Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Film ‘Stand By Me Doraemon 2’ Menunjukkan Semua Orang Pasti akan Berubah

Utomo Priyambodo oleh Utomo Priyambodo
29 Januari 2021
A A
Film 'Stand By Me Doraemon 2' Menunjukkan Semua Orang Pasti akan Berubah terminal mojok.co

Film 'Stand By Me Doraemon 2' Menunjukkan Semua Orang Pasti akan Berubah terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Yang tetap di dunia ini hanyalah perubahan. Artinya, tidak ada yang tetap di dunia ini, kecuali perubahan itu sendiri. Hal itulah yang sepertinya ingin disampaikan dalam film Stand By Me Doraemon 2.

Gambar-gambar dari cuplikan trailer film Stand By Me Doraemon 2 yang bakal tayang di bioskop pada 2 Februari 2021 itu sedang menjadi bahan pembicaraan warganet. Bahkan tokoh-tokoh dalam film Stand By Me Doraemon 2 sempat jadi kata-kata kunci (keywords) yang populer bahkan trending di Twitter.

Banyak netizen yang membahas mengapa rambut Suneo yang tadinya hitam runcing jadi berwarna pirang dan kribo seperti kremesan ayam di film Stand By Me Doraemon 2? Ada juga yang membahas kok bisa-bisanya Shizuka menikah dengan Nobita, bukan dengan Dekisugi yang lebih pintar dan tampan.

Well, kalian yang bertanya-tanya soal ini, apakah kalian tidak pernah menemukan ada teman perempuan kalian sewaktu kecil yang tadinya gendut dan berkulit gelap, tapi setelah dewasa jadi langsing dan kulitnya putih mulus? Atau teman laki-laki kalian sewaktu kecil yang tadinya cupu dan kuper, tapi setelah dewasa jadi terlihat terlihat modis dan gaul? Atau juga teman-teman kecil kalian lainnya yang tadinya kumal, dekil, dan mukanya selalu tampak kotor, tapi setelah dewasa jadi berpenampilan necis, bersih, dan tampak rajin merawat diri?

Itu baru dari sisi penampilan. Belum dari karakter dan nasib hidupnya.

Saya pribadi pernah punya teman kecil yang tadinya alim dan baik sekali, tapi ketika dewasa jadi pemakai narkoba, suka seks bebas, dan gabung geng motor yang suka begal pengendara lain. Sebaliknya, ada juga teman kecil lainnya yang tadinya sering diremehkan dan bahkan sama sekali tidak diperhitungkan, tapi setelah dewasa jadi lebih sukses dan kaya dibanding teman-teman lainnya termasuk saya.

Ada pula saya, yang sewaktu kecil dianggap cemerlang karena sering menang lomba ini-itu, mulai dari Lomba Siswa Berprestasi, Olimpiade Sains, hingga Porseni, kini jadi orang yang biasa-biasa saja. Prestasi-prestasi saya sewaktu kecil itu tidak mampu membawa saya berkarier dengan benar di bidang sains, olahraga, ataupun seni. Disebut sukses sangatlah tidak layak, dibilang medioker bener banget.

Saya sama sekali tidak sukses dalam karier, apalagi setelah adanya pandemi Covid-19 yang ikut mempengaruhi kondisi keuangan dan kebijakan tempat terakhir saya bekerja. Ya, hal semacam ini memang terjadi pada banyak orang. Namun, tidak pada banyak teman saya lainnya, termasuk teman-teman kecil saya yang dulu tidak diperhitungkan banyak orang itu.

Baca Juga:

Dennis Nggak Ada Apa-apanya ketimbang Nobita, Tokoh Paling Beban dan Nggak Tahu Diri!

Perbandingan Jumlah Guru dan Murid yang Ideal serta Keberadaan Support System Adalah Rahasia Kecerdasan Upin Ipin dan Naruto

Jadi, melihat Suneo yang dulu merupakan anak mami menyebalkan yang nggak asyik sekali tapi kini terlihat seperti pemuda gaul, ataupun melihat Nobita yang dulu cupu, malas, dan bodoh tapi kini bisa menaklukkan hati Shizuka, itu bukanlah perkara yang luar biasa bagi saya.

Wajar saja toh kalau Suneo berubah jadi pemuda gaul kribo yang mewarnai rambutnya. Wajar juga toh kalau Nobita kecil yang dulu selalu gagal menarik perhatian Shizuka kini jadi pemuda berkelas yang tak lagi malas dan bodoh makanya dia bisa menikahi Shizuka.

Semua orang berhak berubah dan pasti berubah. Jangan terlalu kaget atau merasa kecewa karena perubahan itu.

