Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Dosen Indonesia Itu Bukan Peneliti, tapi Buruh Laporan yang Kebetulan Punya Jadwal Ngajar

Fabri Kurniawan oleh Fabri Kurniawan
6 Januari 2026
A A
Dosen Numpang Nama di Jurnal, Vampir Akademik Pengisap Darah Mahasiswa yang Banting Badan demi Kelulusan

Dosen Numpang Nama di Jurnal, Vampir Akademik Pengisap Darah Mahasiswa yang Banting Badan demi Kelulusan

Share on FacebookShare on Twitter

Istri saya adalah seorang dosen. Ia tumbuh di tengah keluarga akademik; ayahnya adalah seorang pendidik, dan dia memutuskan untuk mengikuti jejak sang ayah. Baginya, dunia pendidikan bukan sekadar tempat berkarier, melainkan ruang pengabdian di mana ia merasa lebih bermakna dibandingkan harus berjibaku dengan budaya korporasi yang ritmenya tak pernah ia minati.

Namun, gelar mentereng dan idealisme mencerdaskan bangsa itu ternyata cuma hiasan di kartu nama. Begitu masuk ke sistem, realitasnya datang menepuk pundak dan berbisik pelan, “Selamat datang di pengabdian yang sebenarnya.” Idealisme itu langsung berbenturan dengan dinding realitas yang keras. Di sinilah sorotan utama dimulai, yaitu gaji.

Gaji yang katanya cukup, tapi entah untuk siapa

Menjadi dosen PNS golongan III di negeri ini adalah sebuah olahraga jantung. Ketika Istri saya masuk sebagai PNS (alhamdulillah, katanya), gajinya berada di kisaran Rp2,8–2,9 juta. Kalau sudah naik pangkat fungsional jadi Asisten Ahli, totalnya bisa menyentuh Rp3,2 juta. Sebagai gambaran, angka ini bahkan berada di bawah Upah Minimum Regional (UMR) di kota-kota besar seperti Jakarta.

Lucunya, di banyak kota besar, angka ini kalah telak dari profesi lain. Tapi anehnya, selalu ada tameng sakti bernama “pengabdian”. Masalahnya, pengabdian macam apa yang memaksa seorang pendidik membuka kalkulator tiap akhir bulan sambil berharap harga beras tidak ikut-ikutan ambisius seperti visi Indonesia Emas 2045?

“Beban suci” dosen bernama Tri Dharma

Banyak orang mengira dosen itu hidupnya tenang, seperti misalnya datang ke kampus, mengajar sebentar, lalu pulang sambil ngopi. Padahal, ada Tri Dharma (Mengajar, Meneliti, Mengabdi) yang aslinya adalah: Ngajar, Ngurus Laporan, dan Ngelus Dada.

Riset di Indonesia sering terasa seperti hukuman administratif. Dulu, anggaran penelitian harus habis untuk operasional, tapi dosennya tidak boleh mengambil sepeser pun sebagai “uang lelah”. Dosen dipaksa melaporkan setiap kuitansi dengan detail seolah-olah peneliti ini calon tersangka korupsi. Akibatnya, dosen lebih banyak mengisi formulir daripada mengisi kepala; lebih sering membuka Excel daripada jurnal ilmiah.

Negara baru tampak sedikit “terbangun” belakangan ini. Mulai 2026, katanya ada kebijakan baru: 25–30% dana riset boleh diambil sebagai honor peneliti. Ini kabar baik, tapi tetap terasa seperti seseorang yang baru sadar kalau dosen itu manusia yang butuh makan, bukan robot fotokopi proposal.

Dosen dan guru, pahlawan yang digaji setinggi trotoar

Guru dan dosen memegang tanggung jawab besar membentuk cara berpikir bangsa, tapi di sini mereka dihargai murah. Sektor pendidikan masuk lima besar sektor dengan gaji terendah di Indonesia.

Baca Juga:

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

Lulusan S2 Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, Seolah-olah Nggak Ada Harapan Jadi Akademisi di Surabaya

Bandingkan sebentar saja, bisa jadi sebagian dari kita bakal nyesek:
• Di Singapura, guru bisa digaji Rp35–84 juta.
• Di Malaysia, dosen rata-rata mengantongi Rp25 juta.
• Di Finlandia, profesi guru itu prestisius dengan gaji Rp42 juta.

