Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Focus Gossiping Discussion: Mari Hidupkan Diskusi dengan Bergosip

Dicky C. Anggoro oleh Dicky C. Anggoro
26 November 2019
A A
Focus Gossiping Discussion: Mari Hidupkan Diskusi dengan Bergosip
Share on FacebookShare on Twitter

Mungkin pada dasarnya kita semua pernah berpikiran bahwa diskusi dan percakapan yang baik adalah komunikasi dua arah yang terfokus dan terstruktur. Diskusi yang baik juga harus senantiasa memunculkan ide-ide inovatif bagi banyak pihak yang terlibat dalam diskusi tersebut untuk memecahkan suatu masalah bersama.

Diskusi terarah atau biasa dikenal sebagai focus group discussion (FGD) memang sejatinya banyak dipakai di berbagai institusi untuk memunculkan solusi yang produktif, dan sudah pasti menjadi bentuk diskusi yang ideal. Sebagai ajang mempertemukan banyak kepala, tak jarang model diskusi FGD seperti ini banyak dibumbui adegan konflik serta perdebatan. Walaupun benar diskusi tersebut terlihat ideal. Apakah akan menjamin kita sebagai peserta diskusi betah dan senang duduk berlama-lama memperbincangkan hal yang membosankan?

Yang sudah menjadi pemahaman bersama adalah semua orang mudah bosan. Diskusi terfokus yang topiknya itu-itu melulu sudah bisa dipastikan akan mudah me-ninabobo-kan peserta diskusi. Walaupun memang pembicaraan terarah dalam diskusi FGD menjadi bentuk kegiatan yang produktif, pada kenyataannya kita semua jauh lebih suka membicarakan hal lain seperti bergosip. Benar, kan?

Semua orang suka bergosip. Dan pada level tertentu menjadi kebutuhan. Bergosip secara teknis memiliki definisi membicarakan orang lain yang tidak hadir pada saat gosip dibicarakan. Dengan definisi ini, gosip memiliki ruang lingkup penggunaan yang luas dan tidak hanya berkutat pada kabar miring dan kejelekan serta aib korban gosip kita. Membicarakan kerabat yang akan liburan, atau tetangga yang menang pemilihan ketua RT juga sudah bisa dikategorikan sebagai kegiatan bergosip.

Kegiatan bergosip adalah kebutuhan dasar manusia. Bergosip adalah insting dasar manusia dan sudah menjadi peninggalan nenek moyang manusia purba kita. Manusia adalah satu-satunya makhluk di muka bumi yang bergosip, dan dengan bergosiplah kita disebut manusia. Manusia pada mulanya mengembangkan bahasa dan pada akhirnya bisa berkomunikasi secara verbal karena gemar membicarakan orang lain.

Jika ditarik ke kehidupan sehari-hari, bergosip masih tidak kehilangan relevansinya. Bisa dibilang bahwa kegiatan bergosip adalah tentang bagaimana kita bertahan hidup. Hidup kita berakar kuat pada interaksi sosial, dan kita sangat bergantung pada kelompok-kelompok. Untuk itu, mengenal lebih dalam anggota kelompok adalah kebutuhan yang wajib agar kita tidak salah bersandar.

Gosip menyediakan banyak informasi mengenai semua anggota kelompok. Kita bisa tahu mana yang jujur, mana yang tidak bisa dipercaya, dan mana yang bisa dijadikan sandaran. Selain mengajarkan pada kita tentang orang yang menjadi bahan gunjingan, bergosip juga mampu membuat kita memahami orang yang menyampaikan berita. Dengan kata lain, kita bisa mempelajari banyak hal melalui kegiatan bergunjing.

Selain memberikan banyak manfaat, kebiasaan bergosip kadang sering dikonotasikan dengan hal yang negatif dan jahat. Dengan bergunjing, suatu kelompok dengan mudah mampu mengidentifikasi dan mengasingkan orang yang dianggap tidak sesuai dengan nilai yang ada pada kelompok tersebut. Memang benar jika bergosip dapat menimbulkan efek negatif pada si korban. Walaupun tindakan pengucilan ini terkesan jahat, namun apakah benar demikian?

