Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Memancing Ikan, Tren Healing Mahasiswa yang Harus Didukung Penuh. Dosen Muring, Tinggal Mancing!

Bella Yuninda Putri oleh Bella Yuninda Putri
18 November 2023
A A
Memancing Ikan, Tren Healing Mahasiswa yang Harus Didukung Penuh. Dosen Muring, Tinggal Mancing!

Memancing Ikan, Tren Healing Mahasiswa yang Harus Didukung Penuh. Dosen Muring, Tinggal Mancing! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan ini sosial media ramai dengan tren mahasiswa semester 5 yang suka memancing. Tren ini sering banget berseliweran di Instagram saya, lengkap dengan video memancing dan lagu “Momento” dari Eluveitie. Bahkan, saking ramenya kegiatan ini ada sebuah akun yang memplesetkan beragam istilah di dunia perkuliahan menjadi berhubungan dengan kegiatan mancing.

Misalnya, KKN menjadi Kondisi Kolam Normal, Revisi menjadi Rencana Visit Spot Ikan, SITASI menjadi Strike Sana Sini, dan masih banyak lagi. Wajar memang kalau mahasiswa semester 5 mulai menekuni hobi sebagai pengusir stress gara-gara kuliah semakin berat. Toh, kalau kata pepatah itu “Tuhan bersama mahasiswa semester 5”. Jadi barangkali hobi merupakan anugerah dari Tuhan biar tetap bahagia. Apalagi kalau hobinya memancing, menurut saya ini unik dan jauh lebih positif.

Ternyata tren mancing ini juga pernah didukung oleh beberapa universitas. Contohnya ada BEM FPK Unair yang sempat menggelar lomba memancing untuk mengurangi tingkat stress mahasiswa pada 1 September kemarin. Bahkan jauh sebelum tren ini mencuat, Undip sudah duluan mengambil kesempatan dengan mendirikan UNDIP Mancing Community pada Maret kemarin.

Terus terang saya sangat mendukung tren ini. Dia layaknya pengobatan murah nan ampuh bagi mereka yang nggak bisa ke psikolog. Bagi saya, hobi memancing ini banyak sisi positifnya, terutama bagi mahasiswa.

Mengurangi screen time dan paparan sosmed

Ketika memancing, seseorang tentunya fokus ke cara mendapatkan ikan. Untuk bisa dapat ikan juga butuh banyak strategi, misalnya harus konsentrasi dan tidak berisik. Nah, dengan begitu pikiran mereka terpusat sepenuhnya pada ikan dan tidak ada waktu buat buka hape apalagi laptop di depan kolam. Hilang fokus sedikit, kacau sudah.

Lagipula, kebanyakan screen time tentunya juga tidak baik karena bisa membuat mata jadi lelah. Kegiatan mancing ini boleh juga menjadi sarana rekreasi mata agar tidak pusing lihat Microsoft Word dan jurnal terus. Sesekali lihat yang hijau dan biru lah biar segar. Selain itu, memancing juga bisa mengurangi intensitas melihat sosmed yang biasanya menjadi biang stress. Daripada stres melihat teman sudah sidang, lebih baik memancing dulu agar pikiran tenang.

Nostalgia zaman pra-gadget

Walaupun mahasiswa semester 5 ini adalah Gen Z yang hidup bersama gadget, saya yakin mereka tetap kangen dengan masa kecil sebelum teknologi menyerang. Masa kecil Gen Z identik dengan main bersama teman di siang hari, menertawakan dan merayakan hal sederahana, nggak pernah tidur siang, dan yang pasti lebih menyenangkan ketimbang mencari jurnal dan objek penelitian.

Kegiatan hunting ikan ini barangkali bisa menjadi obat penawar yang cukup ampuh mengatasi kerinduan akan masa kanak-kanak. Siapa tahu aja, salah satu mahasiswa di grup mancing pernah juga iseng mancing bersama teman-temannya di kali waktu SD dulu. Atau ada pula yang pernah punya kenangan memancing bersama sepupu, kakek, atau paman setiap lebaran dan ada rasa ingin mengenang kembali. Pokoknya memancing itu kegiatan sederhana tapi penuh makna.

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

Memancing itu juga salah satu metode membangun koneksi

Ini dia yang paling digemari mahasiswa, yakni mencari koneksi sebanyak-banyaknya untuk membuka berbagai gerbang kesempatan. Membangun koneksi memang umumnya dilakukan di organisasi, UKM, lomba, sampai pertukaran pelajar. Tapi pada dasarnya mencari koneksi itu bisa dimana saja dan kapan saja, khususnya saat mancing.

