Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Panduan Penggunaan Bahasa Tegal biar Ngapak Makin Kepenak

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
20 Agustus 2023
A A
Panduan Penggunaan Bahasa Tegal biar Ngapak Makin Kepenak

Panduan Penggunaan Bahasa Tegal biar Ngapak Makin Kepenak (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Panduan singkat buat kalian yang pengin ngobrol pakai bahasa Tegal biar makin ngapak!

Saat singgah ke daerah lain, orang Tegal dapat dikenali dengan mudah dari logat bicaranya. Tak jarang, obrolan sesama orang Tegal di perantauan bakal menarik perhatian orang-orang di sekeliling. Bisa jadi, bahasa Tegal terdengar selucu itu di telinga orang asing. Tak heran jika kemudian bahasa Tegal kerap dimunculkan dalam sebuah film atau sinetron.

Soal penggunaan bahasa Tegal di sejumlah sinetron atau film, tentu saja itu adalah hal yang bagus. Sebab bisa jadi semakin dikenal oleh masyarakat luas, meskipun kadang saya agak geli juga. Terutama kalau penuturnya bukan orang Tegal asli. Gimana, ya? Terkesan asal ngapak aja gitu.

Kalau mau ngomong pakai bahasa Tegal, mending baca dulu panduan berikut biar ngapak makin kepenak.

Gunakan huruf vocal ‘a’ bukan ‘o’

Ilmu dasar penggunaan bahasa Tegal adalah tetap mempertahankan huruf ‘a’ pada kata-katanya. Maksud saya begini, kebanyakan bahasa daerah di Jawa mengubah huruf ‘a’ menjadi ‘o’. Teka (datang) jadi teko, lara (sakit) jadi loro, dll.

Nah, dalam bahasa Tegal, huruf ‘a’ tetap dibaca sebagai huruf ‘a’. Misalnya pada kalimat “aja kaya patung”, yang berarti jangan seperti patung. Jika diucapkan menggunakan bahasa Tegal, maka pelafalannya tetap “aja kaya patung”, bukan berubah menjadi “ojo koyo patung”.

Kata-kata lain yang juga diucapkan dengan menggunakan huruf vokal ‘a’ alih-alih ‘o’, misalnya: tua (tua) bukan tuo, lunga (pergi) bukan lungo, ana (ada) bukan ono, pada (sama) bukan podho, apa (apa) bukan opo, dan masih banyak yang lainnya.

Efek tidak mengubah huruf ‘a’ menjadi huruf ‘o’ itulah yang kemudian membuat bahasa Tegal terdengar ngapak.

Baca Juga:

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong se-Kabupaten Banyumas

Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

Gunakan huruf ‘d’ sebagai akhiran

Selain tetap menggunakan huruf ‘a’ dalam pelafalannya, beberapa kosakata bahasa Tegal juga cenderung menggunakan huruf ‘d’ sebagai akhiran daripada huruf ‘t’. Contoh: ketika melihat situasi atau hal yang tidak terkendali dan berantakan, orang Tegal akan mendeskripsikannya dengan kata “semrawud”. Ingat, semrawud, bukan semrawut.

Atau, ketika melihat api yang berkobar-kobar. Istilah yang digunakan untuk menggambarkan kobaran api tersebut adalah mulad-mulad. Lagi-lagi menggunakan akhiran ‘d’, bukan ‘t’. Kata lainnya yaitu senud-senud untuk menggambarkan sakit kepala, lemud yang berarti nyamuk, dan masih banyak yang lain.

Sama seperti panduan nomor 1, penggunaan akhiran ‘d’ ini juga membuat penutur terdengar Tegal banget~

Ucapkan dengan tegas dan cepat

Selanjutnya, penggunaan bahasa Tegal yang benar yaitu diucapkan dengan tegas dan cenderung cepat. Itu sebabnya ketika melihat dua penutur asli Tegal sedang terlibat obrolan seru, warga luar daerah sering mengira bahwa kedua penutur tersebut sedang berantem. Maklum, keduanya sama-sama terlihat nge-gas. Padahal memang begitulah ciri khas bahasa Tegal. Tegas, keras, lugas, dan cenderung diucapkan dengan tempo yang cepat.

