Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Guru Finlandia dan Indonesia: Gaji Sama Rendah, Beda Beban Kerja

Alqaan Maqbullah Ilmi oleh Alqaan Maqbullah Ilmi
2 Desember 2020
A A
Guru Finlandia dan Indonesia Gaji Sama Rendah, Beda Beban Kerja Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Tahun ini Indonesia memperingati Hari Guru Nasional yang ke-75. Sudah pasti dunia pendidikan, apalagi peranan guru, disorot. Ada yang memperingatinya dengan memberikan seremonial dan penghargaan, namun tidak sedikit yang mengkritik para pahlawan tanpa tanda jasa ini.

Sementara itu, dari pihak para guru sendiri yaaa soal “itu-itu” saja yang dibahas. Bagaimana caranya para guru bisa meningkatkan kesejahteraan hidup agar lebih baik. Bahkan bisa jadi beberapa guru sudah kehilangan harapan untuk sekadar hidup layak. Anehnya, ketika profesi lain yang memperjuangkan kenaikan gajinya dianggap heroik, curhatan para guru justru dianggap tabu.

Kita masih ingat nasihat Pak Muhadjir saat menjabat sebagai mendikbud, “Kalau sekarang gaji guru sedikit, apalagi guru honorer, ya nikmati saja. Nanti masuk surga.” Hmmm, Pak, cara masuk surga itu banyak. Nabi saja mengajarkan doa fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah. Masa ini nyuruh orang cuma hasanah di akhiratnya saja?

Eh, tapi gaji guru di Indonesia itu sama “rendahnya” lho dengan gaji guru di Finlandia. Itu lho negara yang didapuk dengan sistem pendidikan terbaik versi OECD. Berdasarkan tes PISA yang rutin diadakan setiap tiga tahun sejak tahun 2000, Finlandia selalu menempati urutan pertama dari awal hingga tahun 2015. Keren dong pendidikan di sana, gimana kondisi gurunya ya?

Guru di Finlandia digaji 2520 Euro alias 40 juta Rupiah. Lho, banyak dong. Eits, kita bandingkan dulu nih. Gaji lulusan SMA di Finlandia rata-rata 2600 Euro, sedangkan gaji sarjana adalah 3300 Euro. Belum lagi nih, konon banyak guru yang menghabiskan 80% gajinya hanya untuk sewa rumah karena kebanyakan homeless. Malahan tombok dong. Jadi, jangan dilihat angkanya gaes, tapi nilai uangnya di sana. Kalau di Finlandia, semua guru di sana PNS, jadi semua sama gajinya.

Dengan gaji yang sekecil itu di sana, beban kerja mereka cukup rendah lho. Sekolah di Finlandia cuma berdurasi tiga sampai lima jam sehari, tentunya lima hari dalam satu pekan. Itu saja setiap pergantian jam ada waktu istirahat 15 menit. Penak ta? Siswa nggak ada PR yang berarti guru juga nggak perlu capek koreksi. Tiap guru membuat kurikulum sendiri sampai evaluasinya. Ada sih acuan nasional tapi longgar banget.

Sebaliknya di Indonesia, tuntutan untuk guru banyak banget. Apalagi di masa pandemi ini, banyak guru lembur buat bikin video pembelajaran atau koreksi kerjaan siswa. Kerja normalnya sih dari jam tujuh pagi sampai jam empat sore bagi yang lima hari kerja. Sama-sama lima hari kerja saja beda banget durasi kerjanya dalam sehari. Istirahat cuma 50 menit yang dibagi dalam dua sesi. Kebayang nggak tuh jenuhnya guru yang dapat jatah mengajar 30 jam sepekan. Belum lagi tuntutan kurikulum 2013 yang penilaiannya hyuh, ribet, Bos!

Ada pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Rumus masing-masing penilaian itu berbeda. Pengetahuan pakai rata-rata. Keterampilan pakai rata-rata dari yang terbaik. Sikap diambil yang paling menonjol. Bentuk penilaiannya ada penugasan, ulangan, proyek, jurnal, produk, dan portofolio. Wis ribet pokokmen. Meski sudah nggak ada ranking secara kurikulum, tetap saja orang tua nanyain ranking anaknya tiap bagi rapor.

