Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

3 Cara Perlakukan Dosen yang Suka Tiba-tiba Chat WA dan Minta Bantuan Seenaknya

Akbar Malik Adi Nugraha oleh Akbar Malik Adi Nugraha
8 Februari 2021
A A
3 Cara Perlakukan Dosen yang Suka Tiba-tiba Chat WA dan Minta Bantuan Seenaknya terminal mojok.co

3 Cara Perlakukan Dosen yang Suka Tiba-tiba Chat WA dan Minta Bantuan Seenaknya terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagian dosen, apalagi yang punya jabatan akademik, punya kecenderungan untuk chat WA dan memperlakukan mahasiswa dengan seenaknya. Dalam keadaan pandemi seperti sekarang ini, saya yakin tetap ada saja dosen yang “keras”, tidak memberikan kompromi apa pun kepada mahasiswanya. Sudah tahu kuliah dan organisasi online menghabiskan banyak tenaga dan pikiran, bagi mereka yang merasa lebih lelah karena mengajar, adalah hal yang wajar ketika sedikit menekan dan memaksa mahasiswa.

Kebetulan saya adalah mahasiswa yang aktif di sejumlah kegiatan kampus, sedikit banyak bersentuhan dengan dosen-dosen. Oleh karena itu, kontak WA saya selain doi dan teman-teman, tentu berisi pula dosen-dosen. Story WA saya sering kali ditengok oleh mereka, barangkali khawatir membicarakan para dosen. Namun, setali tiga uang, saya pun bisa melihat kebijaksanaan story WA dosen-dosen saya.

ADVERTISEMENT

Menjalin pertemanan dengan dosen di WA auto membuat saya mudah dihubungi. Kalau ada apa-apa, semisal kepentingan informasi untuk mahasiswa, atau mereka membutuhkan data mahasiswa, sayalah bidikan utamanya. Mempunyai sedikit pengalaman chat WA dengan dosen-dosen membuat saya jadi tahu, mereka sungguhlah insan yang sangat sibuk sehingga terkadang menjadi sangat jutek dan seenaknya.

Suatu waktu saya pernah dimintai mengumpulkan data mahasiswa yang ingin mengikuti perlombaan karya tulis ilmiah. “Bar, tolong minta mahasiswa membuat kelompok karya tulis dan menuliskan proposalnya. Minimal sepuluh kelompok. Saya tunggu sore ini,” pesannya di chat WA. Beliau chat saya pagi hari dan meminta mengumpulkan datanya sore hari. Membaca pesan tersebut, ada dua reaksi otomatis pada tubuh saya: mengernyitkan dahi sekaligus menghela napas.

Mau tidak mau, suka tidak suka, saya tetap harus menyampaikan kabar itu kepada teman-teman. Seperti yang sudah diduga, kebanyakan dari mereka menolak. Ada yang misuh-misuh, ada pula yang cuek bebek. Kalau sudah begitu, ketika waktu sore tiba, siapa yang dimintai tanggung jawab tentang data mahasiswa itu? Tentu, saya.

Dosen dengan tipikal seperti itu banyak. Minta cepat dan tidak mau tahu pokoknya harus selesai. Saya yakin banyak pula mahasiswa seperti saya, yang menjadi orang kepercayaan dosen. Menghadapi dosen yang jutek dan seenaknya, saya punya tiga tips jitu antimainstream yang bisa dicoba untuk memperlakukan mereka di chat WA.

#1 Mendiamkannya

Katanya, menjadi mahasiswa yang lurus-lurus saja tidak akan terlalu berkesan. Menjadi badunglah sedikit. Walau Anda sudah menjadi orang kepercayaan dosen, ketika beliau chat WA, apalagi meminta sesuatu yang harus dilaporkan dengan sangat cepat, maka diamkanlah. Tidak perlu dibuka dan dibaca. Biarkanlah centang dua dalam ponsel dosen itu berwarna abu-abu tak kunjung menjadi biru.

Dengan cara seperti itu, kita kaum muda setidaknya memberikan sedikit pelajaran zaman milenial kepada kaum tua bahwa tidak dibalas, apalagi tidak dibaca itu sungguh menyesakkan dada.

Baca Juga:

Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online

Mengurai Inflasi IPK: Dosen Makin Dermawan atau Mahasiswa Makin Pintar?  

#2 Membacanya saja

Read doang adalah cara paling ampuh untuk memberikan tanda bahwa kita tidak baik-baik saja. Dosen akan berpikir, menggunakan metode interpretasi semiotik untuk menganalisis tindakan kita. Mereka akan overthinking, “Apa aku salah ya nge-chat mahasiswa kayak gitu?”, “Apa aku harus telpon ya biar dia bales?”

