Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Google yang Serba Tahu dan Kemalasan Manusia Untuk Berpikir

Atik Soraya oleh Atik Soraya
10 Agustus 2019
A A
google

google

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga:

Tolong, Jadi Pengajar Jangan Curhat Oversharing ke Murid atau Mahasiswa, Kami Cuma Mau Belajar

Dosa Jurusan Pendidikan yang Membuat Hidup Mahasiswanya Menderita

Mbah Google memang yang serba tahu dan bahkan bisa dikatakan lebih mengenal kita daripada yang lain. Dia tau posisi kita ada dimana, dia menunjukkan arah saat kita buta jalanan (walau beberapa sering berakhir apes), Google memberikan rekomendasi hal-hal yang kita sukai, raksasa ini memudahkan semua hal dan itu yang membuat kita nyaman terjebak sama Google. Selain uang, hidup kita ada di tangan Google.
Ada hal menarik dari kenyamanan menggunakan mesin pencari yang saya pikir justru sangat sering berakhir dengan menyebabkan kemalasan berpikir. Ambil contoh dari hal sederhana yang baru saja saya alami, saya iseng mencari sesuatu yang berhubungan dengan patriarki di halaman Google dan berakhir dengan menemukan bahwa salah satu penelusuran terkait patriarki adalah “pertanyaan tentang patriarki.”
What? maksudnya orang-orang yang ngetik “pertanyaan tentang patriarki” itu udah nggak bisa mikir apa aja yang mau dia ketahui soal patriarki kah? sebuah pertanyaan kan datang dari rasa ketidaktahuan sampai timbullah rasa ingin tahu soal sesuatu yang belum diketahui tadi tapi kalau sampai nggak tau mau nanya apa ya itu udah kelewat males banget mikir sih.
Setelah ditelusuri lebih jauh lagi, ternyata ada juga pencarian serupa yang kali ini lebih absurd  lagi karena kata kuncinya adalah “pertanyaan sulit tentang patriarki”, yang nyari ini di Google sebenarnya lagi ada tugas kuliah gender atau mau perang komentar seputar masalah gender supaya sok keliatan intelek gitu dah?
Situasinya mungkin jadi bisa dimaklumi misalnya ketika kita cari di Google karena mau tahu sejarah patriarki, bedanya misoginis dengan patriarki, atau patriarki yang terjadi dalam masyarakat Indonesia, walau sebenarnya pertanyaan-pertanyaan tadi bisa ditemukan di banyak buku yang bahas soal gender misalnya. Tapi, ya nggak masalah lah karena keberadaan Google di situasi yang begitu jadi bantu memudahkan manusia yang mungkin nggak punya banyak waktu untuk baca buku.
Emang nggak salah dan sangat tepat wahyu pertama yang turun di Alquran adalah iqra’ alias baca woy! Makanya iqro wahai para manusia yang berakal. Jadi walau teknologi yang memanjakan sudah kian pesat, otak kita nggak menyusut. Dan enggak malas bahkan untuk berpikir mau nanya apa.
Malas, apalagi yang sudah kelewat malas emang nggak baik, nggak baik untuk otak maksudnya. Kasian gitu misalnya yang nanya soal hal apapun di Google itu masih dalam usia yang produktif, di tambah jarang baca buku pula, apalagi sekarang ada yang suka sweeping buku, aduh bener deh kasian sekali otaknya kalau selalu diterpa hal yang begitu. Sudah baca banyak buku saja belum menjamin bakal punya keluasan berpikir, lah ini berani-beraninya nggak mau mikir apa-apa dan menyerahkannya semua ke sistem canggih bernama Google.
Agak lucu sebenarnya saat sebagian dari warga negara berkembang ini suka dan hobi sekali mikir, mau banyak tahu, dan banyak menanggapi masalah hidup orang lain atau dosa pribadi orang lain ketimbang mikir dan terusik sama sebuah sistem sosial yang sebernarnya adalah hal bobrok yang sudah mereka anggap sebagai sesuatu yang permisif. Giliran mikir untuk nyirnyirin orang lain sangat menggebu-gebu semangatnya tidak terkalahkan, mikir soal pengetahuan aja males-malesan sampai suruh Google yang jawab, punten ya maneh sehat?
Tolong jangan mengerdilkan diri sendiri dengan jadi budak pemalas dari Google. Kemalasan berpikir tidak akan membawa kita mengetahui kebenaran, tidak mengetahui kebenaran bisa jadi buat kita bodoh, bodoh adalah sesuatu yang tidak disukai Allah.
Cukup makanan aja yang instan, soal proses belajar, berpikir, dan mencari ilmu pengetahuan jangan ikut-ikutan instan. Ngerinya nih ilmu pengetahuan yang cuman dibaca di Google malah dijadikan pedang buat argumentasi dangkal sampai menimbulkan minat komentar yang penuh dengan nilai kesotoyan juga kengeyelan. Hal ini yang paling berbahaya dari orang-orang yang cuman baca lewat website-website yang ada di Google tapi berani banyak bacot di komentar.
Teknologi itu harusnya memudahkan bukan memalaskan, kalau ternyata keberadaan teknologi justru buat manuisa malas maka sepertinya ada yang salah dari cara manusia memanfaatkan kemajuan teknologi. (*)

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2022 oleh

Tags: CurhatGenerasi MudagooglekemalasanKritik SosialPendidikanserba tahu
Atik Soraya

Atik Soraya

ArtikelTerkait

maling

Romansa Maling Tak Tertangkap

26 Agustus 2019
Universitas Brawijaya dan Penerapan Keadilan Sosial bagi Rakyat Good Looking yang Keblinger

Universitas Brawijaya dan Penerapan Keadilan Sosial bagi Rakyat Good Looking yang Keblinger

14 Juli 2022
Dosa Jurusan Pendidikan pada Mahasiswanya yang Membuat Hidup Mereka Menderita Mojok.co

Dosa Jurusan Pendidikan yang Membuat Hidup Mahasiswanya Menderita

10 September 2025
Mal Lebih Ramai dari Sekolah Adalah Bukti Nyata Pendidikan di Indonesia Nomor Dua terminal mojok

Mal Lebih Ramai dari Sekolah Adalah Bukti Nyata Pendidikan di Indonesia Nomor Dua

3 Mei 2021
puasa yang dipermasalahkan

Puasa yang Dipermasalahkan

30 Mei 2019
Belajar Memaknai Hidup, Uang, dan Public Relations dari Operator Depot Galon Isi Ulang terminal mojok.co

Shoplifter Sebagai Manifestasi Para Pengutil di Hari Lebaran

6 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati Mojok.co

Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati

31 Maret 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara- Beli Mahal, dapatnya Bangkai (Wikimedia Commons)

Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara: Membayar Tiket Eksekutif demi Uji Nyali Makan Nasi yang Sudah Almarhum

29 Maret 2026
Weleri Kendal Baik-baik Saja Tanpa Mie Gacoan, Waralaba Ini Lebih Baik Incar Daerah Lain Mojok.co

Membayangkan Kendal Maju dan Punya Mall Itu Sulit, sebab Mie Gacoan Aja Baru Ada Setahun

31 Maret 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.