Guyonan Tukang Bakso di Depan Rumah Itu Nggak Lucu dan Garing – Terminal Mojok

Guyonan Tukang Bakso di Depan Rumah Itu Nggak Lucu dan Garing

Artikel

Kita bisa nemuin banyak banget hal di internet ini mulai dari orang dagang, game, koboi krah krah, juga istri kesayangan. Nggak terkecuali sama mereka yang biasanya nulis atau ngomong soal kehidupan berbangsa dan bernegara. Ciri mereka itu biasanya ada di postingan yang berbau make-a-car dan pakai kata berima sama titi mangsa di bawahnya. Ada juga guyonan mereka itu biasanya gini, “Awas ada tukang bakso di rumah” atau sejenisnya. Orang-orang biasanya bilang kalau mereka ini kreatif karena guyonan ini, padahal nggak juga kalau kata saya.

Buat lebih paham soal guyonan tukang bakso ini kita perlu tahu asal usulnya. Guyonan tukang bakso ini sendiri kalau kita lihat di internet banyak banget yang bilang sampe saya nggak tahu harus nulis apa. Tapi, saya akan ngambil salah satu aja. Kalau kata orang kebanyakan guyonan ini di ambil dari foto lucu atau meme di internet yang nunjukin tukang bakso yang bawa walky talky, kata gampangnya intel nyamar.

Nah, tadi kita tahu dari mana asal usulnya sekarang kita juga perlu tahu apa itu yang namanya meme. Kata meme sendiri asalnya dari bule yang namanya Dawkins di bukunya yang berjudul The Selfish Gene. Di sana Dawkins bilang kalau meme itu berarti satuan terkecil untuk mengukur gaya, perilaku, kebiasaan atau, budaya dari manusia. Meme bekerja sebagai satuan non-material yang cara bekerjanya itu mirip gen atau genetika. Sehingga kita bisa mengetahui dan mengukur asal usul sebuah kebudayaan pada manusia bukan berdasarkan dari biologinya tapi, dari ide.

Itu pengertian meme kalau kita lihat dari bukunya Dawkins sendiri yang memang jadi asal usul adanya. Memang kalau kita lihat lagi pengertiannya sama meme yang biasa kita lihat di internet itu beda. Memang itu ada penyebabnya. Gampangnya kalau meme yang kita lihat di internet itu asalnya dari kata Mimema dari bahasa yunani yang artinya meniru. Kalau kata Mbak Karen di bukunya, meme adalah suatu literasi bahasa yang tersebar luas dan terkenal di Internet seperti gambar, video, atau bahkan orang. Meme biasanya tercipta ketika suatu hal yang menjadi trending saat itu. Ada juga kalau kata Eno meme itu berarti literasi internet.

Dari sini kita jadi tahu kalau meme yang kita lihat di internet punya pengertian yang beda lagi sama meme yang di bilang sama Dawkins. Tadi kita udah tahu pengertian dari meme itu sekarang kita juga harus tahu gimana atau syaratnya adanya yang namanya meme itu. Syarat suatu suatu hal bisa di bilang meme itu.

  1. Meme harus tersirat atau maknanya nggak boleh terlihat jelas
  2. Nggak boleh berdiri sendiri harus punya 2-3 unsur atau lebih
  3. Harus berformat

Dari sini kita udah tahu sama apa itu yang namanya meme. Sebenernya ada lagi yang lainnya macam shitpost dan lain-lain. Sekarang kita balik lagi ke awal soal guyonan tukang bakso. Sebenernya guyonan ini di meme sendiri di sebut misused meme atau overused meme. Misused meme atau overused meme ini menurut saya jadi sebuah penyakit dalam dunia meme. Contohnya meme SpongeBob atau yang sekarang kita omongin soal tukang bakso buat saya mereka jadi penyakit di sini.

Misused meme atau overused meme sendiri punya artian di mana meme ini udah sering dibuat dengan konteks yang sama, dan efek dari overused ini buat orang yang baca bisa ngerasa bosen dan ngerasa meme ini udah nggak lucu lagi. Guyonan tukang bakso itu salah satunya karna mereka sudah sering di keluarkan membuatnya menjadi tidak lucu lagi. Tapi, anehnya ini masih sering dipakai.

Itu ibarat kita meres air di baju yang mau dicuci sampai kering banget. Hasilnya nggak ada air atau joke atau guyonan yang bisa kita ambil lagi. Itu alasan kenapa saya bilang guyonanan tukang bakso itu nggak lucu. Soalnya memang udah sering dipake.

Dan seperti kebanyakan humor, hal itu nggak jadi menyenangkan bila hal itu terjadi pada diri sendiri. Bayangin aja, kalau kalian digrebek intel beneran kan nggak lucu. Guyonan tukang bakso ini muncul dari dibelenggunya kebebasan berpendapat. Lucu sih emang, tapi ironis banget. Makin sering guyonan itu dipake, makin keliatan kalau kita punya masalah yang bener-bener gawat.

Maka dari itu, baiknya sih guyonan kek gini jangan lagi sering-sering dipake. Selain udah nggak lucu (dan memang nggak lucu), keliatan juga kalau nggak kreatif. Sebaiknya kita mulai cari guyonan yang mirip-mirip dah, biar nggak bosen dan bikin kita sering ketawa.

Yaaa meski kita tinggal liat keadaan di tempat kita hidup aja udah bikin ketawa. Ketawa miris maksudnya.

BACA JUGA Guyonan Soal Intel yang Menyamar Itu Nggak Lucu!

Baca Juga:  Politisi Konoha: Bersih, Merakyat, dan Kerja Nyata, tapi Budek juga
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.