Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Garis Keturunan Adalah Anugerah dan Kita Semua Harus Memanfaatkannya

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
23 November 2019
A A
Garis Keturunan Adalah Anugerah dan Kita Semua Harus Memanfaatkannya
Share on FacebookShare on Twitter

Senang sekali saya melihat senyum pemuda-pemudi yang diangkat menjadi staf khusus presiden. Pengangkatan tersebut tampak sebagai langkah yang tepat guna memenuhi janji Pak Jokowi sendiri yang sebelumnya ingin punya orang-orang milenial di periode keduanya ini. Walau di jajaran menteri tidak banyak, pengangkatan muda-mudi menjadi staf khusus presiden seolah menjadi jawaban presiden sendiri tentang niatnya yang jauh-jauh hari itu.

Saya sebenarnya suka-suka saja melihat anak-anak muda yang belakangan ini semakin mencolok dan terlihat cukup berprestasi. Bayangkan, di usia 23 tahun Putri Tanjung sudah berhasil menyentuh jabatan staf khusus presiden. Ini bukan jabatan yang bisa didapat jika kerjaannya hanya rebahan dan nonton Youtube dari pagi sampai subuh. Sebelum itu sempat ada berita tentang DPR termuda, seorang cewek bernama Hillary Lasut, usia 23 dan sudah jadi DPR. Tentu jadi DPR tidak mudah, apalagi di usia yang masih muda.

Setelah itu ada lagi berita soal rektor termuda. Wow. Apalagi ditambah dengan programnya yang luar biasa aduhai. Skripsi tidak menjadi patokan kelulusan di kampusnya. Ya ampun, keren sekali. Lagi-lagi seorang perempuan, namanya Risa Santoso, usia 27 dan sudah jadi rektor. Sungguh mantap sekali.

Belakangan ini para pemuda banyak sekali muncul tidak dengan berita soal ngelem, hamil duluan, atau tawuran. Tapi dengan berita-berita yang membanggakan. Jadi staf khusus presiden, jadi DPR hingga jadi rektor. Dari gambaran tersebut mungkin kita boleh opitimis, masa depan bangsa Indonesia terlihat begitu bercahaya.

Namun yang namanya manusia, ada saja yang suka nyinyir soal mereka para pemuda-pemudi yang hebat-hebat itu. Di timeline Twitter saya, ada saja muncul berita hingga cuitan soal latar belakang mbak-mbak yang jadi staf khusus presiden, DPR termuda, dan rektor. Katanya mereka adalah anak-anak orang kaya. Ya terus? Saya mempertanyakan di mana masalahnya jika mereka anak-anak orang kaya dan mereka berprestasi. Tidak ada yang patut dipersalahkan.

Saya jadi aneh sendiri ketika melihat mereka yang mengungkit-ungkit latar belakang dan keturunan para pemuda-pemudi berprestasi belakangan ini. Ada yang bilang bahwa garis keturunan punya kekuatan dan andil. Ada yang bilang itu kerja keras bapaknya. Hingga ada yang bilang mereka tidak ada apa-apanya jika tidak punya garis keturunan yang baik. Wah, ngeri juga saya melihat cuitan-cuitan seperti itu di Twitter. Kejulidan memang selalu ada di segala sisi kehidupan.

Padahal Putri Tanjung, Risa Santoso, atau Hillary Lasut sebelumnya juga tidak tahu kalau mereka bakal dilahirkan di keluarga yang tak biasa. Mana bisa kita menyalahkan takdir yang bernama garis keturunan. Itu adalah anugerah dari yang Maha Kuasa. Dan sebaik-baiknya anugerah adalah yang dimanfaatkan. Saya yakin mereka yang suka nyinyir soal garis keturunan adalah mereka yang tidak puas dengan kehidupannya dan selalu berandai-andai untuk dilahirkan jadi anaknya Chairul Tanjung.

Jangan terlalu ribet menanggapi fenomena anak muda berprestasi dari kalangan borjuis. Mereka sebenarnya sudah tepat, memanfaatkan garis keturunan untuk mencapai impian-impian mereka. Jika saya jadi mereka pun saya pasti akan memanfaatkannya sebaik mungkin. Saya akan buka bisnis, sekolah di luar negeri, bikin ini dan bikin itu. Ketika saya sudah sukses, saya tinggal bilang, ini adalah hasil usaha saya sendiri. Selesai.

Baca Juga:

Seandainya Saya Adalah Putri Tanjung

Nasib Jadi Keturunan Arab yang Sering Disalahpahami Banyak Orang

Punya garis keturunan yang baik pun sering menjadi sebuah peluang untuk meningkatkan nilai tawar kepada orang lain. Umumnya ketika berbincang dengan orang lain dan ditanyakan siapa orang tuamu, jika kamu punya garis keturunan yang baik maka kamu akan dengan lantang menjawab, Ibu saya si A dan Bapak saya si B. Dan semua orang terkesiap. Itu juga harus dimanfaatkan. Ingat, itu adalah anugerah.

Jadi tidak perlu kita mengungkit-ungkit garis keturunan para pemuda yang berhasil membanggakan orang tuanya itu. Kita harus menyadari, garis keturunan itu adalah takdir dan takdir sulit dimodifikasi. Kecuali kamu sadar bahwa dalam hidup ada yang namanya berjuang sekuat tenaga. Kamu sadar bahwa kamu adalah pemuda yang punya garis keturunan yang tidak sehebat klan Senju atau klan Uchiha. Dan satu-satunya solusimu ketika merasa iri dengan Putri Tanjung, Risa Santoso, atau Hillary Lasut tentu adalah dengan kerja keras dan berjuang tanpa henti. Iya, kan? Masa bisa terlahir kembali jadi anaknya Chairul Tanjung?

BACA JUGA Cerita Soal Privilege dan Pilihan Hidup atau tulisan M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 November 2019 oleh

Tags: garis keturunanprivilegePutri Tanjungstaf presiden
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

Beberapa Alasan untuk Tidak Menulis di Terminal Mojok

Terima Saja, Anak yang Terlahir Kaya Memang Lebih Sukses daripada yang Terlahir Pintar

6 November 2020
privilege

Cerita Soal Privilege dan Pilihan Hidup

10 Oktober 2019
Membincangkan 7 Staf Khusus "Milenial" Presiden Jokowi yang Kelihatan Segar-Segar

Membincangkan 7 Staf Khusus “Milenial” Presiden Jokowi yang Kelihatan Segar-Segar

22 November 2019
Emang Penulis Terminal Mojok Ada yang Punya Privilege, ya?

Emang Penulis Terminal Mojok Ada yang Punya Privilese, ya?

18 Maret 2020
Seandainya Saya Adalah Putri Tanjung terminal mojok.co

Seandainya Saya Adalah Putri Tanjung

19 Januari 2022
Nasib Jadi Keturunan Arab yang Sering Disalahpahami Banyak Orang terminal mojok

Nasib Jadi Keturunan Arab yang Sering Disalahpahami Banyak Orang

13 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.