Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Grup WhatsApp Alumni Selalu Sepi, Pasti Akan Ramai pada Waktunya

Suci Fitrah Syari oleh Suci Fitrah Syari
30 Oktober 2019
A A
Grup WhatsApp Alumni Selalu Sepi, Pasti Akan Ramai Pada Waktunya
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika saya mengetikkan keyword “alumni” di pencarian WhatsApp, muncul 8 grup alumni yang tentunya saya adalah salah satu anggotanya. Grupnya beragam, mulai dari grup sekolah, organisasi, pelatihan, hingga beasiswa. Saya membayangkan, jika saja setiap grup ada title seperti layaknya alumni perguruan tinggi, tentu nama di belakang saya akan berpeluang jauh lebih panjang.

Meski punya banyak grup WhatsApp alumni, tapi bisa dijamin hanya momen-momen tertentu saja grup itu ramai. Misalnya, ketika awal dibentuk. Bahkan saking aktifnya, baru sehari aja nggak dibuka, chat-nya bisa mencapai ribuan. Namun, seiring berjalannya waktu, grup itu pun menjadi sepi. Entah kapan akan dikunjungi kembali.

ADVERTISEMENT

Hal ini wajar-wajar saja sih. Sebab, setiap orang punya kesibukan masing-masing dan akan kembali ke kehidupan nyata mereka. Jadi nggak perlu melow atau drama, ketika chat-mu tak dianggap dan diabaikan. Meski jelas di chat itu ada simbol tanda tanya, yang artinya kamu butuh jawaban. Namun, akan jauh berbeda, jika beberapa momen di bawah di-share di grup Whatsapp alumni.

Satu: Undangan Nikah

Sebenarnya, saya nggak mau menaruh poin ini pada urutan pertama untuk menjaga hati para jomblowers. Tapi nyatanya, memang undangan nikah selalu manjur meramaikan grup. Bahkan bagi para silent reader.

“Mengundang dengan tanpa mengurangi rasa hormat kami, untuk hadir di acara pernikahan kami. Kehadiran teman-teman tentu sangat berarti.”

Dan seketika grup pun auto ramai. Mulai dari chat ucapan selamat hingga komen ala netijen ber-flower, “Selamat yah, Guso. Semoga lancar hingga halal dan jadi keluarga samawa”, “Guso, calon kamu ini si Rimar yang junior akutansi itu yah?”, “Kamu nikah Guso, kok bisa sih?”, “Guso, kamu pakai pelet apa dia bisa nerima kamu, bagi-bagi dong.”

Mungkin, kurang lebih seperti itu keributan yang akan muncul ketika nge-share undangan nikah. Dan masih akan berlanjut selama beberapa hari jika para anggota berinisiatif untuk pergi barengan, seragam barengan, hingga upload foto barengan di hari-H. Jadi, kamu milih membagikan atau menunggu undangan nih? Hehehe.

Dua: Temu Kangen

Nggak bisa ditampikkan juga sih. Meski sibuk dengan urusan masing-masing, pasti pernah terselip rindu dan penasaran dengan kabar teman-teman di grup WhatsApp alumni. Dan kita tahu, kalau obat rindu itu adalah bertemu. Apalagi kalau acara temu kangen bareng teman-teman alumni momentumnya pas, misal saat liburan. Ini akan sangat mendukung kegiatannya berpotensi besar untuk ramai. Tentu, semuanya akan dibahas di grup WhatsApp alumni. Mulai dari waktu, tempat, dresscode, per-PJ-an, hingga bisa melipir ke foto studio bareng.

Baca Juga:

4 Siasat Bertahan di Grup WhatsApp Keluarga Besar 

Mencantumkan Nomor Rekening di Undangan Nikah Bikin Tamu Merasa “Dipalak” secara Halus

Intinya sih, momen temu kangen ini selalu menjadi momen seru yang ditunggu-tunggu. Untuk saling bertanya kabar dan mengenang kembali kenangan lama yang pernah dilalui bersama sebelum jadi alumni. Dan bisa jadi kesempatan buat pen-dekat-an kembali, setelah terpisah jarak dan waktu. Monggo gaskeun….

Tiga: Lahiran

Nah, masih ada kaitannya nih dengan poin pertama. Setelah nikah lalu punya dede bayi.

“Alhamdulillah, telah lahir ke dunia anak kami dengan sehat walafiat. Namanya Marso, yang merupakan singkatan dari nama kami berdua, riMAR dan guSO.”