Selain diucapkan dengan tegas dan cepat, penggunaan kata yang berkonotasi negatif juga jadi hal yang biasa. Kata-kata seperti “bangsat”, “raimu”, bahkan “asu” adalah simbol keakraban dalam hubungan pertemanan. Yah, mirip-miriplah dengan panggilan kasih sayang. Menariknya lagi, panggilan kasih sayang ini nggak cukup hanya dipilih salah satunya saja, tapi, dijentreng semua.

“Bangsat, Raimu, Nyet! Maring endi bae, sih?! Nyong wis ngenteni awit mau, asu!” ucap Darmad saat Kipli baru datang setelah tiga jam Darmad menunggu,

Gunakan istilah kekerabatan dalam bahasa Tegal

Biar ngapak makin kaffah, gunakan juga istilah-istilah kekerabatan yang ada dalam bahasa Tegal. Yakni “jok” untuk menyebut ibu, “jasak” untuk bapak, “yarik” untuk adik, dan “sahang” untuk menyebut kakak.

Contoh kalimatnya begini:

“Yarike ente lagi apa, Mad? Awit mau ndekem bae neng kamar.”

(Adik kamu sedang apa, Mad? Dari tadi di kamar aja)

Jangan lupa lengkapi dengan kosakata bahasa Tegal yang ada di tulisan ini.

Kosakata yang tidak ada dalam bahasa Tegal

Terakhir, biar ngapak kalian makin kepenak, penting juga untuk mengetahui kosakata apa yang tidak ada di Tegal. Kan nggak lucu kalau ngomong bahasa Tegalnya dicampur dengan bahasa Indonesia. Jadi, silakan diingat-ingat, ya, di Tegal tidak ada kata “sayur”. Untuk makanan berkuah ini, wong Tegal menyebutnya dengan nama “jangan”.

“Dina kie Yu Jenah masak werna-werna nemen. Ana jangan sop, jangan bayem, jangan lodeh, jangan opor ya ana.” Lapor seorang bapak pada istrinya yang sedang malas memasak.

Kata lain yang tidak ada di bahasa Tegal yaitu “sarapan”. Sebagai gantinya, kami punya istilah “mangan” ataupun “madang”. Nah, kalau mau ngledek orang yang dikit-dikit makan dikit-dikit makan, istilah yang biasa dipakai yaitu “tlempos” atau “mbadogan”.

“Tlempos nemen sih koen. Mbadogan bae!” Ucapkan ini pada temenmu yang baru lima menit lalu makan bakso, ehhh udah mau goput seblak aja.

Itulah panduan singkat penggunaan bahasa Tegal bagi kalian yang bukan penutur asli. Dengan membaca dan menerapkan panduan ini, kamu siap untuk berbahasa Tegal dengan ngapak dan kepenak.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 12 Kosakata Bahasa Tegal yang Biasa Digunakan dalam Percakapan Sehari-hari.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Agustus 2023 oleh

Tags: bahasa ngapakbahasa tegalngapak
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

5 Alasan Orang Banyumas Susah Bikin Move On terminal mojok.co

5 Alasan Orang Banyumas Susah Bikin Move On

1 Juli 2023
Penyakit Orang Ngapak yang Malu Menuturkan Bahasa Ngapak

Penyakit Orang Ngapak yang Malu Menuturkan Bahasa Ngapak

11 April 2023
Tips Berbicara seperti Native Speaker Bahasa Jawa Banyumasan

Tips Berbicara seperti Native Speaker Bahasa Jawa Banyumasan biar Cepat Akrab

19 Juli 2024
5 Kosakata Bahasa Tegal yang Bikin Orang Jogja Syok Berat Mojok.co

5 Kosakata Bahasa Tegal yang Bikin Orang Jogja Syok Berat

28 Juli 2024
Orang Tegal Sering Dianggap Ndeso dan Diolok-olok Logatnya, tapi Saya Tetap Bangga Mojok.co

Orang Tegal Sering Dianggap Ndeso dan Diolok-olok Logatnya, tapi Saya Tetap Bangga

17 Mei 2025
Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

26 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026
4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

24 April 2026
Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026
3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.