Seorang filsuf Yunani kuno bernama Herakleitos pernah mengatakan, “Nothing endures but change.” Tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri. Perubahan itu mutlak. Tentu. Pasti. Niscaya. Bahkan abadi. Akan terus terjadi.

Sang penyair Kahlil Gibran pernah bilang juga bahwa ketidak pemanenan manusia adalah seperti ayat-ayat yang ditulis di atas permukaan sungai. Aliran sungai berubah terus-menerus. Maka kita janganlah kaget atau heran misalnya orang yang pernah kita kenal dekat dan baik sebelumnya, ternyata kemudian berubah perlakuannya kepada kita. Jangan marah atau menyesal pula jika misalnya orang yang pernah kita kagumi, ternyata kemudian mengecewakan kita. Termasuk pula jika orang yang berubah tersebut adalah diri kita sendiri.

Ada teman saya misalnya pernah curhat bahwa dulu dia sangat mengagumi seorang musisi yang begitu bagus dalam menulis lirik lagu bahkan lagu yang ia buat untuk istrinya. Namun, si teman kemudian kecewa setelah musisi tersebut selingkuh dan meninggalkan istrinya demi menikahi wanita lain, lalu lirik-lirik lagu baru yang dibuatnya jadi murahan, dan kata-kata yang ia sampaikan jadi penuh kebencian dan teori konspirasi terutama setelah ia masuk ke dunia politik.

Juga ada teman lain yang mencak-mencak karena merasa salah telah memilih presiden yang tadinya ia pikir merakyat dan cinta lingkungan karena pernah hidup susah dan merupakan sarjana Kehutanan. Namun, ternyata kini lebih terlihat mementingkan elite oligarki, “mendukung” pengerusakan lingkungan demi bisnis, dan bahkan mendukung upaya melumpuhkan pemberantasan korupsi dengan berbagai peraturan dan kebijakan yang dikeluarkannya.

Saya bilang pada teman yang satu bahwa janganlah kaget dan menyesal pernah mengidolakan musisi tersebut karena dulu dia memang pernah bagus berkarya dan lagu-lagu lamanya yang cemerlang tetaplah abadi. Saya katakan juga pada teman yang lain janganlah kaget dan menyesal pernah memilih presiden itu karena dulu mungkin saja ia memang benar-benar merakyat dan bisa jadi merupakan pilihan terbaik dari yang ada kala itu.

Hanya saja, manusia kan memang makhluk yang selalu berubah sewaktu-waktu. Bisa berganti penampilan atau sikap setiap harinya, atau bahkan tiap detiknya.

Jangankan manusia seperti Suneo dan Nobita yang berubah. Bahkan robot musang seperti Doraemon pun berubah. Tahukah kalian bahwa sebenarnya dulu tubuh Doraemon berwarna kuning dan memiliki daun telinga? Iya, bukan berwarna biru dan tanpa daun telinga seperti sekarang ini, lho.

Nah, jadi kalian jangan kaget lagi ya kalau banyak calon wakil rakyat yang pas kampanye bilang akan selalu mendengar aspirasi rakyat, tapi setelah memegang jabatan mereka jadi mendadak tidak punya telinga semua. Ya, anggap saja mereka cuma robot musang berbulu ayam. Idih, sereeem.

BACA JUGA Menerka Alasan Dekisugi Nggak Ada di Foto Pernikahan Nobita Shizuka

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Januari 2021 oleh

Tags: NobitaShizukaStand By Me Doraemon 2
Utomo Priyambodo

Utomo Priyambodo

Penulis dan periset lepas.

ArtikelTerkait

Memperkirakan Uang Saku Nobita Selama Satu Bulan

Memperkirakan Uang Saku Nobita Selama Satu Bulan

9 Juni 2020
Menganalisis Sumber Alat-alat Canggih dari Kantong Doraemon terminal mojok.co

Menganalisis Sumber Alat-alat Canggih dari Kantong Doraemon

10 Februari 2021
Doraemon

Bukan One Piece atau Naruto, Manga Terbaik Itu Doraemon

28 April 2020
Suneo Honekawa: Representasi Anak Tunggal di Seluruh Dunia

Suneo Honekawa: Representasi Anak Tunggal di Seluruh Dunia

10 Mei 2022
Menghitung Penghasilan Nobisuke, Ayah Nobita yang Hobi Mabuk

Menghitung Penghasilan Nobisuke, Ayah Nobita yang Hobi Mabuk

7 April 2020
Bagaimana Jadinya Nobita, Jika Doraemon Nggak Pernah Hadir Sama Sekali dalam Kehidupannya_ terminal mojok

Menerka Akhir dari Nobita jika Doraemon Nggak Hadir dalam Hidupnya

13 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.