Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Gedung Birao Tegal, Kembaran Lawang Sewu Semarang yang Bernasib Sial

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
8 Januari 2024
A A
Gedung Birao Tegal, Kembaran Lawang Sewu Semarang yang Bernasib Sial Mojok.co

Gedung Birao Tegal, Kembaran Lawang Sewu Semarang yang Bernasib Sial (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Gedung Birao Tegal dari masa ke masa

Sebagai salah satu landmark yang ada di Kota Tegal, Gedung Birao telah menjadi saksi bisu sejarah. Pada masa Revolusi Kemerdekaan 1945, kantor Birao menjadi tempat favorit untuk pengibaran bendera Merah Putih. Gedung ini juga pernah menjadi kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta kantor keuangan. Terakhir, gedung yang terdiri atas 4 lantai itu difungsikan sebagai kampus Universitas Pancasakti (UPS) Kota Tegal.

Saat difungsikan sebagai kampus, Gedung Birao juga menjadi saksi perubahan dinamika politik di Kota Tegal. Tepatnya, peristiwa aksi reformasi masa pemerintahan Walikota Zakir (1995-2000). Sayang, setelah masa sewa berakhir, UPS tidak lagi memperpanjang kontrak untuk menggunakan Gedung Birao Tegal. Saya lupa kapan persisnya, sependek ingatan saya, tolong koreksi kalau salah, mungkin sekitar 2008 karena pada saat itu gedung ini mulai kosong.

ADVERTISEMENT

Di awal-awal kekosongannya, sempat beredar kabar bahwa gedung ini akan digunakan untuk Pusdiklat Teknik Jalan Rel pada 2012. Namun, hingga detik ini, wacana itu tidak juga terealisasi. Sempat pula santer kabar bahwa Gedung Birao akan difungsikan sebagai museum. Cuma, ya, mbuh.

Berbeda nasib dengan Lawang Sewu

Walau Gedung Birao Tegal bentuknya mirip dengan Lawang Sewu, nasib dua gedung itu jauh berbeda. Lawang menjadi objek wisata ternama di Semarang. Setiap tahun ada ratusan ribu wisatawan yang mengunjunginya. 

Sementara Gedung Birao Tegal tidak seberuntung itu. Gedung lawas itu dibiarkan kosong begitu saja. Gedung Birao Tegal memang sudah menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Bahari, tapi pengunjung hanya bisa menikmati bentuknya dari balik pagar. Berbeda dengan Lawang Sewu yang mengizinkan pengunjung menelusuri setiap lekuk bangunan.

Mungkin pengelola khawatir pengunjung yang datang bisa merusak bangunan yang tercatat sebagai Cagar Budaya. Namun, bukan berarti Gedung Birao tidak bisa dijadikan sebagai tempat wisata seperti Lawang Sewu. Pemanfaatan Cagar Budaya sebagai objek wisata justru bisa menciptakan hubungan resiprokal. Dengan dibuka untuk umum, diharapkan mampu menumbuhkan apresiasi pengunjung atas warisan leluhur beserta makna kultural yang dikandungnya.

Sebagai bagian dari wong Tegal, saya nggak ikhlas Gedung Birao Tegal kosong dan tak terurus. Apalagi, kosongnya Gedung Birao ini sudah terjadi selama 10 tahun lebih. Andai gedung Birao bisa lebih diperhatikan, misalnya dengan direvitalisasi sebelum dibuka untuk umum, tentu hal  tersebut akan sangat menggembirakan. Jangan mal, bioskop sama kafe-kafe kekiniannya aja yang diberi kesempatan berkembang, giliran bangunan bersejarah nggak ada yang mau gerak. 

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan 

Baca Juga:

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

BACA JUGA Kejayaan Bioskop Marina Tegal Tidak Bersisa, Kini Tinggal Gedung Lapuk yang Hampir Ambruk

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 8 Januari 2024 oleh

Tags: bangunan tuagedung birao tegallawang sewulawang sewu semarangpilihan redaksiSemarangtegal
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

6 Kecap Legendaris dari Jawa Timur Perpaduan Kekuatan Bangsa Romawi dan Kecerdasan Orang Tionghoa Terminal Mojok

6 Kecap Legendaris dari Jawa Timur: Perpaduan Kekuatan Bangsa Romawi dan Kecerdasan Orang Tionghoa

7 September 2022
Alasan Saya Tak Mau Beli Korek di Alfamart

Alasan Saya Tak Mau Beli Korek di Alfamart

20 Februari 2023
16 Drama Korea yang Harus Kamu Tonton sebelum 2022 Berakhir Terminal Mojok

16 Drama Korea yang Harus Kamu Tonton sebelum 2022 Berakhir

10 Desember 2022
Selain KKN di Desa Penari, 3 Thread Horor Berikut Layak Dibuat Film Terminal Mojok

Selain KKN di Desa Penari, 3 Thread Horor Berikut Layak Dibuat Film

1 Mei 2022
Artos, Satu-Satunya Mall di Magelang yang Bikin Orang Salah Paham

Artos, Satu-Satunya Mall di Magelang yang Bikin Orang Salah Paham

13 Agustus 2024
Jangan Berkendara di Tembalang kalau Nggak Kuat Mental Mojok.co

Jangan Berkendara di Tembalang kalau Nggak Kuat Mental

27 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Guru ekstrakurikuler: tulang punggung prestasi sekolah yang sialnya jarang dapat apresiasi

Guru ekstrakurikuler: tulang punggung prestasi sekolah yang sialnya jarang dapat apresiasi

11 Agustus 2026
Gudeg Sagan duta gudeg Jogja untuk lidah-lidah yang skeptis (Wikimedia Commons)

Gudeg Sagan adalah duta gudeg Jogja untuk lidah-lidah yang skeptis

11 Agustus 2026
Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa (Unsplash)

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

10 Agustus 2026
Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

9 Agustus 2026
Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

8 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.