Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Gelar Aktivis Bukan Buat Gaya-Gayaan

Muhammad Ikhdat Sakti Arief oleh Muhammad Ikhdat Sakti Arief
12 Mei 2019
A A
Ngumpulin Sumbangan Bencana Alam kok Ngedarin Kardus di Lampu Merah. Kreatif, dong! terminal mojok.co

Ngumpulin Sumbangan Bencana Alam kok Ngedarin Kardus di Lampu Merah. Kreatif, dong! terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Aktivis mungkin sebutan yang cukup membanggakan bagi beberapa orang. Banyak orang yang berkeinginan menjadi aktivis, terutama dikalangan mahasiswa. Berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi diikuti—biar layak disebut sebagai seorang aktivis tentu saja karena pasti kurang lengkap rasanya menjadi seorang aktivis tanpa berorganisasi. Kalau dalam dunia perfilman, jabatan ini bak aktor paling terkenal dan disegani.

Jika kita mendengar kata aktivis, mungkin yang terbayang dibenak kita adalah para demonstran, yang selalu mengkritisi kebijakan pemerintah yang katanya atas nama rakyat . Walaupun artinya tidak sesempit itu, tetapi itulah yang terbayang dibenak kebanyakan orang saat mendengar kata ini.

Predikat aktivis seharusnya bukan buat gaya-gayaaan, apalagi hanya agar terlihat keren dimata orang lain. Kita sudah lihat bagaimana seorang aktivis yang betul-betul memperjuangkan kepentingan rakyat dengan ikhlas. Bukan semata untuk disanjung.

Sebut saja Munir, seorang aktivis HAM yang rela mengorbankan kenyamanan dirinya demi orang lain. Dia terus berjuang melawan sistem kekuasaan yang otoriter. Tidak menyukai tindak kekerasan terhadap siapapun. Widji Tukul, aktivis HAM yang juga tak pernah kenal lelah melawan ketidak adilan. Puisinya yang berjudul Peringatan terus menjadi simbol perlawanan rakyat atas ketidak adilan hingga sekarang.

Jangan lupakan para pejuang lingkungan. Tanpa banyak yang tahu, mereka yang terus berupaya melestarikan dan menghentikan pengrusakan lingkungan demi menjaga kelestarian bumi yang kita tinggali ini.

Mereka-mereka itu juga melakukan demontrasi memprotes pemerintah, tapi bukan hanya sebatas itu. Mereka betul-betul berjuang. Para pejuang HAM yang betul-betul mendampingi orang-orang yang perlu dibela. Aktivis lingkungan yang bertindak secara nyata dimulai dari hal kecil. Misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya.

Mereka-mereka itu yang terus berjuang tanpa mengharap imbalan. Tak berhenti bersuara walau ditawarkan sejumlah uang. Tak bungkam walau ditawari jabatan.

Kalau hanya mau dikira aktivis, tidak perlulah demo dan caper sampai memancing keributan—apalagi sampai merusak fasilitas umum. Itu fasilitas yang dirusak bikinnya pakai uang rakyat, tapi masih berani bilang itu atas nama rakyat. Puntung rokok dibuang sembarangan tempat—begitu dikasi uang langsung pulang.

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

Kalau cuma mau disebut sebagai aktivis buat keren-kerenan, sini saya kasih tahu cara biar dikira aktivis yang intelek tanpa perlu repot-repot buat demo.

1. Nenteng buku kemana-mana

Nentengin buku kemana mana bisa membantu kalian agar disebut sebagai seorang aktivis. Usahakan buku ini digenggam di tangan agar diliat oleh orang lain. Jangan sekali kali dimasukan ke dalam tas. Bawa kemanapun kalian pergi. Mau kalian ke kampus, ke mesjid, bahkan saat mau pergi kerja tugas kelompok pun kalian harus bawa.

Selalu identikan diri anda sebagai pecinta buku. Kalian harus tunjukan buku-buku ini disetiap kegiatan kalian. Intinya jangan jauh-jauh dari buku. Ini sangat penting.

Usahakan buku buku yang kalian tenteng itu buku buku yang berbau perjuangan. Kalau perlu yang agak-agak berhaluan kiri—buku pemikiran Karl Max misalnya. Atau buku buku perjuangan Indonesia seperti buku-buku tulisan Tan Malaka dan Pram. Dijamin, kalian akan disangka sebagai aktivis yang sangat pro rakyat, meskipun kalian tidak membaca bukunya sekalipun. Intinya, kalian dilihat sedang nenteng buku.

