Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Hal-hal yang Sering Dibicarakan para Pendeta Saat Kumpul Bareng

Yesaya Sihombing oleh Yesaya Sihombing
23 Juli 2022
A A
Hal-hal yang Sering Dibicarakan para Pendeta Saat Kumpul Bareng Terminal Mojok

Hal-hal yang Sering Dibicarakan para Pendeta Saat Kumpul Bareng (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai seorang pendeta, saya tergabung dalam beberapa komunitas sesama pendeta. Ada yang skalanya se-kabupaten/kota, ada yang berskala provinsi, ada juga yang nasional. Nah, saat kumpul-kumpul bareng pendeta lain, tentu banyak hal yang biasanya kami bicarakan. Acara kumpul-kumpul tersebut ada yang bersifat formal, ada juga yang informal dan lebih santai.

Untuk acara yang bersifat formal, waktu untuk bercengkerama sangat terbatas. Biasanya kami disibukkan dengan agenda-agenda rapat yang padat merayap. Belum lagi kalau rapatnya berhubungan dengan suatu keputusan penting, kepala bisa panas dengan berbagai perbedaan pendapat yang ada. Jadi, yaaa… lebih terkesan kaku, kayak kanebo kering.

Nah, untuk acara kumpul-kumpul informal, pastinya suasana lebih cair dan gayeng. Saya sangat menikmati perbincangan yang nggak dibebani rangkaian agenda berat, atau adu argumen yang nggak jelas juntrungannya. Pembicaraan gayeng macam itu sering saya jumpai di perkumpulan pendeta skala se-kabupaten.

Penasaran nggak sih apa saja yang dibicarakan para pendeta saat sedang kumpul bareng?

#1 Kondisi kesehatan

Kesehatan adalah hal yang utama dalam kehidupan. Prinsip itu pun yang diamini para pendeta. Maka saat bertemu satu sama lain, topik kesehatan tak luput dibicarakan. Saling memperhatikan kesehatan satu sama lain adalah hal yang wajib. Pertanyaan seperti, “Halo, Pak. Wah, kok kurusan sekarang? Lagi sakit?” hampir selalu ditanyakan. Bahkan kadang para pendeta saling pamer hasil cek lab masing-masing,

“Puji Tuhan, kolesterol saya normal, gula darah juga oke. Cuma ya itu, trigliserida-nya di atas ambang batas normal,” yang langsung ditimpali nasihat, “Wah, kebanyakan gorengan tuh. Tempe kemulnya dikurangin lah.”

#2 Curhat tentang jemaat

Pendeta nggak dapat dilepaskan dari jemaat, demikian pula sebaliknya. Maka, topik tentang jemaat jadi menu yang biasanya dibahas para pendeta saat kumpul bareng.

Pembicaraan akan semakin seru ketika membahas jemaat-jemaat yang bandel, bermasalah, atau suka “jalan-jalan”.

Baca Juga:

Jurusan Studi Agama-agama, Jurusan yang Sukses Bikin Saya Pusing

Di Cilegon, Lebih Mudah Membangun Tempat Hiburan Malam ketimbang Membangun Gereja

Tentang jemaat bandel, cirinya susah banget diajak setia beribadah. Ada saja alasan yang dikemukakan si jemaat. Setelah mendengar masalah tentang jemaat bandel, biasanya para pendeta senior akan memberi petuah-petuah tentang bagaimana pendekatan yang sebaiknya dilakukan terhadap jemaat tersebut.

Mengenai jemaat bermasalah, biasanya disebabkan adanya satu kasus yang cukup mencolok, sehingga memberi dampak yang lumayan mengkhawatirkan. Contohnya, ada jemaat di suatu gereja yang melakukan penginjilan terbuka untuk mempengaruhi pengikut agama lain agar mau berpindah agama. Masalah seperti ini kan bisa bikin suasana kerukunan antarumat beragama menjadi keruh. Lantas, para pendeta akan bersepakat untuk melakukan langkah-langkah preventif agar hal tersebut nggak berlanjut.

Tentang jemaat yang suka “jalan-jalan” ini juga tak kalah seru. Apalagi kalau jemaat tersebut berpindah-pindah gereja di dalam satu kabupaten/kota, ya tentu jadi omongan. Dulu di GKI, sekarang di GPdI, eh, tahu-tahu besok sudah di GBI. Lama-lama bisa pindah agama. Kalau nggak puas, malah bisa bikin agama baru. Eh.

