Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Double Date Terlaknat di Kencan Pertama Saya. Kencan Amburadul #9

Rina Purwaningsih oleh Rina Purwaningsih
14 Februari 2021
A A
Double Date Terlaknat di Kencan Pertama Saya. Kencan Amburadul #9 terminal mojok.co

Double Date Terlaknat di Kencan Pertama Saya. Kencan Amburadul #9 terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Ada sebuah status yang sering kali dihindari dan begitu ditakuti sebagian besar orang. Segala cara dilakukan untuk menolaknya. Kalau perlu sewa dukun ataupun orang sewaan untuk mengaburkan status tersebut supaya nggak jadi bahan bully-an, yakni menjadi seorang jomblo.

Saya yakin hampir semua orang pernah mengalami fase ini. Saya pun pernah. Sumpah! Menjadi bahan guyonan bahkan cercaan sudah menjadi makanan sehari-hari yang harus saya terima dengan lapang dada. Walaupun dalam hati saya terdalam, sungguh saya ingin menutup mulut-mulut mereka semua.

Untuk itulah, dengan segenap tenaga dan daya upaya, saya berusaha mengubah nasib. Saya perluas pergaulan baik di dunia nyata maupun maya. Alhasil, saya nyantol dengan seorang lelaki yang saya temui di sebuah workshop yang diselenggarakan oleh pemerintah. Usianya lebih muda 5 tahun daripada saya.

Setelah acara tembak-menembak yang dilalui dengan dramatis, saya menerimanya dengan agak terpaksa. “Yaaa, daripada nggak ada,” pikir saya saat itu. Walaupun tinggal di satu kota, tapi jarak rumah kami cukup jauh. Jadi, walaupun kami sudah “jadian”, kami belum pernah bertatap muka lagi setelah kegiatan workshop itu. Komunikasi hanya via WhatsApp. Selebihnya sebatas like atau komen di media sosial masing-masing.

Sampai suatu ketika, teman sekantor saya, Mawar, minta tolong ditemenin buat kencan (lagi) sama mantan pacarnya di sebuah restoran berbentuk saung di kaki gunung tertinggi Jawa Tengah. Sebetulnya saya malas, tapi nggak enak hati untuk menolak. Apalagi Mawar ini termasuk teman terdekat saya. Singkat cerita, saya beranikan diri buat ngajak pacar baru saya, alias kami double date.

Kami berempat boncengan dengan pasangan masing-masing menuju tempat dengan udara yang sejuk tersebut. Daerah itu terdiri dari saung-saung kecil yang dikelilingi kolam ikan. Suara gemericik air di antara bebatuan alam yang tertata rapi sungguh membuat nyaman.

Mawar memilih saung paling belakang. Dia mempersilakan saya untuk memilih saung yang saya suka. Saya memilih saung tepat berhadapan dengan tempat Mawar duduk bersama mantan pacarnya. Bukan apa-apa, saya pikir tadinya kami berempat bakal double date dan ngeriung bareng di satu saung saja. Lagian kalau deketan, kan bisa jaga-jaga misal terjadi “sesuatu”. Ya, kalau duit saya kurang, tinggal kasih kode ke si Mawar. Hahaha.

Saya pun berbincang-bincang dengan pacar baru saya. Kami sebetulnya masih sama-sama grogi. Kalau dalam pembelajaran bahasa, saat itu kami masih dalam tahap introduction. Oleh karena itu, pembicaraan kami masih sekadar tanya jawab seputar hobi, makanan kesukaan, ngapain aja selama ini, dan sebagainya. Pokoknya, standar banget, lah!

Baca Juga:

Alasan Makan Makanan Pedas Saat Kencan Pertama Nggak Dianjurkan

Berharap CLBK, Kencan Romantis yang Dijanjikan Ternyata April Mop Belaka. Kencan Amburadul #11

Namun, lama-lama kami kehabisan bahan obrolan. Makanan di meja juga sudah ludes tak tersisa. Saya berniat untuk menyudahi kencan itu dan mengajak Mawar pulang. Jarak antara saung saya dengan saung Mawar sebetulnya hanya selemparan batu kerikil. Jadi, sedikit teriakan udah cukup menyampaikan maksud saya.

