Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Frank Lampard dan PR Lawas yang Belum Tuntas

Ardi Setianto oleh Ardi Setianto
15 Oktober 2019
A A
frank lampard

frank lampard

Share on FacebookShare on Twitter

Frank Lampard mempersembahkan kemenangan ke-4 bagi Chelsea dalam mengarungi Liga Primer Inggris musim 2019/20 setelah menghajar Southampton 1-4 di St. Mary’s Stadium (06/10). Hasil tersebut memperpanjang track positif Chelsea dengan raihan 3 kemenangan beruntun disemua kompetisi. Catatan bagus bagi pria 41 tahun setelah mengawali musim dengan terseok-seok.

Namun bila melihat dengan kecamata lebih luas, kemenangan kemarin masih belum sepenuhnya paripurna. Satu gol yang bersarang ke gawang Kepa Arrizabalaga menjadikan Chelsea tim dengan jumlah kemasukan ke empat terburuk dari seluruh peserta liga. Hingga pekan ke-8, Chelsea sudah kebobolan 14 gol. Pekerjaan rumah klasik yang hingga kini masih belum tertangani baik oleh mantan pemain timnas Inggris.

22% – In the 68 games that Frank Lampard has managed between Derby County and Chelsea in all competitions, his teams have only kept a clean sheet in 22% of their matches (15/68). Vulnerable. pic.twitter.com/oTRFisv43M

— OptaJoe (@OptaJoe) October 2, 2019

Menukil data dari Opta Joe, setelah memainkan 69 pertandingan selama menjadi Manajer professional, Lampard hanya mampu mencatat 15 nirbobol dengan persentase 22%. Angka buruk yang patut dikritisi para fans Chelsea.

Banyak pendapat dari berbagai pandit mengatakan, salah satu kelemahan Frank Lampard adalah—saat tim kehilangan bola—bertahan. Bahkan mantan Manajer yang terlampau cinta dengan Chelsea, Jose Mourinho, pernah mengomentari cara transisi Chelsea versi Lampard masih terlihat lugu, sehingga meninggalkan gap cukup besar antar lini, terutama saat Chelsea kehilangan bola.

Memang, komentar Mourinho tersebut keluar dari mulutnya pada awal bulan Agustus lalu saat Chelsea dilumat Manchester United dengan skor 4-0 di Old Trafford. Namun hingga pertandingan terakhir saat menantang Southampton kemarin, Lampard masih belum bisa dikatakan berhasil dalam membenahi kelemahan tersebut. Alhasil klub sekaliber Southampton sukses mencatatkan 10 kali percobaan tendangan, 3 di antaranya berhasil mengancam gawang Kepa Arrizabalaga, termasuk gol Danny Ings pada menit 30’.

Begitu pun saat menghalau build up serangan lawan dari bola set piece, musim ini gawang Chelsea sudah dikoyak 6 kali melalui set piece. Angka ini sudah termasuk gol dari Rodrigo saat berjumpa Valencia dan sundulan dari Victor Osimhen saat menghadapi Lille OSC di Liga Champions. Berbeda dengan teknik transisi yang memang sepenuhnya pekerjaan rumah bagi Lampard. Kelemahan Chelsea dalam menghalau set piece adalah hibahan tugas dari Maurizio Sarri. Musim lalu, Chelsea menjadi klub paling buruk dalam persoalan ini, bersanding sejajar bersama Cardiff City dengan menelan 15 kali kebobolan.

Tak cukup di sini, permasalahan lain yang sedang dihadapi Lampard adalah lambannya pemain dalam penjagaan wilayah pertahanan (covering area) saat dalam posisi tertekan, atau dalam bahasa teknisnya biasa disebut zonal marking. Kelemahan ini sangat jelas terlihat saat Chelsea takluk 1-2 dari Liverpool pada pekan ke-6 lalu.

Baca Juga:

Manajemen Tolol Penyebab PSS Sleman Degradasi dan Sudah Sepatutnya Mereka Bertanggung Jawab!

Olahraga Lari Adalah Olahraga yang Lebih “Drama” ketimbang Sepak Bola

Berbekal pengalaman, Jurgen Klopp tau betul akan kelemahan Chelsea tersebut. Sehingga kerap kali 4 bek Chelsea dibuat kelimpungan membaca alur bola yang diperagakan Liverpool. Belum lagi ditambah perjudian besar Lampard yang membayar waktu istirahat pemain yang baru saja sembuh dari cidera dengan memasukkannya ke line up. Emerson Palmieri (menit 13’) dan Andreas Christensen (menit 42’) menjadi korban kecerobohan Lampard, yang harus ditandu keluar lebih awal karena cidera.