Baca Juga:

Enaknya Jadi Fresh Graduate di Jogja: Nggak Takut Dicap Pengangguran karena Sibuk Ikut Forum Diskusi

Saya Gagal Kuliah di UGM, dan setelah 13 Tahun, Penyesalan Tersebut Tetap Ada

Sebuah studi menyatakan bahwa orang yang dikucilkan dari suatu kelompok sebagai korban pergunjingan akan mencoba memperbaiki tingkah laku untuk sesuai dengan nilai pada kelompok dan agar dapat diterima kembali. Efek ini juga akan tampak pada anggota kelompok lain. Mereka akan mengidentifikasi pengucilan sebagai ancaman sehingga akan menjadi cara tersendiri untuk menjaga semua anggota kelompok tetap kooperatif.

Selain menjaga kekompakan kelompok, gosip menjadi sarana untuk mencari kebenaran karena pada dasarnya gosip adalah kebenaran yang belum sempurna. Kabar miring yang masuk ke meja gunjing akan diperbincangkan dengan saksama oleh forum gosip dengan mempertemukan banyak kabar yang didengar oleh tiap anggota. Karena adanya banyak telinga dan beragam pendapat, mampu meyakinkan bahwa kabar miring yang masuk layak dipercayai atau tidak. Sehingga gosip mampu digunakan sebagai sarana verifikasi.

Melalui fakta-fakta di atas, bisa dikatakan bahwa gosip mampu menjaga konformitas sesama manusia dalam suatu kelompok serta dapat mempererat hubungan internalnya. Untuk itu, memasukkan sesi bergosip dalam suatu forum diskusi wajar-wajar saja dilakukan, seperti di waktu senggang atau istirahat. Menggeser paradigma FGD dari focus group discussion menjadi focus gossiping discussion mungkin dapat menambah kesegaran atmosfer diskusi biar nggak bosen-bosen amat.

Mungkin menambah bahasan tentang mantan yang kepergok jalan sama gebetan barunya di sela-sela presentasi proyek yang udah kelar, boleh juga.

BACA JUGA Betapa Sulitnya Bergaul Dengan Orang yang Baru Hijrah atau tulisan Dicky C. Anggoro lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 November 2019 oleh

Tags: diskusiFGDGosip
Dicky C. Anggoro

Dicky C. Anggoro

Mahasiswa Apoteker yang gemar meracik kata-kata.

ArtikelTerkait

Mas Gibran, Please Ngomong dong, biar Nggak Dikira Kosong!

Mas Gibran, Please Ngomong dong, biar Nggak Dikira Kosong!

27 November 2023
Benarkah Mahasiswa UNY Adalah (Calon) Mahasiswa yang Terbuang dari UGM? Iya, tapi Nggak Juga Jogja kuliah di UGM warung makan sekitar UGM seleksi masuk ugm jurusan s1 UGM

Saya Gagal Kuliah di UGM, dan setelah 13 Tahun, Penyesalan Tersebut Tetap Ada

14 Maret 2024
Enaknya Jadi Fresh Graduate di Jogja: Nggak Takut Dicap Pengangguran karena Sibuk Ikut Forum Diskusi

Enaknya Jadi Fresh Graduate di Jogja: Nggak Takut Dicap Pengangguran karena Sibuk Ikut Forum Diskusi

11 September 2025
Working Mom Mending Tinggal di Perumahan agar Terhindar dari Tetangga Nyinyir

Working Mom Mending Tinggal di Perumahan agar Terhindar dari Tetangga Nyinyir

17 Januari 2024
lucinta luna

Apa Salahnya Belajar dari Lucinta Luna?

6 Agustus 2019
Please deh, Kalau Lagi Diskusi Jangan Langsung Potong Pembicaraan Terminal Mojok

Please deh, Kalau Lagi Diskusi Jangan Langsung Potong Pembicaraan

18 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026
Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama Mojok.co

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama

29 April 2026
Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang Mojok.co

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang

28 April 2026
Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026
Bandung Setelah Lebaran Jadi Surga Wisatawan, tapi Mimpi Buruk Warlok Mojok.co semarang

4 Hal yang Lumrah di Bandung tapi Tampak Aneh di Mata Orang Semarang

30 April 2026
kecamatan pedan klaten tempat tinggal terbaik di jawa tengah (Wikimedia Commons)

Kecamatan Pedan Klaten: Tempat Tinggal Terbaik di Kabupaten Klaten yang Asri, Nyaman, Penuh Toleransi, dan Tidak Jauh dari Kota

29 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nasib Gen Z: Sudah Susah, Malah Serbasalah hingga Dicap “Gila” padahal Hadapi Krisis dan Hanya Mencoba Bertahan Hidup
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.