Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

5 Dosa Penjual Ketoprak Jakarta yang Membuat Pembeli Tidak Nafsu Makan

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
29 Agustus 2025
A A
5 Dosa Penjual Ketoprak Jakarta yang Membuat Pembeli Tidak Nafsu Makan Mojok.co cirebon

5 Dosa Penjual Ketoprak Jakarta yang Membuat Pembeli Tidak Nafsu Makan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ketoprak Jakarta adalah makanan khas Betawi dengan bahan dasar ketupat dan bumbu kacang. Kuliner satu ini bisa dengan mudah ditemui di Jabodetabek dan populer di berbagai daerah seperti Jawa Barat seperti Cirebon. Rasanya yang menggoda dan harganya yang terjangkau membuat ketoprak jadi makanan favorit banyak orang, khususnya jadi menu sarapan. 

Sedikit cerita soal ketoprak Jakarta. Saat pertama kali mendengar kuliner yang satu ini, banyak orang bertanya-tanya, ketoprak sejenis makanan atau sebuah pertunjukan seni? Sebab, ada juga seni pertunjukan drama rakyat tradisional Jawa bernama kethoprak. 

ADVERTISEMENT

Selidik punya selidik, memang ada keterkaitan antara keduanya. Konon katanya, nama makan ini berasal dari abang-abang pemain ketophrak. Dia bekerja sambilan jadi penjual makanan tahu hangat yang dipanggul. Para pembeli kemudian menjulukinya sebagai “Bang Ketoprak”. Siapa sangka sebutan itu bertahan hingga sekarang sebagai nama makanan. 

Di balik cerita asal-usul dan rasanya yang unik, makanan Betawi satu ini menyimpang sisi gelap. Penjualnya sering mempermainkan kelezatan ketoprak hingga membuat pelanggan kapok. Saya mengalaminya beberapa waktu lalu. 

#1 Tekstur bumbu kacang yang kasar, jadi sering nyangkut di gigi

Bumbu kacang menjadi salah satu ciri khas ketoprak. Makanan Betawi satu ini terdiri dari ketupat atau lontong, tahu, telur, kerupuk, tauge, dan taburan bawang. Di atasnya disiram bumbu kacang yang sudah dihaluskan dengan tekstur sedikit kental. Rasanya yang cenderung manis sangat cocok dipadukan dengan isian ketoprak yang beragam. 

Menurut saya, bumbu kacang adalah kunci kuliner satu ini. Kalau kacang Kalau bumbu kacangnya apek dan teksturnya kasar, rasa ketoprak jadi kurang nendang.  kacang yang masih kasar juga mengganggu pengalaman kuliner. Itu bisa nyangkut di sela-sela gigi. Sangat merepotkan, bikin badmood. 

#2 Penjual mengira semua pembelinya suka pedas

Sebenarnya persoalan ini banyak dialami ketika jajan kaki lima. Tingkat kepedasan penjual satu dengan penjual lain berbeda-beda. Terlebih untuk penjual ketoprak. Entah mengapa perbedaan rasa pedasnya bisa begitu berbeda. 

Buruknya, penjual kadang lupa menanyakan pesanan pembeli pedas atau tidak. Dan, banyak penjual mengira semua orang suka makanan pedas. Alhasil seporsi ketoprak pedas lebih sering tersedia. Padahal, ada juga segelintir orang yang menghindari rasa satu ini agar perut tidak melilit.
Oleh karena itu, tolong bagi penjual ketoprak, sebelum membuatkan pesanan, konfirmasi dulu ke pembeli pesanannya pedas atau nggak pedas. Jangan diam bae. Soal cita rasa ini sensitif, jadi tolonglah lebih inisiatif.

Baca Juga:

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

#3 Nggak semua orang suka bawang goreng

Sepakat, bawang goreng yang ditaburi di ketoprak menambah kriuk saat disantap. Tapi masalahnya nggak semua orang suka bawang goreng. Penjual ketoprak seringkali nggak menyadari hal ini. Akibatnya banyak orang enggan makan ketoprak lagi. Harusnya penjual ketoprak harus inisiatif dan peka.