Ada saja yang bertanya, “Si anu masih bergereja di tempatmu?”

“Oh, sudah nggak, Pak. Sekarang kalau nggak salah di gereja X.”

Masalah akan menjadi semakin runyam apabila perpindahan jemaat dari satu gereja ke gereja lain nggak disertai surat resmi. Nanti, kalau ada apa-apa, misalnya wafat, gereja mana yang berkewajiban untuk melaksanan upacara penguburan? Nah.

#3 Saling membandingkan kenyamanan

Selanjutnya, tentang membandingkan kenyamanan—dan biasanya kemapanan—juga menjadi topik yang dibicarakan saat kumpul bareng. Kehidupan pendeta yang ada di gereja presbiterial, tentu berbeda dengan pendeta di gereja pentakosta atau karismatik. Di gereja presbiterial, ada sistem penggajian pendeta. Sedangkan di gereja pentakosta dan karismatik, pendeta mendapat penghidupan dari perpuluhan yang diberi jemaat.

Dialog semacam ini menjadi gambarannya,

“Wah, enak ya di gerejamu, sudah dapat tempat tinggal, digaji pula.”

“Weladalah, jangan salah bro. Meski digaji dan diberi tempat tinggal, kami sangat terbatas dalam mengeksekusi suatu kebijakan karena kami menganut sistem kemajelisan. Enak di tempatmu lah, penghidupannya dari perpuluhan,”

“Duh, jangan salah, Mas. Perpuluhan itu kan bukan paksaan, ya? Kami hanya dapat mengimbau jemaat untuk memberi perpuluhan. Kalau hati mereka nggak tergerak, ya mereka bebas untuk nggak memberi perpuluhan.”

“Oalah,”

“Hahaha” (ketawa bareng)

Kegayengan, keakraban, dan kesatuan menjadi tujuan dari kumpul-kumpul para pendeta. Maka, ketika mereka berkumpul, canda dan gelak tawa adalah hal yang lumrah dijumpai.

Lho, apakah saat kumpul bareng, mereka nggak membahas masalah doktrin atau masalah teologi? Wah, pergumulan dalam jemaat sehari-hari saja sudah menjadi beban pikiran, masa kalau kumpul bareng pendeta malah bahas teologi dan doktrin lagi? Bisa tambah pusing, dong. Pendeta kan juga manusia~

Penulis: Yesaya Sihombing
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Cerita di Balik Sekolah Teologi: Calon Pendeta Juga Manusia Biasa.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Juli 2022 oleh

Tags: gerejakristenkumpulpendeta
Yesaya Sihombing

Yesaya Sihombing

Pengamat segala hal.

ArtikelTerkait

Selamat Idulfitri, Selamat Hari Kenaikan Isa Almasih. Apa Berdosa Jika Saya Mengucapkan Keduanya_ terminal mojok

Selamat Idulfitri, Selamat Kenaikan Isa Almasih. Apa Berdosa Jika Saya Mengucapkan Keduanya?

13 Mei 2021
Di Cilegon, Lebih Mudah Membangun Tempat Hiburan Malam ketimbang Membangun Gereja

Di Cilegon, Lebih Mudah Membangun Tempat Hiburan Malam ketimbang Membangun Gereja

30 Maret 2024
Jurusan Studi Agama-agama, Jurusan yang Sukses Bikin Saya Pusing

Jurusan Studi Agama-agama, Jurusan yang Sukses Bikin Saya Pusing

1 Juli 2024
musik haram backST 12 indonesian idol menyanyi konser mojok

Berhenti Jadikan Agama sebagai Label Seseorang Pandai Menyanyi

9 Desember 2020
Penerbitan IMB GKI Yasmin Adalah Bukti bahwa Usaha Keras Saja Tidak Cukup untuk Menjamin Adanya Kebebasan Beribadah di Negeri Ini terminal mojok

Penerbitan IMB GKI Yasmin Adalah Bukti bahwa Usaha Keras Saja Tidak Cukup untuk Menjamin Adanya Kebebasan Beribadah di Negeri Ini

14 Agustus 2021
Tak Kalah Rumit dari Cinta Beda Agama_ Cinta Beda Aliran Gereja terminal mojok

Tak Kalah Rumit dari Cinta Beda Agama: Cinta Beda Aliran Gereja

30 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup Mojok.co

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

12 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.