2. Diskusi perihal permasalahan negara

Ini juga elemen yang sangat penting agar dikira sebagai aktivis tulen. Diskusi alias berdialog. Usahakan kalian berdiskusi tentang permasalahan negara di tempat yang lumayan terbuka, biar bisa dilihat orang. Misalnya berdiskusi masalah sampah disekitar kita yang begitu banyak. Kalian bisa berdiskusi sambil merokok, makan kacang, dan minum kopi sampahnya dibuang sembarang tempat juga tak apa.

Intinya kalian harus keliatan saling adu argumen untuk menunjukan kalian punya wawasan yang luas. Tidak apa-apa mengkritisi pemerintah atas permasalahan yang ada walaupun kadang kita lah masalah negara ini. Banyak bacot, minim kontribusi.

3. Tidur di sekretariat organisasi

Nah ini juga tak kalah penting. Karena aktivis itu biasanya orang-orang yang aktif di organisasi, maka buatlah citra sebagai seorang organisator militan. Salah satu caranya yaitu dengan tidur atau menginap di sekre organisasi.

Kalian tidak perlu melakukan apa-apa saat di sekretariat. Cukup usahakan ada yang tahu kalau kalian itu begitu dekat dengan sekretariat. Kalau bisa sekretariat organisasi kampus yang bonafid.

Dengan menerapkan cara-cara tersebut, yakinlah, kita tetap akan disebut sebagai aktivis tanpa melakukan apa-apa.

Tapi ingat smart people, jangan langsung panas dan tersinggung habis baca tulisan ini. Karena sesungguhnya di luar sana ada banyak aktivis yang betul-betul membaca buku, betul-betul berdiskusi dan berdialog, serta tidur di sekretariat organisasi, memberikan kontribusi nyata yang besar untuk negara.

Terakhir diperbarui pada 8 Oktober 2021 oleh

Tags: AktivisDemoMahasiswa
Muhammad Ikhdat Sakti Arief

Muhammad Ikhdat Sakti Arief

Nama saya Ikhdat, seorang pengangguran (semoga cepat dapat kerja) pecinta senja, penikmat kopi (biar dibilang anak indie) yang suka nulis.

ArtikelTerkait

Drakor 'Law School' dan Realita Mahasiswa Korea yang Ambis Pol terminal mojok

Drakor ‘Law School’ dan Realita Mahasiswa Korea yang Ambis Pol

5 Mei 2021
kkn ugm diganti menjadi kuliah kerja maya kkm 2020 wabah corona dampak kampus universitas mojok.co

3 Hal yang Langsung Hilang pas KKN UGM Diubah Jadi Kuliah Kerja Maya

7 April 2020
menyikapi dosen yang tak pernah praktik kerja berdebat dengan dosen

Dosen Ngewajibin Mahasiswa Beli Bukunya Itu Sebenernya Pantes Nggak sih?

18 Desember 2020
4 Kisah di Drakor At a Distance, Spring is Green yang Merepresentasikan Susahnya Kehidupan Mahasiswa terminal mojok

4 Kisah di Drakor At a Distance, Spring is Green yang Merepresentasikan Susahnya Kehidupan Mahasiswa

25 Juli 2021
Makanan Surabaya Bikin Mahasiswa Jabodetabek Kaget: Ada Nasi Goreng Warna Merah, Ada Bihun Warna Biru

Makanan Surabaya Bikin Mahasiswa Jabodetabek Kaget: Ada Nasi Goreng Warna Merah, Ada Bihun Warna Biru

4 Maret 2024
reformasidokorupsi polisi gembosi lemahkan mahasiswa pelajar video pengakuan kantor polisi polda metro jaya demonstrasi aksi mojok

Polisi Libatkan Orang Tua untuk Gembosi Gerakan Mahasiswa/Pelajar #ReformasiDikorupsi

28 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Indro Bikin Gresik Jadi Daerah Industri yang Terlihat Menyedihkan Mojok.co

Stasiun Indro yang Menyedihkan Membuat Kota Industri Gresik Jadi Terlihat Payah

27 Februari 2026
Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026
7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

24 Februari 2026
Manis Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga Mojok.co

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Saudara

26 Februari 2026
6 Dosa Penjual Kue Kering yang Bisa Merusak Momen Lebaran dan Sulit Dimaafkan Pembeli  Mojok.co

6 Dosa Penjual Kue Kering yang Bisa Merusak Momen Lebaran dan Sulit Dimaafkan Pembeli 

28 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.