Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

4 “Dosa Besar” Penjual Pisang Goreng

Hery Prasetyo Laoli oleh Hery Prasetyo Laoli
25 September 2023
A A
4 “Dosa Besar” Penjual Pisang Goreng (Unsplash)

4 “Dosa Besar” Penjual Pisang Goreng (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu yang lalu, tasteatles.com menobatkan pisang goreng sebagai camilan paling enak di dunia. Selain soal rasa, saya rasa banyak orang bisa menerima camilan ini dengan mudah. Makanya, pisang goreng hampir selalu ada di tukang gorengan.

Namun, sayangnya, terdapat “dosa besar” yang sering mereka lakukan kepada kita selaku konsumen. Inilah 5 dosa yang saya maksud.

#1 Salah memilih dan tidak bisa membedakan jenis pisang 

Jenis pisang memang sangat beragam. Saya saja kadang agak kesulitan membedakan. Namun, menjadi fatal ketika penjual pisang goreng salah memilih pisang sebagai bahan utama jualannya. Salah satu “dosa” yang pernah saya saksikan adalah si penjual tidak bisa membedakan pisang ambon dan pisang raja.

Yah, setidaknya, kalau dagangan utamanya adalah pisang, minimal bisa membedakan. Sama seperti montir, kok nggak bisa membedakan kunci-kunci dan obeng.

#2 Menggunakan pisang yang belum matang

Selain tidak bisa membedakan jenis, tidak sedikit juga penjual tidak jeli melihat tingkat kematangan. Akibatnya, terkadang ada pisang goreng yang alot dan kadang terlalu lembek. Kalau sudah begitu, kepuasan dan kepercayaan konsumen yang dipertaruhkan.

#3 Terlalu pelit menggunakan tepung untuk pisang goreng

Terkadang penjual membuat konsumen geram lantaran pelit menggunakan tepung. Akibatnya, citra rasa kriuk dari pisang goreng yang masih panas itu nggak ngena. Sudah begitu, ada juga penjual yang mengiris pisangnya terlalu tipis. Saya kadang membatin, ini mau bikin bikin tempe goreng atau gimana, sih.

#4 Menggunakan minyak yang sudah jelek

Selalu ada dilema yang muncul ketika jajan gorengan. Di satu sisi, aroma gorengan yang baru matang itu sungguh menggoda. Namun, di sisi lain, kita jadi “menyerap” terlalu banyak minyak. Oleh sebab itu, idealnya, penjual pisang goreng menggunakan minyak yang masih bagus.

Yah, minimal, jangan menggunakan minyak jelek yang mengandung banyak unsur jahat. Agar kita sebagai konsumen dijauhkan dari kolesterol jahat, penyakit jantung, atau stroke. Iya, karena tak jarang, para penjual menggunakan minyak yang dari wujudnya saja langsung bikin khawatir.

Baca Juga:

Buah Tidak Ditakdirkan Jadi Gorengan, Termasuk Pisang Goreng yang Katanya Camilan Terenak di Dunia

Kasta Gorengan Manis dari yang Tertinggi hingga Penuh Kontroversi

Itulah dia 4 “dosa besar” penjual pisang goreng. Sebagai penikmat pisang goreng, tulisan ini tidak bertujuan untuk menjatuhkan. Saya hanya ingin memberi masukan, supaya penjual selalu memperhatikan kualitas produk. Kalau produknya bagus, konsumen pasti setia, dan penjual juga yang untung.

Penulis: Hery Prasetyo Laoli

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Nangka Goreng Adalah Gorengan Terenak yang Jarang Kita Sadari

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 September 2023 oleh

Tags: cara membuat pisang gorengpisang ambonpisang gorengpisang rajaresep pisang goreng
Hery Prasetyo Laoli

Hery Prasetyo Laoli

Warga negara yang sadar peran. Seorang masyarakat sipil biasa yang memilih untuk tidak sekadar ada, tapi juga menyimak dan memaknai setiap dinamika sosial yang terjadi di sekitarnya

ArtikelTerkait

Buah Tidak Ditakdirkan Jadi Gorengan, Termasuk Pisang Goreng yang Katanya Camilan Terenak di Dunia

Buah Tidak Ditakdirkan Jadi Gorengan, Termasuk Pisang Goreng yang Katanya Camilan Terenak di Dunia

1 Juli 2025
Sambal Adalah Teman yang Paling Pas untuk Pisang Goreng

Sambal Adalah Teman yang Paling Klop untuk Pisang Goreng

25 Maret 2020
3 Menu Red Flag dari Kopi Klotok yang Termasyhur Itu (Unsplash)

3 Menu Red Flag dari Kopi Klotok. Jangan Ambil Menu Ini kalau Kamu Nggak Mau Kehilangan Kenikmatan

4 Agustus 2023
Kasta Gorengan Manis dari yang Tertinggi hingga Penuh Kontroversi (Unsplash)

Kasta Gorengan Manis dari yang Tertinggi hingga Penuh Kontroversi

7 Januari 2025
Jadi Dessert Terenak di Dunia, Ini 8 Varian Pisang Goreng yang Wajib Dicoba Turis Asing

Jadi Dessert Terenak di Dunia, Ini 8 Varian Pisang Goreng yang Wajib Dicoba Turis Asing

18 Februari 2023
Jadi Dessert Terenak di Dunia, Ini 8 Varian Pisang Goreng yang Wajib Dicoba Turis Asing

4 Kesalahan Saat Makan Pisang Goreng yang Jarang Disadari

5 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026
Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang Mojok.co

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang

28 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Bandung Setelah Lebaran Jadi Surga Wisatawan, tapi Mimpi Buruk Warlok Mojok.co semarang

4 Hal yang Lumrah di Bandung tapi Tampak Aneh di Mata Orang Semarang

30 April 2026
Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan Mojok.co

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan

1 Mei 2026
Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Ngasih Bintang 5 ke Driver Ojol meski Tidak Puas Tak Rugi-rugi Amat, Tega Hukum Bintang 1 bikin Sengsara Satu Keluarga
  • Bahaya Dolar ke Rupiah Makin Gila dan Tembus 17 Ribu, Lalu Menjadi Gambaran Negara Sakit yang Semakin Kritis, Masyarakat Kecil dan Perintis Perlahan Mati
  • 1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa
  • Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun
  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.