Baca Juga:

Fakta tentang Guru yang Terjadi di Lapangan, tapi Tak Pernah Dibahas oleh Fakultas Pendidikan

Dosen Indonesia Itu Bukan Peneliti, tapi Buruh Laporan yang Kebetulan Punya Jadwal Ngajar

Jadi, cukup “adil” kalau di Finlandia itu gaji guru kecil. Sekali lagi jangan lihat angkanya saja, tapi nilai uangnya. Di sana guru sangat dimanjakan beban kerjanya. Itu semua adalah harga yang pantas lho, Bro. Karena di Finlandia yang boleh jadi guru hanyalah lulusan terbaik dan langsung disubsidi pemerintah untuk S2. Tesis mereka pun harus dipublikasikan. Indonesia baru menirunya akhir-akhir ini, lulusan pascasarjana harus memiliki publikasi Scopus.

Jelas banget ya untuk mengambil profesi guru di Finlandia harus berjuang menjadi yang terbaik. Pantaslah dapat kerjaan yang “santai”. Ibarat kata pepatah, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Sedangkan di Indonesia, beban guru yang banyak karena dulu terlalu gampang jadi guru. Ada yang seleksi kampusnya longgar, terus ada yang kuliahnya bukan keguruan tapi banting setir jadi guru karena nggak ada kerjaan lain. Tenang, bukan sampeyan kok.

BACA JUGA Kalau Ada Orang yang Meremehkan Skill Microsoft Office, Biasanya karena Nggak Paham dan tulisan Alqaan Maqbullah Ilmi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 Desember 2020 oleh

Tags: gaji guru
Alqaan Maqbullah Ilmi

Alqaan Maqbullah Ilmi

Guru Fisika yang mencintai Guru BK. Sayang orang tua, kakak-adik, istri, dan anak.

ArtikelTerkait

Selama Gaji Guru Tidak Naik, Universitas Pendidikan macam UNY Hanya Akan Jadi Pencetak Orang Miskin Baru

Kenapa (Bisa) Orang-orang Menolak Kenaikan Gaji Guru?

3 Oktober 2024
Nadiem Makarim dan Teks Pidato untuk Hari Guru yang Penuh dengan Harapan Baru MOJOK.CO

Nadiem Makarim, Kita Lebih Membutuhkan Program Merdesa Belajar Sebelum Merdeka Belajar

28 Juli 2020
Kata Siapa Gaji Guru Swasta itu Bercanda? Gaji Kami Gede kok (Syarat dan Ketentuan Berlaku)!

Andai Gaji Guru Naik, Berapa Persentase Kenaikan yang Ideal? Apakah Bisa Sebanyak Tukin Kementerian?

25 September 2024
Sri Mulyani, Menteri yang Nggak Paham Nasib Guru (Unsplash)

Dear Sri Mulyani, Ini Bukan Hanya Soal Gaji Guru yang Kecil, tapi Juga Soal Hak Kesejahteraan dan Kewajiban Negara yang Harus Dipenuhi

9 Agustus 2025
Selama Gaji Guru Tidak Naik, Universitas Pendidikan macam UNY Hanya Akan Jadi Pencetak Orang Miskin Baru

Selama Gaji Guru Tidak Naik, Universitas Pendidikan macam UNY Hanya Akan Jadi Pencetak Orang Miskin Baru

1 Januari 2024
Nyatanya Guru Tak Pernah Mulia, Sejak Dulu Isinya Hanya Luka MOJOK.CO

Jangan Bilang Gen Z Adalah Generasi Anti Guru, Siapa pun Akan Mikir Berkali-kali untuk Jadi Guru Selama Sistemnya Sekacau Ini

28 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026
Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Unik karena Desainnya yang Aneh Mojok.co

Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Aneh Terinspirasi dari Bodi yang Unik

20 April 2026
Yamaha Aerox 155 Connected Nggak Cocok Dijadikan Motor Ojol, Bikin Resah Penumpang Mojok.co honda air blade

Honda Air Blade, Produk yang Bakal Gagal Total Menantang Dominasi Yamaha Aerox

22 April 2026
3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan demi Bisa Sekolah (Unsplash)

Pengalaman Saya 3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan Hanya demi Bisa Berangkat Sekolah

19 April 2026
Motor Bagus Sebanyak Itu di Pasaran dan Kalian Masih Memilih Beli Motor Honda BeAT? Ya Tuhan, Seleramu lho yamaha mio m3

Setia Bersama Honda Beat Biru 2013: Motor yang Dibeli Mertua dan Masih Nyaman Sampai Sekarang, Motor Lain Mana Bisa?

17 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama
  • Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli
  • Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.