Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

Kenia Intan oleh Kenia Intan
5 Februari 2026
A A
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di banyak lingkungan, pernikahan masih sering diukur dari seberapa besar pesta atau resepsinya. Itu mengapa, ketika kami memilih jalan yang berbeda, tanpa pesta dan hanya menikah di KUA, banyak orang menganggap aneh dan berbicara yang tidak-tidak.

Saya dan pasangan memang sepakat untuk mengadakan pernikahan yang nggak ribet. Kami menginginkan pernikahan yang intim, tenang, dan bermakna. Bukan pesta besar yang menguras tenaga, emosi, dan tabungan hanya demi satu hari euforia. Namun, rupanya, pilihan itu justru melahirkan tuduhan yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya.

Dikira macam-macam

Bisik-bisik mulai terdengar. Ada yang menyimpulkan sendiri, ada pula yang terang-terangan menganggap saya hamil di luar nikah. Logikanya sederhana tapi menyakitkan: menikah diam-diam di KUA berarti ada yang disembunyikan. Padahal tidak ada rahasia apa pun selain keinginan untuk hidup sederhana dan waras secara finansial.

Di titik itu, saya sadar bahwa bagi sebagian orang, pernikahan bukan lagi tentang akad dan komitmen, melainkan tentang konsumsi sosial. Tentang tenda besar, katering berlapis, dekorasi mahal, dan foto yang bisa dipamerkan. Ketika elemen-elemen itu absen, maka narasi negatif dengan mudah diciptakan.

Padahal, niat saya sangat sederhana. Saya menyayangi uang yang dimiliki. Saya tahu betul betapa melelahkannya bekerja, menabung, dan bertahan di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu ramah. Membayar gedung, konsumsi ratusan orang, suvenir, hiburan, dan biaya tambahan lain hanya untuk pesta satu hari terasa tidak masuk akal bagi saya. Terlebih, jika setelahnya harus hidup dengan cicilan dan utang yang membayangi rumah tangga baru.

Bukannya saya antipesta. Saya tidak menganggap pernikahan sederhana seperti di KUA lebih suci daripada pernikahan mewah. Saya hanya memilih apa yang paling masuk akal untuk hidup saya sendiri. Bagi saya, pernikahan bukan tujuan akhir, melainkan pintu awal menuju hidup bersama yang panjang. Dan hidup panjang itu butuh kestabilan, bukan sekadar kenangan satu hari.

Ironisnya, masyarakat sering kali lebih sibuk mengomentari cara orang menikah dibanding membantu orang bertahan setelah menikah. Banyak pasangan yang terlihat “sukses” di hari pernikahan, tetapi diam-diam kelimpungan menghadapi cicilan, konflik finansial, dan tekanan ekonomi. Namun kisah-kisah seperti itu jarang menjadi bahan gunjingan, karena yang dinilai sudah terlanjur sempurna di mata sosial.

Sementara mereka yang memilih jalan sunyi seperti nikah di KUA saja, justru harus menghadapi stigma. Perempuan, khususnya, sering menjadi sasaran paling empuk. Tuduhan hamil duluan masih menjadi senjata sosial yang dengan mudah dilontarkan, seolah pilihan hidup perempuan selalu harus dibenarkan dengan alasan moral yang sempit.

Baca Juga:

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

5 Ide Souvenir Pernikahan Bermanfaat yang Nggak Bakal Dibuang Tamu Undangan

Menikah di KUA saja bukanlah dosa

Menurut saya tidak ada yang salah. Menikah di KUA bukan pelanggaran. Tidak mengundang satu kampung juga bukan dosa. Dan, menjaga keuangan bukan tanda ketidakmampuan. Justru, bagi saya, keputusan ini adalah bentuk tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap diri sendiri, pasangan, dan masa depan yang ingin kami bangun bersama.

Pernikahan intim yang kami pilih memberi ruang untuk fokus pada hal yang lebih penting mengenai kesiapan mental, komunikasi, dan rencana hidup. Tidak ada stres berbulan-bulan memikirkan undangan. Tidak ada pula tekanan sosial soal standar pesta, dan rasa bersalah setelah hari H karena tabungan terkuras habis.

Saya tidak menyangkal bahwa komentar orang sempat melukai. Ada hari-hari ketika saya lelah harus terlihat kuat, seolah pilihan ini harus selalu dijelaskan. Namun seiring waktu, saya belajar bahwa tidak semua opini perlu dijawab. Hidup saya tidak dijalani oleh mereka yang bergosip, melainkan oleh saya sendiri.

Di tengah budaya yang masih mengagungkan pernikahan sebagai ajang pembuktian status sosial, memilih kesederhanaan seperti nikah di KUA memang terasa seperti melawan arus. Tetapi, saya percaya, keberanian terbesar bukanlah membuat pesta megah, melainkan berani berkata cukup. Berani hidup sesuai kemampuan, bukan tuntutan.

Jujur saya tidak menyesal. Saya lebih memilih digunjing oleh mulut tetangga sekarang daripada hidup nelangsa bertahun-tahun karena utang pesta. Lebih baik dinilai aneh oleh lingkungan, daripada tercekik oleh cicilan yang tidak perlu. Pernikahan saya mungkin tidak ramai, tetapi hati saya tenang. Dan bagi saya, itu sudah lebih dari cukup.

Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Pengalaman Pertama Kali Jadi Wali Nikah untuk Saudari Sepupu Sendiri.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Februari 2026 oleh

Tags: Kantor Urusan AgamaKUANikahPernikahan
Kenia Intan

Kenia Intan

ArtikelTerkait

Nikah Muda Bukan 'Pintu Rezeki', Terkadang Hanya Euforia Semata MOJOK

Nikah Muda Bukan ‘Pintu Rezeki’, Terkadang Hanya Euforia Semata

18 Agustus 2020
lelaki curhat mantan

Para Lelaki yang Hobi Curhat Tentang Mantan

23 Mei 2019
Menikahkan Korban Pemerkosaan dengan Pelaku Adalah Pemikiran Paling Ugal-ugalan! terminal mojok.co

Menikahkan Korban Pemerkosaan dengan Pelaku Adalah Pemikiran Paling Ugal-ugalan!

28 Mei 2021
jawa dan sunda

Gagalnya Pernikahan Hayam Muruk dan Dyah Pitaloka, Membuat Kisah Percintaan Jawa dan Sunda Dihantui Cerita Masa Lalu

22 Juni 2019
daftar tamu undangan pernikahan ra srawung rabimu suwung seserahan adik nikah duluan gagal nikah dekorator pernikahan playlist resepsi pernikahan mojok

Jenis-jenis Pertanyaan Menyebalkan yang Sering Ditujukan ke Dekorator Pernikahan

5 Februari 2021
Nggak Semua Undangan Nikah Harus Kita Datangi, Kedekatan Sosial dan Isi Dompet Berpengaruh

Nggak Semua Undangan Nikah Harus Kita Datangi, Kedekatan Sosial dan Isi Dompet Berpengaruh

2 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan Padahal Tarif Mahal, Bukan Bebas Hambatan Malah Jadi Terhambat

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

30 Januari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.