Akan tetapi, setelah melihat apa yang terjadi, mulut saya tiba-tiba terkunci. Mata saya terbelalak dengan pemandangan di depan saya. Sebuah adegan ketika kedua bibir saling bertemu, bergerak perlahan-lahan tapi konstan, dan begitulah.

Cleguk! Dengan susah payah saya menelan ludah. Bukan karena membayangkan nikmatnya adegan yang barusan kami lihat. Kami berdua sama-sama nge-blank harus berbuat apa. Mau meniru mereka yang tengah diliputi dendam membara cinta lama, ya nggak mungkin. Ibarat drama, episode mereka sudah epilog, sedangkan saya baru sampai tahapan prolog. Itu pun hanya demi membuang status jomblo akut yang sudah lama mendera saya.

Sebagai perempuan 27 tahun yang bermartabat, sudah selayaknya saya memberi contoh baik pada pacar kecil saya di usianya ke 22. Nggak mungkin saya ujuk-ujuk nyosor atau sebaliknya. Bogem mentah sudah saya siapkan jika dia berani-beraninya memaksa saya. Nggak ada dalam kamus saya, sosor menyosor di awal pacaran. Nggak tau juga kalau sudah lama. Eh.

Akhirnya kami melewatkan 20 menit berlalu dalam diam. Kami sibuk dengan hape masing-masing. Setelah itu, Mawar mendatangi kami dengan mesam-mesem tanpa rasa berdosa sedikit pun. Sungguh, sebuah double date yang berakhir wagu dan awkward.

*Kencan Amburadul adalah segmen khusus, kisah nyata, momen asmara paling amburadul yang dialami penulis Terminal Mojok dan dibagikan dalam edisi khusus Valentine 2021.

BACA JUGA Gaya Unik Pacaran Pemuda Pemudi Desa Agraris yang Bikin Meringis dan tulisan Rina Purwaningsih lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Februari 2021 oleh

Tags: Double Datekencan amburadulkencan pertama
Rina Purwaningsih

Rina Purwaningsih

Seorang ibu 2 putri spesial. Pemerhati, penyintas dan caregiver kesehatan mental.

ArtikelTerkait

Berawal dari Dikasih Tumpangan, Berakhir Nembak di Makam Pahlawan. Kencan Amburadul #11 terminal mojok.co

Berawal dari Dikasih Tumpangan, Berakhir Nembak di Makam Pahlawan. Kencan Amburadul #10

14 Februari 2021
Kencan Buta via MIRC dengan Ending Membagongkan. Kencan Amburadul #1 terminal mojok.co

Kencan Buta via MIRC dengan Ending Membagongkan. Kencan Amburadul #1

14 Februari 2021
Momen Pekok Kencan Pertama: Sok Mau Mentraktir di Resto Terkenal, Eh Malah Ditraktir Balik. Kencan Amburadul #3 terminal mojok.co

Momen Pekok Kencan Pertama: Sok Mau Mentraktir di Resto Terkenal, Eh Malah Ditraktir Balik. Kencan Amburadul #3

14 Februari 2021
PDKT Berujung Tidur Di Masjid. Kencan Amburadul #5 terminal mojok.co

PDKT Berujung Tidur Di Masjid. Kencan Amburadul #5

14 Februari 2021
Romantisme Semu Motor Klasik, Mengubah Pacaran Jadi Bengkel Dadakan. Kencan Amburadul #2 mojok.co

Romantisme Semu Motor Klasik, Mengubah Pacaran Jadi Bengkel Dadakan. Kencan Amburadul #2

14 Februari 2021
Alasan Makan Makanan Pedas Saat Kencan Pertama Nggak Dianjurkan

Alasan Makan Makanan Pedas Saat Kencan Pertama Nggak Dianjurkan

15 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.