Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Emang Salah Ya Kalau Umur 20-an Tapi Nggak Pacaran?

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
18 September 2019
A A
umur 20-an

umur 20-an

Share on FacebookShare on Twitter

Begini, tulisan ini semacam perwujudan dari apa yang saya diskusikan, tangkap dan terima dalam berbagai jenis interaksi antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Menyoal umur 20-an dan problematika cintanya.

Pacaran, apa yang kalian pikirkan menyoal kalimat itu? Saling berbalas chat, menghabiskan waktu bersama, saling lempar kalimat romantis hingga yang bikin jengkel, masalah. Kita semua tahu pasti bahwa manusia yang telah mencapai usia 20 tahun adalah mereka-mereka yang punya masalah yang cukup kompleks, rumit serta konyol. Kompleks ketika masa remaja sebentar lagi akan berakhir dan berubah menjadi masa dewasa.

Sebuah tanggung jawab yang tak mudah tentunya ketika kita sudah mulai mencari makna kalimat, “bagaimana masa depanku nanti?” Rumit ketika kebingungan terhadap masa depan diri kita sendiri pada akhirnya harus bersinggungan dengan berbagai masalah sosial yang mau tidak mau kita hadapi. Pertemanan, persahabatan, hingga sebuah ikatan tak resmi bernama pacaran.

Kerumitan mereka yang berada di umur 20-an ini menggumpal menjadi sebuah masalah yang konyol. Usia 20-an adalah masa di mana semua nampak membingungkan dan tak jelas. Bagi mereka yang sedang kuliah, hendak jadi apa ketika lulus kelak? Saya merasakannya sendiri.  Usia 20-an adalah masa yang serba tanggung. Mau kawin modal tak ada dan mau kerja, lulus kuliah juga belum. Bisa sih kuliah sambil kerja, tapi itu cukup menguras tenaga dan pikiran.

Permasalahan di umur 20-an ini kalau bahasa kerennya Quarter Life Crisis. Ketika semuanya nampak membingungkan dan emosi sedang mengalami krisis karena kebingungan serta rasa takut gagal menyoal masa depan. Perasaan yang penuh kemelut di usia 20-an ini juga bisa diperparah jika disangkutpautkan dengan yang namanya cinta.

Di lingkungan pertemanan usia 20-an, biasanya ada saja mereka-mereka yang selalu bacot menyoal urusan cinta orang lain. Merendahkan mereka yang masih senang menempuh jalan jomblo di usia 20-an. Individu-indvidu tukang bully ini seolah-olah punya standar menyoal cinta di usia 20-an yang di mana pada usia ini kita semua harus punya pasangan minimal gebetan, tak pacaran pun tak apa. Ada yang begitu? ADA! Saya sendiri sempat dibuat bingung ketika ada teman saya menanyakan apakah dirinya harus punya pacar di usia 20-an, padahal dirinya nyaman-nyaman saja menikmati kesendiriannya. Saya tentu menjawabnya dengan kalimat lugas dan mantap, “Tak apa, urusan cinta jangan dirisaukan, utamakan dulu kuliahmu…” Cinta tidak perlu terlalu dirisaukan jika diri masih kuliah dan duit minta orang tua.

Standar-standar konyol menyoal harus punya pacar di usia 20-an ini nyatanya harus kita luruskan. Benar saja saat usia 20-an adalah fase di mana kita mencari jati diri. Tapi jika menyoal cinta alangkah lebih baiknya kita lakukan secara perlahan tanpa perlu ada tekanan dari pihak mana pun. Urusan hati adalah sebuah kemerdekaan yang cukup kita saja yang tahu. Seandainya kita semua harus mengikuti orang-orang kolot pembuat standar harus pacaran saat usia 20, sama saja kita dengan manusia bodoh yang tak punya prinsip.

Umur 20-an memang bikin galau. Ada berbagai tanggung jawab menyoal berbagai hal yang perlahan-lahan menggelayut di pundak kita. Jangan ditambah beban tersebut dengan urusan cinta. Ketika kalian saat ini usia 20-an dan masih jomblo, itu hak kalian. TIdak ada yang aneh dan memalukan dengan status itu. Selagi kalian masih melakukan hal-hal baik dan bermanfaat untuk sekitar dan orang lain. Jomblo di usia 20-an hanya status basi tak berguna. Jangan termakan kaum-kaum kolot yang mematok standar tidak penting tentang status percintaan di usia 20-an.

Baca Juga:

3 Ide Pacaran Unik yang Hanya Ada di Bantul, Dijamin Nggak akan Terlupa

Jangan Jatuh Cinta dengan Orang Kabupaten Semarang, Kamu Nggak Akan Kuat!

Ingat masih ada suara-suara yang lebih penting yang harus kamu dengarkan. Suara orangtuamu yang selalu berharap kamu lulus kuliah tepat waktu, suara dosen pembimbingmu yang mendorongmu untuk segera menyelesaikan studi, hingga suara hatimu sendiri. Jangan terlalu peduli suara-suara mereka yang bertanya, “Kamu sudah punya pacar?” , “Hah, kamu jomblo?” atau “Kamu gak laku, ya?”

Begitulah usia 20-an, selalu terombang-ambing dengan berbagai ketidakjelasan menyoal hidup ini. Cinta yang pada dasarnya sudah barang tentu dimiliki semua orang, masih saja dipertanyakan eksistensinya yang  jelas-jelas nyata. Tidak perlulah merisaukan sebuah status bernama pacaran di usia 20-an. Selagi kita bisa membuka koneksi terhadap siapa pun, pacaran nyatanya bukanlah sebuah keharusan yang harus dilaksanakan di usia 20-an. Yang terpenting, selesaikanlah dulu skripsi, jangan mikirin cinta teros! (*)

BACA JUGA Sebaik-baik Perawatan Wajah Adalah Cukup Cuci Muka atau tulisan M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 September 2019 oleh

Tags: bucinBudak CintaMilenialPacaranproblematika cinta
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

Wedding Organizer

Waspada Tipu Daya Wedding Organizer Abal-Abal!

9 Oktober 2019
5 Tokoh Pewayangan yang Bucin Abis Terminal mojok

5 Tokoh Pewayangan yang Bucin Abis

20 Februari 2022
nembak gebetan

Mungkinkah Nembak Gebetan dengan Tingkat Keberhasilan Sampai 99,99%?

31 Juli 2019
fangirl

Bucin dan Fangirl: Mirip Tetapi Tak Sama

23 Agustus 2019
Silent Treatment Adalah Sebuah Bentuk Penyiksaan yang Sadis MOJOK.CO

Silent Treatment Adalah Sebuah Bentuk Penyiksaan yang Sadis

27 Juli 2020
cewek brengsek

Cowok dan Cewek Sama-sama Bisa Brengsek

6 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026
Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026
Pamer Pencapaian Adalah Kegiatan Paling Sampah Saat Lebaran, Nggak Ada Fungsinya kecuali Bikin Orang Emosi

Pamer Pencapaian Adalah Kegiatan Paling Sampah Saat Lebaran, Nggak Ada Fungsinya kecuali Bikin Orang Emosi

12 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.