Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

Gaya Parenting Ibu Nobita yang Patut Ditiru

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
24 April 2022
A A
Gaya Parenting Ibu Nobita yang Patut Ditiru HanungHere Shutterstock

Gaya Parenting Ibu Nobita yang Patut Ditiru (HanungHere/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Nobita tuh beruntung punya ibu seperti Tamako, lho.

Serial animasi legendaris Doraemon pastinya sudah sangat dikenal oleh masyarakat dunia. Keseharian Nobita yang selalu merepotkan Doraemon menjadi fokus utama dalam anime yang baru saja ditinggalkan oleh salah seorang kreatornya, Fujiko A Fujio. Tak cuma menjadi korban perundungan oleh kedua teman sekelasnya, Giant dan Suneo, berbagai masalah kerap ditimbulkan oleh bocah kelas 4 SD berkacamata ini. Mulai dari dimarahi wali kelas, memecahkan kaca jendela tetangga, hingga dikejar-kejar anjing sampai luka-luka sudah menjadi makanan sehari-hari seorang Nobi Nobita.

Sekilas, orang bisa saja merasa kasihan dengan kesialan yang dialami Nobita hampir setiap saat. Tetapi, jika dicermati lebih lanjut, semua hal buruk tersebut terjadi tak lain karena ulahnya sendiri. Nobita yang merupakan penganut fanatik kaum rebahan hampir selalu mendapatkan nilai nol untuk setiap ulangan sehingga gurunya pun menjadi jengkel dan marah besar. Anjing yang kerap mengejarnya pun akibat Nobita kurang berhati-hati saaat berjalan sehingga menginjak ekor anjing tersebut. Sedangkan sifat pengecutnya membuat ia menjadi bulan-bulanan Giant dan Suneo.

Nobita, Suneo, dan Giant (Dream Story/Shutterstock.com)

Kalau saja di dunia nyata ini eksistensi Nobita benar adanya sebagai seorang anak sekaligus pelajar sekolah dasar, bisa dipastikan orang tuanya bakalan pusing tujuh keliling. Memiliki anak tunggal laki-laki, seharusnya bisa menjadi tumpuan harapan kedua orang tuanya. Nyatanya, watak Nobita ini justru sering kali membuat darah orang tuanya mendidih, khususnya ibu Nobita. Tamako Nobi, atau yang bernama gadis Tamako Kataoka, adalah seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya disibukkan oleh pekerjaan domestik serta mengurus anggota keluarga kecilnya yang terdiri atas ayah Nobita yang bernama Nobisuke Nobi, Nobita, Doraemon, dan dirinya sendiri.

Sebagaimana yang sudah menjadi rahasia umum, menjadi IRT adalah pekerjaan yang tidak mudah. Rutinitas dan beban kerja yang menumpuk tetapi minim apresiasi membuat mereka yang berprofesi sebagai IRT rentan mengalami lelah fisik dan tekanan psikis. Belum lagi jika ketambahan memiliki anak trouble maker seperti Nobita, bisa-bisa setiap hari harus menenggak paracetamol lantaran sakit kepala. Namun, ibu Nobita sepertinya memiliki ketulusan untuk mengabdikan dirinya dalam kehidupan berumahtangga berikut segala permasalahannya, termasuk dalam mendidik Nobita. Kita pun bisa belajar ilmu parenting dari perempuan berkacamata tersebut, lho!

Pertama, ibu Nobita mengerjakan seluruh pekerjaan rumah seorang diri tanpa dibantu siapa pun. Mulai dari berbelanja, memasak, beberes rumah, sampai mencabut rumput di halaman. Yah, gimana lagi, anak lanang satu-satunya ogah-ogahan kalau disuruh membantu, sedangkan suaminya sering bekerja hingga larut malam. Hanya sesekali saja Nobita mau melakukan pekerjaan rumah yang diminta ibunya. Itupun masih dengan mengomel dan tak jarang merengek pada Doraemon untuk mengeluarkan perangkat ajaib yang bisa menggantikan dirinya melakukan tugas rumah tangga.