Sebenarnya untuk teknik zonal marking, Lampard bisa mengambil ilmu dari Jose Mourinho yang terkenal piawai menggunakannya saat –dulu- menjadi pelatih. Apabila sekarang sudah lupa dan sungkan untuk meminta kembali ilmu dari Mourinho, Lampard bisa saja mengajak diskusi John Terry yang sewaktu bermain saya kira cukup paham tentang teknik bertahan ini.

Tampaknya Lampard cukup sadar akan kelemahan timnya selama ini. Terlihat dari 12 pertandingan terakhir, ia tidak pernah menurunkan 11 pemain yang sama untuk mengisi line up. Alasannya cukup jelas, ia masih mencari komposisi terbaik setidaknya untuk melancarkan strategi yang ia yakini bakal berhasil menumbangkan lawan-lawannya.

Namun yang cukup riskan dari keputusan Lampard adalah ia juga terlalu sering mengganti pakem formasi. Berawal dari 4-2-3-1, kemudian 4-3-3, dan sempat bermain dengan formasi 3-5-2. Bahkan ia dengan kepercayaan tinggi menggunakan strategi mirroring sewaktu melawan Wolverhampton meski hasilnya memuaskan.

Tidak ada masalah jika keputusannya menggunakan pendekatan dinamis dengan tujuan untuk mencari pakem permainan paling cocok bagi Chelsea. Namun juga sangat bahaya jika pendekatan yang ia pilih justru mengantarkannya ke pusaran zona nyaman. Sehingga terkesan melupakan filosofi, entitas dasar yang acap kali dipakai pelatih-pelatih hebat untuk menunjukkan identitas gaya melatih. Apalagi sampai lupa memberikan pemahaman cara bertahan yang baik kepada pemain-pemain belianya.

Sebagai salah satu gelandang subur saat dulu masih merumput. Jelas ia memiliki naluri gol tinggi. Namun juga jangan sampai naluri tersebut mengambil alih penuh semua keputusannya selama berkarir di pinggir lapangan.

Tanpa mengesampingkan tajamnya lini depan Chelsea. Dan selagi liga terus berjalan, ia juga masih harus belajar banyak kepada pelatih-pelatih hebat yang dulu pernah berbaur dengannya di ruang ganti.

Untuk lebih mempertajam setiap keputusannya. Serta menyeimbangkan pemahaman sepak bola yang tidak hanya tentang mencetak gol, dan kembali mengingatkan memorinya jika bertahan juga termasuk dalam sistem sepak bola itu sendiri.

Untuk memperbaiki kelemahan yang cukup kompleks ini, Lampard memang membutuhkan waktu yang tidak instan. Ada banyak proses getir yang harus dihadapinya. Namun ia juga harus berkomitmen untuk bisa mengerjakan tugasnya. Supaya buku perjalanan karir kepelatihannya yang masih renggang dan tampak abu-abu lekas berganti dengan goresan tinta berkilau. (*)

BACA JUGA Liverpool Jangan Jumawa: Segerakan Meraih Gelar Liga Inggris! atau tulisan Ardi Setianto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Oktober 2019 oleh

Tags: frank lampardLiga Primer InggrisSepak Bolatimnas inggris
Ardi Setianto

Ardi Setianto

Manusia biasa yang menolak untuk merasa cukup pintar. Masih dalam perjalanan panjang memperbaiki cara membaca situasi dan cara menuliskan perasaan.

ArtikelTerkait

Arsenal Butuh Factory Reset terminal mojok

Arsenal Butuh Factory Reset

1 September 2021
bahasa di wakatobi pelestarian lingkungan sepak bola bajo club wakatobi poasa-asa pohamba-hamba mojok

Lapangan Sepak Bola Tomia yang Buruk Adalah Berkah

18 Desember 2020
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis

24 November 2020
Leonardo PSG FIFA PES gim sepak bola Lionel Messi Mojok

Setelah Messi Pindah ke PSG, Dunia PES dan FIFA Tak Lagi Sama

12 Agustus 2021
4 Macam Sensasi Tempat Duduk di Stadion Manahan Solo terminal mojok.co

4 Macam Sensasi Tempat Duduk di Stadion Manahan Solo

13 Januari 2022
Sepak Bola Menjelang Magrib Adalah Olahraga Paling Fair Play di Dunia terminal mojok

Sepak Bola Menjelang Magrib Adalah Olahraga Paling Fair Play di Dunia

28 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Kartu kredit, contoh terbaik bahwa dunia hanya ramah sama orang kaya

Kartu kredit, contoh terbaik bahwa dunia hanya ramah sama orang kaya

3 Agustus 2026
Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

3 Agustus 2026
4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads Mojok.co

4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads

3 Agustus 2026
Ide bisnis buat pebisnis Semarang kalau punya punya 100 miliar (Unsplash)

Ide bisnis yang muncul di kepala saya kalau punya uang 100 miliar adalah bikin rumah kesejahteraan khusus anjing di Semarang

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.