Kita sudah terlalu sering overthinking karena dosen membaca saja chat WA kita. Sekali-sekali tidak apa-apalah mereka merasakan hal yang sama. Kalau Anda berani melakukan itu, niscaya Anda akan dicap sebagai mahasiswa yang berani beda. Keluar dari jalur arus utama. Lakukanlah dan rasakan sensasinya.

#3 Memblokirnya

Dalam khazanah adab dunia media sosial, blokir adalah tingkatan tertinggi kemarahan seseorang. Kalau mendiamkannya, kemudian membacanya saja dirasa kurang ampuh untuk membuat dosen jera dengan tindakan jutek dan seenaknya itu, mungkin jalan blokir bisa dicoba. Blokir membuat akses chat WA menjadi tertutup, dan kita tinggal rebahan tidak perlu repot-repot dimintai tolong oleh dosen.

Dengan memblokirnya, kita akan mendapatkan banyak benefit. Kita tidak akan dibuat bingung harus menjawab apa karena tidak bisa atau tidak ingin mengiyakan permintaan dosen, kita tidak akan kelimpungan di saat dimintai bantuan yang kurang manusiawi, kita tidak akan takut salah membalas chat WA dosen, kita tidak akan dibuat kesal karena pada akhirnya malah dosen yang mendiamkan atau membaca saja chat WA kita.

Saya yakin, populasi mahasiswa yang berani melakukan tiga hal di atas sangatlah sedikit. Maka dari itu, yang sedikit dan berani untuk membela keadilan mahasiswa patut diacungi jempol. Besok, kalau Anda tiba-tiba di-chat dosen untuk dimintai tolong dengan proses yang nggak manusiawi, pakailah cara di atas. Soal risiko atau kemungkinan setelahnya, biarlah itu jadi urusan belakangan. Selamat mencoba!

BACA JUGA Pak Nadiem, Tolong Bikin Aturan bagi Dosen untuk Balas Chat Mahasiswanya, dong! dan tulisan Akbar Malik Adi Nugraha lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 Februari 2021 oleh

Tags: chat waDosen
Akbar Malik Adi Nugraha

Akbar Malik Adi Nugraha

Mahasiswa Universitas Diponegoro

ArtikelTerkait

5 Rekomendasi Kamus Bahasa Inggris yang Wajib Dimiliki

5 Rekomendasi Kamus Bahasa Inggris yang Wajib Dimiliki

22 Oktober 2022
Karma Seorang Guru yang Dulu Sering Ngambek Sama Dosen MOJOK.CO

Karma Seorang Guru yang Dulu Sering Ngatain Dosen

3 Agustus 2020
Saya Pernah Kesal karena Dosen Slow Respon WA, Sampai Akhirnya Jadi Dosen Mojok.co

Pernah Benci Dosen yang Slow Respon Balas WhatsApp, Kini Saya Mengerti

22 Mei 2026
rektor dari luar negeri

Perlukah Mendatangkan Rektor dari Luar Negeri?

29 Juli 2019
Kampus Elit, Parkir Sulit tukang parkir liar

Kampus Elit, Parkir Sulit

16 September 2022
Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

31 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Gear Ultima 125 Terlahir untuk Pejuang Rupiah

Yamaha Gear Ultima 125 Terlahir untuk Memahami Perjuangan Pejuang Rupiah di Atas Aspal

25 Juni 2026
Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

24 Juni 2026
Cara Licik Mahasiswa Mengerjakan Skripsi Full Pakai ChatGPT, Dosen Pembimbing Wajib Tahu Ciri-cirinya biar Nggak Sampai Dibohongi!

Skripsi Memang Nggak Layak Jadi Satu-satunya Syarat Lulus untuk S1

22 Juni 2026
TransJatim Dibenci, tapi Ia Penyelamat Mahasiswa Surabaya (Wikimedia Commons)

Ugal-ugalan Sopir TransJatim Menyelamatkan Masa Depan Mahasiswa Mojokerto yang Kuliah di Surabaya

22 Juni 2026
Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Cerita Mereka yang Masih Tetap Membeli Pertamax: Jualan Pertamax Eceran Makin Nggak Laku hingga Seorang Kurir yang Terpaksa Menekan Pengeluaran

21 Juni 2026
Dosa Indomie Ayam Bawang: Nggak Ada Bawang Goreng sebagai Pelengkap

Orang yang Bilang Indomie Warkop Lebih Enak Itu Aneh, Beneran

22 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.