewat Google Play Books.

Namun, keinginan itu kandas saat saya nggak menemukan lagi buku terbitan GagasMedia ini dalam daftar hasil pencarian dengan kata kunci “Creative Writing A.S Laksana”. Yang muncul hanya buku versi terbitan baNANA. Sekelebat saya merasa kecewa dengan aplikasi ini. Pasalnya, saya nggak lagi bisa menikmati buku yang sudah saya beli beberapa tahun lalu itu.

Sempat berkontemplasi sejenak sebelum akhirnya menelusuri setiap fitur-fitur dalam aplikasi ini, khawatir saya ngelewatin informasi penting. Seperti, seluruh buku yang sudah dibeli dan diunduh nggak akan dimiliki secara permanen. Namun, hasilnya nihil.

Tak berhenti sampai di situ, saya pun kemudian mencoba mencari jawabannya lewat mesin pencari Google. Tak menunggu lama, setelah beberapa kali nge-scroll akhirnya saya menemukan link yang memuat tentang kebijakan pengguna untuk Google Play Books. Saya klik dan mendapatkan penjelasanya seperti ini,

Meskipun Anda berhak mengakses eBook Anda, harap diperhatikan bahwa hak ciptanya masih dipegang oleh pemegang hak eBook tersebut, biasanya penerbit atau penulis yang mengirimkan judul tersebut ke program mitra Google Books. Pada kasus tertentu, kami terpaksa menghapus akses pelanggan ke konten yang disimpan secara online. Namun, unduhan apa pun yang telah Anda dapatkan akan terus bekerja, meskipun kami tidak lagi dapat memberikan akses online ke eBook.”

Nah dari informasi ini, saya akhirnya paham jika hak cipta dari buku yang ada di Google Play Books masih dipegang penerbit atau si penulis buku. Sehingga wajar saja buku terbitan lama (buku Creative Writing terbitan GagasMedia) menghilang karena sudah pasti digantikan dengan versi yang terbaru.

Selain itu, kebijakan itu juga menjelaskan jika pengguna masih tetap bisa mengakses buku yang sudah ditarik oleh penulis atau penerbit, selama pengguna nggak menghapus unduhan buku yang sudah mereka beli sebelumnya.

Namun sialnya, sejak awal informasi ini luput. Sehingga waktu itu saya menghapus unduhan buku ini karena kapasitas hape yang sudah nggak bisa diajak kompromi. Toh, pikir saya, jika suatu saat pengin saya baca kembali, kan gampang tinggal unduh lagi. Namun sayang, semuanya terlambat.

Nah, jadi bagi kalian yang sudah membeli buku kesayangan versi elektronik di Google Play Books, saya saranin nggak usah dihapus biar lebih aman.

BACA JUGA Body Temperature Diary dan Aplikasi Android Lain yang Bikin Gagal Paham dan tulisan Munawir Mandjo lainnya.

Baca Juga:  Membedah Langit Abu-Abu dan Lagu Lain Milik Tulus: Sosok yang Datang Saat Ada Perlu, Lalu Hilang Entah Kemana

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
11


Komentar

Comments are closed.