Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Efek Domino Parkir Mobil di Jalan yang Tak Disadari Pelakunya, Salah Satunya Menghambat Rezeki!

Achmad Fauzan Syaikhoni oleh Achmad Fauzan Syaikhoni
25 Maret 2024
A A
Efek Domino Parkir Mobil di Jalan yang Tak Disadari Pelakunya, Salah Satunya Menghambat Rezeki!

Efek Domino Parkir Mobil di Jalan yang Tak Disadari Pelakunya, Salah Satunya Menghambat Rezeki! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Selama tiga hari berturut-turut, entah kenapa ibadah puasa saya kali ini terasa cukup berat. Kewajiban saya tidak sekadar menahan nafsu makan saja, tetapi juga harus menahan diri untuk nggak misuh ketika dihadapkan dengan pengendara yang parkir mobil di badan jalan. Sungguh, menghadapi kelakuan mereka itu jauh lebih berat ketimbang harus menahan untuk nggak makan soto ayam dan minum es degan saat jam 12 siang.

Tentu saya paham bahwa kelakuan tak senonoh itu tak hanya terjadi saat bulan puasa saja. Maka itu saya amat perlu menuliskannya di sini. Bahkan karena saking geramnya, sebelum menulis ini, saya sempat mewawancarai delapan teman yang punya mobil. Saya benar-benar ingin tahu motif asli dari mereka yang suka parkir mobil di jalan itu. Kebetulan, ada lima teman yang ternyata juga pernah melakukan perilaku tak etis tersebut.

Ajaibnya, jawaban mereka rata-rata senada. Alasannya karena tak menemukan lahan parkir yang cukup dekat dengan lokasi di mana mereka singgah. Mereka juga merasa, memakan dua atau tiga jengkal aspal tak begitu signifikan membuat pengendara lain terkena bahaya. Toh ya, selama ini, mereka tak pernah menemui pengendara lain kecelakaan akibat perilaku korupnya.

Tak ada pembenaran availability bias meski hanya sejengkal aspal

Jika pengendara mobil yang selama ini saya temui motifnya sama seperti teman saya, sungguh saya ingin katakan pada mereka bahwa jalan pikirannya sudah terlampau sesat. Dalam diskursus berpikir ilmiah, menurut Rolf Dobelli dalam bukunya The Art of Thinking Clearly, motif itu termasuk ke dalam jenis kesesatan berpikir bernama availability bias.

Sederhananya, bunyi availability bias ialah ketika seseorang mengambil keputusan berdasarkan informasi yang paling gampang diingat, dan sekilas mendukung keputusannya sendiri. Keputusan dia seolah-olah mampu menggambarkan kenyataan pasti hanya karena keputusannya sering benar. Akibatnya, peta risiko yang dia punya atas keputusan itu cukup sempit.

Kesesatan berpikir itu jelas terjadi pada tukang parkir mobil di badan jalan. Dikira, jika selama ini kelakuannya tak menimbulkan bahaya, maka kelakuannya tak masalah. Baik bagi orang lain maupun bagi kondisi lalu lintas.

Padahal, kalau dipikir-pikir, mau mobilnya itu memakan tiga, dua, bahkan sejengkal aspal jalan sekalipun, tetap saja kelakuannya tak bisa dibenarkan. Terlepas perilakunya itu secara undang-undang juga dilarang, pun ada semacam efek domino yang ditimbulkan dari parkir mobil di badan jalan. Kok bisa?

Berikut saya jabarkan efek domino itu berdasarkan pengalaman saya tiga hari berturut-turut belakangan.

Baca Juga:

6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar

Memberantas Pengendara yang Merokok sambil Berkendara Itu Mudah, Tinggal Polisi Mau atau Tidak

Parkir mobil di jalan membahayakan pengendara lain saat menyeberang

Saya tak merasa perlu menceritakan kronologisnya. Sekarang Anda bayangkan saja: Ketika mobil diparkir di pinggir jalan yang arusnya dua arah, kira-kira apa hal yang paling mungkin terjadi? Betul, bikin pengendara lain kesulitan saat menyeberang. Percayalah, mau mobilnya itu hanya memakan sejengkal aspal, tetap saja membahayakan.

Pengendara yang mau nyeberang jelas kesulitan untuk melihat kondisi arus lalu lintas dari sisi mobil itu. Dan mau tak mau, pengendara tersebut harus maksa maju agak ke tengah jalan untuk tolah-toleh.

