Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Gambaran Hidup Seorang Lelaki yang Nggak Bisa Naik Motor

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
8 Februari 2021
A A
Gambaran Hidup Seorang Lelaki yang Nggak Bisa Naik Motor terminal mojok.co

Gambaran Hidup Seorang Lelaki yang Nggak Bisa Naik Motor terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap orang punya pengalaman dan perjuangan hidupnya sendiri-sendiri. Naruto harus berjuang untuk menjaga teman, Konoha, hingga menjinakkan Kyuubi. Seorang Tesla harus menderita hidupnya, para pesaing yang curang dan licik mencuri dan mensabotase karyanya. Van Gogh harus menunggu lama, bahkan hingga dia mati sampai karyanya diakui dan dihargai. Papa Zola, harus jadi pahlawan super, menjaga anaknya, hingga menjadi guru Matematika secara bersamaan. Dan saya, harus menanggung masa muda tanpa punya kemampuan naik motor.

Semua bermula saat hujan rintik-rintik dan mendung menutup langit. Ini bukan cerita sedih, tapi saya memang tak punya sepeda saat kecil. Mungkin itu salah satu alasan saya tak akrab dengan dunia motor. Bukan karena masalah ekonomi, lebih ke urusan ideologi. Saya penganut ideologi di rumah saja, bahkan sejak kecil, jauh sebelum Covid-19 lahir.

Saat kecil, saya jarang keluar rumah, paling jauh hanya di sekitaran wilayah RT. Saya introver mungkin, tak pernah betah dan selalu kikuk di keramaian. Lantaran itulah, saya jarang main jauh, apalagi perlu sepeda. Saya di rumah sambil menggambar, main musik, atau membaca, rasanya sudah puas sekali.

Namun, saat sudah besar, saya yang kena imbas besar dari perilaku introver itu. Saya jadi nggak bisa naik motor sampai dewasa. Jika saat remaja dan teman sebaya mengajak jalan-jalan, saya cenderung suka menolak, takut merepotkan karena saya selalu dibonceng.

Hal yang gawat adalah saat mau pergi bareng sahabat-sahabat dekat naik motor dan mereka bawa pasangan. Saya pasti nggak bisa ikut. Lha mereka bawa cewek, saya kalau bawa cewek isin, soalnya saya yang dibonceng.

Sementara yang enak saat teman cewek saya punya mobil, jadi saya nggak malu-malu banget, meski tetap sama-sama nebeng. Namun akhirnya saat SMK, saya belajar mengendarai mobil, pinjam punya pakde. Sebuah mobil Charade tahun 80-an, yang berat banget stirnya. Saat saya lulus sekolah, bapak saya beli mobil juga, akhirnya saya bisa pergi-pergi sesuka hati.

Mungkin banyak yang bertanya, kenapa nggak belajar naik motor? Pada kenyataannya, saya belajar berkali-kali. Mungkin karena nggak punya basic bersepeda, saya tak pernah berhasil mengendarai motor. Entah berapa ratus kali saya mencoba, tapi selalu gagal, sampai tulang tangan saya cedera berkali-kali. Ujungnya, saya tak seperti Naruto, Tesla, Van Gogh, apalagi Papa Zola, saya menyerah dengan motor sampai lulus SMK. Dan saya tak pernah lagi pegang motor untuk bertahun-tahun kemudian.

Jika ada yang cerita nikmatnya membonceng cewek, saya tak pernah tahu rasanya. Intinya, banyak hal terlewat dan tak bisa saya rasakan karena nggak bisa naik motor. Apalagi pas ada konvoi ngiring kiai, pengantin, supit, saya jarang bisa ikut, biasanya karena nggak kebagian boncengan. Pasalnya, kebanyakan teman lebih memilih bonceng cewek-cewek ketimbang saya.

Baca Juga:

3 Hal yang Saya Takutkan Saat Naik Motor di Belakang Bus

Stop Glorifikasi Kemampuan Anak Naik Motor. Nggak Ada Keren-kerennya Tau!

Saya selalu iri dengan para pemotor ini. Kayaknya asyik gitu, bisa keliling kota dengan motor. Hal yang paling bikin jengkel adalah saat di luar kota. Mobilitas saya jadi susah dengan was-wes, mobil ra gablek, ojek online kadang susah banget dicari. Alhasil, saya sering naik kendaraan umum atau nebeng temen.

Namun, sekitar 3 tahun lalu, saya kepingin sekali bisa naik motor lagi. Rasa itu tiba-tiba muncul, bagai geger geden di pertigaan terminal yang sering tiba-tiba terjadi tanpa jelas alasannya. Entah karena tak mampu lagi membendung rasa bosan dibonceng, saking inginnya boncengin seseorang (ehm), atau mungkin karena biaya transportasi yang makin mahal. Akan tetapi, satu hal yang pasti, saya perlu naik motor agar bisa was-wes saat ada kerjaan.

Sayangnya, memang tak mudah belajar motor saat sudah dewasa, sudah alot kalau kata mantri sunat. Seminggu tak bisa, sebulan tak lancar, dan menyerah lagi. Kemudian saya merasakan pertumbuhan lemak yang ngadi-adi. Saya memutuskan untuk olahraga dan bersepeda yang saya pilih. Saya bisa sekalian latihan keseimbangan dan sekaligus badan jadi sehat. Saya beli sebuah sepeda bekas. Sepeda inilah yang membuat jalan terjal hubungan saya dengan motor makin landai. Pasalnya, pada akhirnya saya bisa naik sepeda, saya jadi bisa naik motor.

Alhasil, kemampuan keseimbangan saya meningkat. Saya menikmati bersepeda dan bisa dibilang sepeda sebagai alat transportasi utama saya. Kini, ada motor bebek di rumah, tapi jarang saya sentuh dan belai. Bukan karena saya lebih cinta sepeda saya, tapi mau bonceng siapa, wong saya jomblo. Akhirnya saya cuma bisa ngelus-elus jidat saya lagi.

BACA JUGA Orang yang Bisa Mengendarai Motor Belum Tentu Bisa Membonceng Orang Lain dan tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 Februari 2021 oleh

Tags: lelakinaik motor
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

Pengalaman Pahit Saat Naik Motor di Belakang Truk Angkut Hewan Ternak terminal mojok.co

Pengalaman Pahit Saat Naik Motor di Belakang Truk Angkut Hewan Ternak

16 Maret 2021
3 Hal yang Saya Takutkan Saat Naik Motor di Belakang Bus Terminal Mojok

3 Hal yang Saya Takutkan Saat Naik Motor di Belakang Bus

12 Juni 2022
Outfit Kondangan untuk Perempuan yang Tetap Kece dan Nyaman meski Naik Motor terminal mojok.co

Outfit Kondangan untuk Perempuan yang Tetap Kece dan Nyaman meski Naik Motor

30 Agustus 2021
5 Gaya Bonceng Motor yang Nggak Ada Akhlak

5 Gaya Bonceng Motor yang Nggak Ada Akhlak

6 Juni 2020
Derita Saya Sebagai Laki-Laki yang Punya Suara Cempreng

Derita Saya Sebagai Laki-Laki yang Punya Suara Cempreng

4 April 2020
Inilah yang Biasa Saya Usahakan agar Nggak Ngantuk Saat Naik Motor terminal mojok.co

Inilah yang Biasa Saya Usahakan agar Nggak Ngantuk Saat Naik Motor

21 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak (Wikimedia Commons)

Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak: Sebuah Usaha Menghapus Cap Makanan Nggak Jelas dari Jidat Sate Taichan

7 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.