Lho, jangan salah, ya. Meski mancing ini memang terlihat seperti kegiatan nolep dan individualis, sebenarnya area pemancingan adalah zona paling empuk untuk membuat koneksi. Bagi yang pendiam, kalian bisa coba membuka diri ke tukang parkirnya terlebih dahulu. Ngobrol-ngobrol sedikit saja sekitar 3 menit cukup lah. Kalau sudah mulai berani, mulai cari koneksi ke rekan kiri-kanan. Barangkali ada remaja yang seumuran dan bisa dijadikan teman baru.

Syukur-syukur kalau bertemu bapak-bapak karena bisa mendapat banyak ilmu, baik tentang mancing maupun kehidupan. Bahkan, bisa ada potensi juga untuk diajak bisnis ternak ikan, lho. Masa, sih, nggak mau?

Memancing melatih soft skill

Memancing memang bukan kegiatan resmi dari kampus, tapi manfaatnya boleh diadu dengan organisasi unggulan kampus seperti BEM atau HIMA. Jangan dikira memancing hanya sekedar penghilang stres dan kegiatan tangkap ikan. Memancing bisa melatih soft skill, seperti kesabaran, konsentrasi, dan kerja sama.

Tidak semua mahasiswa sabar, tapi kalau yang sabar itu bisa dipastikan punya hobi memancing. Kita tidak bisa menyuruh ikan untuk datang dan menggigit kail. Perlu menunggu lama hingga ikan mau melahap umpan dan akhirnya siap ditarik. Memancing juga perlu konsentrasi yang tinggi. Nah, ini skill yang sangat diperlukan bagi mahasiswa semester 5 karena mengerjakan skripsi itu nantinya perlu konsentrasi yang luar biasa agar cepat selesai. Terakhir, kerja sama juga dibutuhkan ketika memancing. Misalnya membantu rekan yang kesulitan dalam usaha landing ikan.

Itulah 4 alasan mengapa tren mahasiswa doyan memancing itu harus dilestarikan. Senang rasanya melihat akun-akun informasi kampus di Instagram sudah mulai mengurangi postingan kurang mengenakkan tentang efek negatif skripsi dan merambah ke kegiatan mahasiswa memancing. Saya harap kegiatan ini bisa menjadi pengobatan alternatif bagi mahasiswa agar tetap bahagia.

Penulis: Bella Yuninda Putri
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA  Mancing Date, Jenis Kencan yang Wajib Dicoba

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 November 2023 oleh

Tags: healingMahasiswamemancing
Bella Yuninda Putri

Bella Yuninda Putri

Seorang Gen Z. Doyan menulis nonfiksi, fiksi, sampai puisi. Suka membahas topik seputar budaya, bahasa, dan keseharian di masyarakat.

ArtikelTerkait

Sisi Suram Sekolah Kedinasan, Senioritas Masih Kental hingga Tidak Bisa Bersuara Kritis ke Negara Mojok.co

Sisi Suram Sekolah Kedinasan, Senioritas Masih Kental hingga Nggak Boleh Kristis sama Negara

15 Juni 2025
8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut sebagai Jurusan Paling Green Flag Mojok.co

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

27 Januari 2026
44 Istilah Dunia Perkuliahan yang Wajib Diketahui Mahasiswa Baru Terminal mojok

44 Istilah Dunia Perkuliahan yang Wajib Diketahui Mahasiswa Baru

12 Maret 2022
KKN Itu Asyik dan Menyenangkan, tapi Tidak untuk Diulang

KKN Itu Asyik dan Menyenangkan, tapi Tidak untuk Diulang

8 Maret 2023
Terus Terang Aja, Satu Kelompok KKN Sama Pacar Itu Nggak Seindah yang Dibayangkan

Terus Terang Aja, Satu Kelompok KKN Sama Pacar Itu Nggak Seindah yang Dibayangkan

20 Juli 2023
sastra inggris mojok

3 Pandangan Umum yang Keliru tentang Jurusan Sastra Inggris

9 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
4 Alasan Freezer Nugget Lebih Membingungkan daripada Kulkas Minuman di Indomaret

4 Alasan Freezer Nugget Lebih Membingungkan daripada Kulkas Minuman di Indomaret

26 Januari 2026
Setelah Tahu Gaji HSE, Saya Langsung Mengubur Mimpi Saya Jadi Dosen. Peduli Setan pada Ilmu Pengetahuan, Dompet Tebal Adalah Kunci!

Setelah Tahu Gaji HSE, Saya Langsung Mengubur Mimpi Saya Jadi Dosen. Peduli Setan pada Ilmu Pengetahuan, Dompet Tebal Adalah Kunci!

28 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

6 Kebiasaan Warga Solo yang Awalnya Saya Kira Aneh, tapi Lama-lama Saya Ikuti Juga

27 Januari 2026
Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

26 Januari 2026
Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya Mojok.co

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

29 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.