Nobita digambarkan sebagai anak pemalas yang ogah-ogahan membantu ibunya (Ngorkapong/Shutterstock.com)

Memang, hal mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendirian sebenarnya biasa saja kalau dilihat dari kacamata orang Jepang di mana mempekerjakan ART bukanlah budaya mereka. Bahkan, ada istilah mamatachi yaitu sebutan bagi wanita yang mandiri dalam hal apa pun di Jepang, tak peduli status mereka sebagai ibu pekerja maupun stay at home mother. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah Tamako tetap tak menyerah mengajarkan Nobita untuk belajar mengerjakan pekerjaan domestik meskipun harus adu mulut terlebih dahulu. Tampaknya Tamako sadar bahwa urusan tetek bengek rumah merupakan life skill dan tanggung jawab setiap individu, terlepas dari gender mereka.

Kedua, sikap galak dan cerewet ibu Nobita ini sesungguhnya adalah bentuk kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Siapa yang tak naik darah jika setiap kali menemukan nilai nol pada ujian anaknya? Sesekali itu wajar, tapi kalau seterusnya bernilai nol itu bisa jadi si anak kurang ajar. Kedua orang tua Nobita bukanlah orang kaya yang mampu menyewa guru les privat untuk membimbing anaknya belajar seperti Suneo. Oleh sebab itu, keinginan Tamako sebenarnya juga tidak terlalu muluk-muluk.

Baca Juga:

Dennis Nggak Ada Apa-apanya ketimbang Nobita, Tokoh Paling Beban dan Nggak Tahu Diri!

Menguak Misteri Kenapa Dekisugi Jarang Muncul di Serial Doraemon

Tak pernah sekalipun perempuan yang dikenal suka marah-marah ini menuntut nilai sempurna dari Nobita. Ia hanya khawatir jika anaknya tidak akan memiliki masa depan yang cerah mengingat Nobita adalah anak semata wayang yang nantinya harus bisa berdiri di atas kaki sendiri. Kompetisi dunia kerja di Jepang sangat tinggi. Jika tidak memiliki keahlian yang mumpuni, sangat mudah tersingkir. Dan Tamako tidak mau hal tersebut menimpa buah hatinya.

Nobita sering dapat nilai 0 (Shutterstock.com)

Ketiga, Tamako senantiasa bersikap adil bagi Nobita maupun Doraemon meskipun sejatinya Doraemon hanyalah robot kucing dan bukan anak kandungnya. Tak pernah sekalipun ia menunjukkan perlakuan berbeda di antara keduanya. Makan pun selalu bersama-sama di meja makan saat jam makan malam keluarga. Jika salah satu atau keduanya berbuat salah, Tamako tak segan memarahi keduanya dan tidak menyalahkan salah satu pihak saja. Di samping itu, ibu Nobita ini selalu menyiapkan camilan yang sama persis untuk Nobita dan Doraemon.

Tamako memang tidak pernah memanjakan anaknya dengan kemewahan seperti yang dirasakan oleh Suneo. Namun, ia juga hampir tidak pernah main tangan atau memaksa anaknya mencari uang seperti yang dilakukan ibu Giant yang menyuruh anaknya menjaga toko dan memukul Giant bila salah, bahkan di depan teman-temannya. Hanya sesekali saja Tamako menjewer atau memukul pantat Nobita ketika anak pemalas itu sudah kelewatan. Sungguh, Nobita adalah anak yang beruntung memiliki ibu seperti Tamako ini.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Gaya Parenting Orang Tua Shinichi Kudo yang Bikin Saya Kepingin Juga.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 April 2022 oleh

Tags: doraemongaya parentingibu nobita
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Hal Positif dari Takeshi 'Giant' Gouda yang Patut Ditiru Terminal Mojok

Hal Positif dari Takeshi ‘Giant’ Gouda yang Patut Ditiru

26 April 2022
Bagaimana Jadinya Nobita, Jika Doraemon Nggak Pernah Hadir Sama Sekali dalam Kehidupannya_ terminal mojok

Menerka Akhir dari Nobita jika Doraemon Nggak Hadir dalam Hidupnya

13 Oktober 2021
Suneo Honekawa: Representasi Anak Tunggal di Seluruh Dunia

Suneo Honekawa: Representasi Anak Tunggal di Seluruh Dunia

10 Mei 2022
3 Alasan Kartun Ninja Hattori Lebih Mendidik ketimbang Doraemon

3 Alasan Kartun Ninja Hattori Lebih Mendidik ketimbang Doraemon

21 November 2023
Nobita dan Sifatnya yang Saya Benci

Nobita dan Sifatnya yang Saya Benci

6 September 2023
Dekisugi Doraemon Terminal Mojok

Dekisugi dalam Serial ‘Doraemon’ Adalah Second Lead Paling Legendaris yang Jarang Disorot Netizen

13 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.