Sementara di sini, kita terbiasa memuji guru setinggi langit, tapi memberikan gaji setinggi trotoar. Akibatnya, wajar jika lulusan terbaik kita lebih memilih “murtad” dari dunia pendidikan. Mereka lebih memilih mengabdi pada Meta, Amazon, atau Google. Bukan karena mereka tidak nasionalis, tapi karena pendidikan di negeri ini terlalu sering meminta pengorbanan sepihak.

Baca halaman selanjutnya

Menyuntik imajinasi dengan perut kosong

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: Dosengaji dosengaji dosen apakah rendahgaji dosen apakah tinggigaji guru
Fabri Kurniawan

Fabri Kurniawan

Seorang videografer freelance yang berbasis di Yogyakarta. Sehari-hari sibuk membidik visual lewat kamera, namun di waktu luang lebih sering terlihat sedang "berdiskusi" dengan mesin Nissan Grand Livina kesayangan. Bisa diajak ngopi sambil bahas otomotif.

ArtikelTerkait

Keresahan Saya terhadap Pegawai Kampus yang Memperlakukan Mahasiswa seperti Sampah

Keresahan Saya terhadap Pegawai Kampus yang Memperlakukan Mahasiswa seperti Sampah

3 Januari 2024
Kampus Bermasalah Kalau (Masih) Ada Budaya Mahasiswa Memberi Makanan ke Dosen Penguji

Kampus Bermasalah Kalau (Masih) Ada Budaya Mahasiswa Memberi Makanan ke Dosen Penguji

29 Desember 2023
Pengalaman Publikasi Artikel di Jurnal Ilmiah: Ternyata Ada Sisi Gelapnya!

Pengalaman Publikasi Artikel di Jurnal Ilmiah: Ternyata Ada Sisi Gelapnya!

22 Desember 2023
Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah Mojok.co

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

11 Maret 2026
Selain Niat Mahasiswa, Dosen Pembimbing Adalah Kunci Mulusnya Proses Skripsi Mojok.co

Selain Niat Mahasiswa, Dosen Pembimbing Adalah Kunci Mulusnya Proses Skripsi

10 Desember 2023
3 Cara Perlakukan Dosen yang Suka Tiba-tiba Chat WA dan Minta Bantuan Seenaknya terminal mojok.co

3 Cara Perlakukan Dosen yang Suka Tiba-tiba Chat WA dan Minta Bantuan Seenaknya

8 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Monginsidi, Jalan Braganya Salatiga: Ikonik dan Nggak Kalah Cantik

Salatiga Tidak Punya Stasiun, Cukup Merepotkan bagi Orang yang Terbiasa Bepergian dengan Kereta Api

10 Maret 2026
4 Makanan Khas Surabaya yang Rasanya kayak Siksa Neraka (Wikimedia Commons)

4 Makanan Khas Surabaya yang Sebaiknya Kamu Hindari: Baunya Menyengat dan Kayak Makan Pasir

6 Maret 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah

12 Maret 2026
Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah Mojok.co

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

11 Maret 2026
Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

8 Maret 2026
Ironi Mahasiswa Madura di UNESA: Kena Roastingan Rasis Dosen Soal Suku, Malah Ditertawakan Mahasiswa Penjilat yang Cari Muka

Ironi Mahasiswa Madura di UNESA: Kena Roastingan Rasis Dosen Soal Suku, Malah Ditertawakan Mahasiswa Penjilat yang Cari Muka

6 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik
  • Niat Ingin Lebih Cepat Naik Travel Malah Bikin Trauma, Sopir Tak Tahu Aturan dan Penumpang Tidak Tahu Diri
  • Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis
  • Sebagai Orang Jombang Saya Iri sama Kehidupan di Tuban, Padahal Tetangga tapi Terasa Jomplang
  • Kapok Suka Menolong Orang Lain usai Ketemu 4 Jenis Manusia Sialan, Benar-benar Nggak Layak Ditolong meski Kesusahan
  • Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.