Sementara itu, bawang goreng bagi sebagian orang memiliki kesan aromatik yang kuat dan pedas sehingga mengganggu bau tubuh, makanya menghindari makanan yang ditaburi bawang goreng.

Jika saja penjual ketoprak bertanya terlebih dahulu ke pembelinya, bisa saja mereka nggak akan trauma untuk menyantap ketoprak.

#4 Ketoprak dan kerupuk satu kesatuan, bukan dijual terpisah

Namanya ketoprak itu pasti sudah satu kesatuan dengan kerupuk yang gurih dan renyah. Apa jadinya kalau ada yang jualan ketoprak tapi dijual terpisah dengan kerupuknya? Ibarat makan mie instan tapi bumbunya harus dibeli tersendiri, nggak nyambung.

Terdengar aneh kan? Tapi, percaya atau tidak, ada lho penjual ketoprak yang menerapkan konsep semacam ini. Tipe penjual ketoprak yang semacam ini benar-benar red flag dan dihindari pembeli. Kalau nggak mau ngasih kerupuk yang banyak, seenggaknya ya dua atau tiga biji nggak masalah yang penting bukan dijual terpisah.

#5 Penyajian piring rotan bikin pengalaman menyantap ketoprak nggak nyaman

Umumnya ketoprak itu disajikan dalam porsi yang besar karena banyaknya topping dan jenis bahan yang dipadukan. Itu mengapa, biar nggak gampang belepotan, piring keramik yang kuat dan kokoh seharusnya digunakan.

Akan tetapi, nggak sedikit juga penjual ketoprak yang punya inisiatif dan ogah ribet, cuci piring, pakai piring rotan yang diberi alas kertas minyak atau daun pisang. Pastinya ini mempengaruhi porsi yang disajikan, karena piring rotan cenderung lemas dan nggak kokoh. Kalau sudah begini, pasti pembeli merasa kurang puas. Jadi perlu diperhatikan juga piring yang digunakan untuk penyajian, biar pembeli nggak merasa nggak dihargai.

Di atas beberapa penjual ketoprak Jakarta yang bikin pembeli tidak nafsu makan. Sebaiknya para penjual memperbaikinya agar pelanggannya tidak kabur. 

Penulis : Dodik Suprayogi
Editor : Kenia Intan

BACA JUGA 4 Perbedaan Gado-gado Jogja dan Gado-gado Jakarta yang Bikin Lidah Orang Ibu Kota seperti Saya Kaget.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2025 oleh

Tags: JakartaketoprakKetoprak Jakartakuliner betawikuliner Jakartamakanan betawimakanan jakarta
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

Ketoprak Indomie, Perpaduan Kuliner yang Gagal di Lidah dan Bikin Begah

Ketoprak Indomie, Perpaduan Kuliner yang Gagal di Lidah dan Bikin Begah

7 April 2025
Jangan Jadi Terlalu Baik di Jakarta

Jangan Jadi Terlalu Baik di Jakarta

11 Agustus 2022
Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

19 Februari 2026
Bojonggede, Tempat Terbaik untuk Mengungsi dari Polusi Udara Jakarta yang Semakin Parah

Bojonggede, Tempat Terbaik untuk Mengungsi dari Polusi Udara Jakarta yang Semakin Parah

14 Agustus 2023
Tidak Semua Setan Betah di Kota Jakarta, Tidak Semua Malaikat Nyaman di Jogja mojok.co/terminal

8 Karakter Orang Betawi yang Perlu Dipelajari kalau Tinggal di Jakarta

18 Januari 2021
5 Alasan Punya Mobil Pribadi di Jakarta Itu Sekarang Sudah Nggak Worth It

5 Alasan Punya Mobil Pribadi di Jakarta Itu Sekarang Sudah Nggak Worth It

3 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja Mojok.co

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia aja, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri

10 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Iuran wajib Hari Kemerdekaan Indonesia itu penjajahan gaya baru (Unsplash)

Tradisi iuran wajib untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di kampung itu nggak masuk akal karena nggak semua warga punya uang sisa cuma buat panggung hiburan yang bikin berisik

9 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.