Dalam kondisi seperti itu, syukur kalau nggak ada pengendara yang ngebut dari sisi mobil. Lha, kalau kebetulan pengendara dari sisi mobil itu ngebut, dan si pengendara yang nyeberang nggak cukup sabar, maka kecelakaan jelas sangat mungkin terjadi.

Apesnya, saya termasuk pengendara yang mau menyeberang itu. Meski tak sampai kecelakaan, tapi jantung saya sempat berdebar kencang gara-gara nyaris diterabas pengendara dari arah mobil kurang ajar itu. Jan uassu!

Parkir mobil di jalan mengundang kemacetan yang tidak seharusnya

Yang kedua, ketika memarkir mobil di pinggir jalan, baik yang arusnya dua arah maupun satu arah, juga potensi mengundang kemacetan. Apalagi, kalau ruas jalannya sempit dan padat kendaraan. Mau mobilnya itu Honda Jazz ataupun Daihatsu Sigra, tetap aja ia memakan jalan dan bikin macet.

Saya tak perlu menjelaskan bagaimana kemacetan itu bisa terjadi terjadi. Sampean semua bisa bayangin sendiri. Yang jelas, meski durasi macetnya itu relatif sebentar, tapi kejebak macet akibat ada mobil parkir di pinggir jalan itu jauh lebih menjengkelkan daripada macet akibat perbaikan jalan atau yang lainnya.

Kalau tak percaya, saya doakan semoga Anda segera merasakannya. Amin!

Menghambat rezeki para pengusaha jalanan 

Tak hanya menuai kecelakaan dan kemacetan saja. Parkir mobil di badan jalan juga bisa bisa menghambat rezeki orang. Ini mungkin jarang terjadi di kota. Seringnya terjadi di desa ataupun perumahan.

Dan belakangan ini, saya menemui bahwa hal itu menimpa pengusaha jalanan macam pedagang tahu bulat dan penjual buah. Mereka jadi nggak bisa berjualan keliling gara-gara ruas jalan dibuat parkir mobil.

Rezeki mereka memang tak selalu terhambat kalau kebetulan yang punya mobil lagi nggak ada. Tapi ya tetap saja tak bisa menutup fakta bahwa orang yang memarkir mobilnya di pinggir jalan ini merugikan banyak orang.

Sungguh, teruntuk siap apun yang mau beli mobil, saran saya tolong siapkan dulu garasinya. Jangan hanya ngebet beli mobil, tapi tempat singgahnya nggak ada. Malah mengorbankan hak orang lain.

Begitu pula untuk siapa pun yang kerap memarkir mobilnya di pinggir jalan. Tolonglah agak memanfaatkan akal sehatnya. Sampen punya mobil itu bukan berarti punya kuasa untuk mengorupsi badan jalan. Meskipun alasannya karena lahan parkirnya jauh dari lokasi Anda singgah, tetap saja hal itu nggak bisa dijadikan dalih.

Justru ketika Anda punya mobil, artinya harus siap dapat tempat parkir yang jauh. Ya memang ini risikonya. Kalau nggak mau nerima risikonya, mudah saja: mlaku. Aman, nggak perlu parkir.

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Alasan Kita Tidak Perlu Bayar Tukang Parkir Nirkontribusi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Maret 2024 oleh

Tags: efek dominojalananparkir mobilundang-undang
Achmad Fauzan Syaikhoni

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.

ArtikelTerkait

Haruskah Ada Undang-Undang ala SJW?

Haruskah Diciptakan Undang-Undang ala SJW?

21 Februari 2020
Mempertanyakan Kepedulian Pemilik Mobil yang Hobi Cuci Mobil di Pinggir Jalan MOJOK.CO

Mempertanyakan Kepedulian Pemilik Mobil yang Hobi Cuci Mobil di Pinggir Jalan

28 Oktober 2019
6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar Mojok.co

6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar

26 Januari 2026
Kalau Nggak Mau Pakai Helm, Sebaiknya Jangan Jadi Orang Tua! operasi otak

Kalau Nggak Mau Pakai Helm, Sebaiknya Jangan Jadi Orang Tua!

29 Februari 2024
Betapa Menyebalkannya Orang yang Merokok di dalam Mobil  merokok sambil berkendara

Memberantas Pengendara yang Merokok sambil Berkendara Itu Mudah, Tinggal Polisi Mau atau Tidak

3 Oktober 2024
Pengendara Motor Matic Knalpot Brong, Jenis Pengendara yang Paling Menyebalkan dan Wajib Dihujat!

Pengendara Motor Matic Knalpot Brong, Jenis Pengendara yang Paling Menyebalkan dan Wajib Dihujat!

18 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

30 Januari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.