Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Fenomena Rabbit Town dan Krisis Identitas Pariwisata Kita

Audian Laili oleh Audian Laili
1 Mei 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Tempat wisata di Indonesia lagi-lagi terpampang nyata asal comot karya seni orang lain dan langsung mengaplikasikan hal tersebut di tempat wisatanya. Kali ini Rabbit Town yang berada di Bandung. Rabbit Town telah diputuskan bersalah karena telah melanggar hak cipta dan meniru instalasi seni Urban Light karya Chris Burden yang terpajang di Los Angeles County Museum of Art, Amerika Serikat. Mereka pun diminta untuk merobohkan spot foto tersebut dan didenda Rp1 miliar rupiah.

Setelah putusan tersebut, Rabbit Town kayak nggak merasa bersalah gitu. Malahan, nih, ya, di media sosialnya, mereka lagi gempor-gemporan mempromosikan si Love Light yang katanya jadi ikon tempat wisata mereka ini. Beberapa postingan terakhir, soal ituuu aja. Dengan caption, “Tiket masuk gratis at our Love Light.” Apa, ya, nggak bikin kesel, tuh? Ini saya bukan yang punya karya aja ngerasa gregetan.

Sepertinya ada yang nggak pas di pariwisata kita. Nggak sedikit tempat wisata yang membangun sebuah objek foto yang asal caplok dari negara lain. Misalnya, nih, di Jogja ada tempat wisata yang jadi latar fotonya adalah ikon-ikon bangunan dari berbagai negara. Di antaranya ada Menara Eiffel, Menara Pisa, Patung Liberty, Kincir Angin khas Belanda, Jam Big Ben, maupun Piramida di Mesir. Semua itu dibangun dengan ukuran lebih kecil, tapi dibikin semirip mungkin sebagai wahana untuk befoto.

Ada lagi, tempat wisata di Jogja yang membangun beberapa sisi-sisinya seolah-olah saat kita berfoto di sana berada di Satorini dengan bangunan yang identik warna putih dan biru, dan berada di antara rumah-rumah Alpen.

Itu baru wisata “foto”nya. Ya, mereka seolah kehilangan arah pengin bikin objek foto apa. Lantas, langsung asal comot objek di luar negeri atau di suatu daerah yang udah viral dan ikonik. Terus, mereka langsung bikin tiruannya. Mudah memang, nggak perlu mikir terlalu keras atau bayar seniman mahal-mahal untuk menciptakan sebuah karya yang otentik.

Belum lagi dengan wisata alam kita. Banyak banget pemandangan alam yang udah bagus-bagus. Wisata alam yang udah kece dengan menjadi dirinya sendiri. Eh, lha, kok, dipasangi tanda love atau nama tempat itu dengan gede sebagai sarana foto. Ternyata, yang kayak gini banyak yang suka. Ya, gimana, ya, foto sama alam doang itu kadang kelihatan blawur, nggak jelas itu ada di mana. Nah, kalau ada papan namanya yang gede dan warnanya cetar gitu, kan, jadinya enak. Kita yang foto di sana bisa pamer ke orang-orang kalau habis pergi wisata. Ya, kan???

Oleh karena itu, karena banyak yang suka akhirnya banyak tempat wisata lain yang ikut-ikutan menerapkan hal tersebut. Alhasil? Nggak sedikit yang akhirnya malah jadi fail. Selain itu, hal-hal kayak gini bikin pemandangan alam sesungguhnya yang menjadikannya sebagai tempat wisata, malah jadi tertutupi. Syedih, yaaa~

Tampaknya, kita mengalami krisis identitas terhadap apa yang harus ditonjolkan pada tempat wisata kita. Kita kebingungan dan mungkin tidak percaya diri untuk menggali identitas kita sendiri. Alih-alih berusaha mengenal apa yang unik pada diri kita, kita malah main aman dengan caplok sebuah karya yang sudah ada. Kita tiru sebuah karya yang tampaknya sudah jelas-jelas berhasil bikin orang mendatanginya.

Baca Juga:

Sudah Saatnya Purworejo Turunkan Ego dan Belajar dari Kebumen daripada Semakin Tertinggal

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

Tagline, “Wonderful Indonesia,” seolah sekadar tagline. Ia tidak lantas bikin para pengelola wisata lain untuk mau menggali potensi yang ada di negaranya untuk menjadi sesuatu yang lebih menarik untuk didatangi, diketahui, dan dinikmati bersama-sama.

BACA JUGA Harga Makanan di Tempat Wisata Lebih Mahal Itu Wajar dan tulisan Audian Laili lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Mei 2021 oleh

Tags: pariwisataplagiatRabbit Townspot selfie
Audian Laili

Audian Laili

Bisa diajak ngobrol lewat akun Instagram @audianlaili

ArtikelTerkait

4 Tempat Wisata yang Sering Dikira Berada di Jogja, padahal Bukan. Jelas Candi Borobudur adalah Salah Satunya! Mojok.co

4 Tempat Wisata yang Sering Dikira Berada di Jogja, padahal Bukan. Jelas Candi Borobudur adalah Salah Satunya!

23 Juni 2024
Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal Mojok.co

Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal

8 Maret 2026
Gagal Lihat Komodo Akibat Kebijakan Tarif Mahal

Gagal Lihat Komodo Akibat Kebijakan Tarif Mahal

30 Juli 2022
Orang yang Bikin Viral Kasus Parkir Bis di Jogja Memang Pantas Dilaporkan

Orang yang Bikin Viral Kasus Parkir Bis di Jogja Memang Pantas Dilaporkan

22 Januari 2022
Calon Sarjana Kok Kena Kasus Plagiarisme, Pantesan Nggak Lulus-Lulus

Calon Sarjana Kok Kena Kasus Plagiarisme, Pantesan Nggak Lulus-Lulus

8 November 2019
5 Destinasi Wisata Menarik di Indonesia dan Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Berkunjung ke Sana Terminal Mojok

5 Destinasi Wisata Menarik di Indonesia dan Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Berkunjung ke Sana

9 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis Mojok.co

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli Lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis

23 Juni 2026
Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Beli Kopi Pakai Tumbler Memang Ramah Lingkungan, tapi Plis, Dicuci Dulu, Jangan Minta Baristanya Nyuci Tumbler Kalian!

22 Juni 2026
Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan organisasi kampus

Rapat Organisasi Kampus: Belajar Berorganisasi atau Cuma Belajar Boros?

23 Juni 2026
Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Arteri Mojok.co

Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Nasional

19 Juni 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar

Jogja Kota Pelajar Bukan Cuma Soal UGM, tapi Soal Standar Pendidikan dari SD yang Sudah Kompetitif

17 Juni 2026
Derita Punya Usaha Rumahan di Apartemen Kelas Menengah (Unsplash)

Pengalaman Pahit Buka Usaha Rumahan Kios Makanan di Apartemen Kelas Menengah Jaktim, Mulai dari Rekan Bisnis Berkonflik sampai Menu Jualan Selalu Ditiru Pesaing

18 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.