Grup alumni akan ramai dengan ucapan selamat dan tebak-tebakan wajah “mirip siapa”. Selain itu, agenda pembahasan juga biasanya terkait rencana untuk jenguk bareng hingga ke aqiqahan bareng. Jadi, kamu mau yang… eh nggak jadi nanya, deh. Hehehe.

Empat: Lebaran

Ini sudah pasti, mah, yah. Grup mana pun pasti langsung ramai dengan broadcast pesan berisi, “Selamat Hari Lebaran. Mohon Maaf Lahir dan Batin”. Cuma emang kudu cepet-cepetan buat ngirim. Karena keburu pesannya bakal sama dengan yang lain. Yah walaupun sebenarnya pesan lebaran yang kita kirim pun hasil copy-an juga cuma modal ganti nama doang.

Isi pesannya pun beragam, mulai dari kata-kata puitis, pantun hingga kalimat singkat, padat, dan tanpa basa-basi. Tapi dari sekian pesan tersebut, menurut saya ada satu pesan lebaran yang fenomenal dan selalu ada di tiap tahun. Kalimatnya selalu dibuka dengan, “Meski kaki tak mampu melangkah dan tangan tak mampu menjabat, di malam yang penuh berkah ini, izinkan aku…,” kamu pasti ingat, kan, dengan pesan yang nggak pernah absen di setiap lebaran ini?

Namun, dari rentetan pesan itu, biasanya grup WhatsApp alumni akan semakin ramai dengan ajakan untuk dateng ke rumah. Biar tergoda, biasanya para anggota saling adu mengirim foto menu makanan dan per-kue-an yang kalau bisa nggak ada di tempat orang lain. Meski tetap ada bantuan aplikasi mempercantik foto di baliknya.

Nah, itu beberapa hal yang bisa memancing keributan warga alumni di grup WhatsApp. Jadi, kita-kira kamu pilih yang mana? Atau mungkin kamu ada acara lain untuk meramaikan grup? Asalkan bukan bikin kotroversi dan prank aja, yah. Cukuplah Nyai dan King YouTube aja. Kamu jangan. Sudah cukup hidup ini penuh drama, jangan ditambah-tambah lagi, yak!

BACA JUGA Dilema Admin Tunggal WhatsApp Group (WAG) yang Nggak Laku atau tulisan Suci Fitrah Syari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Oktober 2019 oleh

Tags: grup alumnigrup whatsappundangan nikah
Suci Fitrah Syari

Suci Fitrah Syari

ArtikelTerkait

mahasiswa tua grup whatsapp MOJOK.CO

Mengintip Grup WhatsApp Mahasiswa Tua: Ajang Pamer dan Berbagi Kesedihan karena Surat DO

11 Juli 2020
muslik

Melihat Ketulusan Muslik Dalam Bermain Tik Tok

16 Agustus 2019
grup whatsapp sekolah grup wa anggota nyebelin cara mute cara keluar stiker meme jualan online mojok

Menebak Motif Munculnya Grup WhatsApp SMP padahal Sebelumnya Nggak Pernah Ada

21 Juni 2020
Nggak Semua Undangan Nikah Harus Kita Datangi, Kedekatan Sosial dan Isi Dompet Berpengaruh

Nggak Semua Undangan Nikah Harus Kita Datangi, Kedekatan Sosial dan Isi Dompet Berpengaruh

2 Februari 2024
kebanjiran

Tips Menyelamatkan Diri dari Bencana Banjir: Kebanjiran Undangan Nikah

16 Agustus 2019

6 Jenis Ibu-ibu yang Selalu Ada di Grup WhatsApp PKK Desa

31 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

27 Juni 2026
Honda BeAT, Motor Terbaik untuk Menemani Mahasiswa UNNES Menjalani Hidup pertamax pertalite

6 Motor yang Dikira Harus Pakai Pertamax tapi Ternyata Masih Aman dan Memang Bisa Pakai Pertalite  

28 Juni 2026
4 Coffee Shop yang Jadi Pusat Skena Perkopian di Klaten, Wajib Kalian Coba!

Coffee Shop Skena di Klaten Part 2: Pemain Baru, tapi Kualitas Kopinya Boleh Diadu

26 Juni 2026
Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri Terminal

Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri

24 Juni 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan jakarta

Jangan Salahkan Orang Jakarta kalau Harga Makanan di Jogja Tak Ramah Warlok: Sebuah Pembelaan untuk Kaum Plat B

26 Juni 2026
Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis Mojok.co

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli Lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis

23 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.