Entah sudah berapa lama Honda menjadi penguasa tunggal dalam kancah permotoran duniawi di Indonesia. Di beberapa daerah, nama Honda bahkan sudah menjadi kata ganti untuk menyebut kata motor. Lalu selama sepuluh tahun terakhir, dominasi motor Honda nyaris nggak tertandingi di pasar kendaraan roda dua. Honda melaju kencang meninggalkan dua pesaing terbesarnya, Yamaha dan Suzuki, di belakang.
Dominasi Honda di pasar kendaraan roda dua Indonesia memang nggak perlu dipertanyakan lagi. Selama sepuluh tahun terakhir, Honda benar-benar menguasai hampir di setiap sektor, setiap sub pasar roda dua. Apalagi di sektor motor matic, Honda benar-benar nggak ada lawan. Honda hanya perlu mengeluarkan varian BeAT dan Vario saja, pabrikan lain sudah kalang-kabut. Ngacir ketakutan.
Namun, bukan berarti kejayaan dan dominasi Honda ini nggak bisa digoyang. Justru saat ini, takhta Honda sedang benar-benar diusik. Honda dibuat gelisah oleh pabrikan kompetitor yang juga main di pasar roda dua di Indonesia. Suzuki? Bukan! Suzuki sudah nggak ada harapan di pasar roda dua. Pelakunya adalah Yamaha.
Gambarannya begini. Saat ini, motor Honda memang masih merajai pasar roda dua. Secara kualitas dan kuantitas, Honda bisa dibilang masih menang. Tapi, motor Yamaha berhasil merangsek naik dan mengganggu dominasi Honda dengan main di harga. Terutama di motor-motor keluaran terbaru. Iya, motor keluaran terbaru Yamaha bisa dibilang lebih worth it, lebih menarik untuk dibeli ketimbang motor keluaran terbaru Honda.
Duel seimbang Yamaha Filano dan Honda Stylo
Kalau bicara motor keluaran terbaru Yamaha dan Honda, yang pertama terlintas di kepala kita ya dua jenis motor ini, Yamaha Filano dan Honda Stylo. Kedua motor yang body-nya “meniru” vespa matic ini rilisnya juga berdekatan. Filano di 2023, Stylo di 2024. Makanya dua motor ini paling sering “diadu”, dibandingkan mana yang lebih baik, lebih worth it buat dibeli.
Secara mesin, harus diakui Stylo lebih unggul ketimbang Filano. Ya bayangin aja, 160cc vs 125cc. Tapi itu bukan soal, sebab perbedaan cc kedua motor ini nggak terlalu kelihatan banget. Beli Stylo dengan 160 cc emang oke, tapi beli Filano yang cuma 125cc ini udah lebih dari cukup. Lagian, kalau penggunaan dalam kota aja, motor matic 160 cc itu kayak too much aja rasanya. Plus, Filano lebih irit ketimbang Stylo. Poin plus ini.
Lalu secara desain, harus diakui Filano unggul. Meskipun sama-sama meniru gaya vespa matic, Filano lebih punya desain yang elegan, lebih cantik dilihat. Soal kenyamanan, menurut beberapa orang, Filano ternyata lebih nyaman dikendarai ketimbang Stylo. Bagasi luas, suspense enak, pokoknya kalau untuk dalam kota sudah lebih dari cukup, lah.
Nah, soal harga, Filano memang lebih murah sekitar 1-2 juta ketimbang Stylo. Jadi, meskipun terkesan imbang, buat saya Filano lebih worth it buat dibeli. “Tapi ‘kan tinggal nambahin 1-2 juta udah bisa dapat Stylo yang cc-nya lebih besar?” Iya, tapi ngapain? Mau dipakai touring? Nggak, kan? Dalam kota dan harian aja, kan? Ya udah, Filano aja.
Yamaha Fazzio mulai jadi favorit, menggoyang dominasi Honda Scoopy, Vario, dan BeAT
Ini sebenarnya yang harus jadi concern Honda. Honda yang selama ini merajai sektor motor matic, dan merasa bahwa mereka nggak terkalahkan dengan Scoopy, Vario, dan BeAT, harusnya sudah nggak boleh jumaha dan berleha-leha. Sebab Yamaha punya senjata ampuh buat menggoyang dominasi Honda. Yamaha punya Fazzio.
Saat pertama kali dirilis pada 2022, Fazzio ini langsung menyita perhatian banyak orang. Apalagi dari kalangan anak-anak muda, yang merasa bahwa bentuk dan desain Yamaha Fazzio ini unik dan lucu. Tahu sendiri, kan, anak-anak muda, gen z ini paling nggak bisa kalau lihat yang lucu-lucu. Makanya nggak heran kalau Fazzio langsung bisa diterima dengan baik di pasar.
Soal desain dan bentuk, Fazzio ini memang menarik. Agak aneh, tapi seakan punya daya tarik tersendiri gitu. Kayak skuter banget gitu, lho. Selain itu, Fazzio ini cocok buat manusia ukuran apa saja. Dipakai orang gendut masih cocok, dipakai orang yang kurus juga cocok. Lalu soal akselerasi dan kenyamanan, ternyata Fazzio ini cukup enak dikendarai. Nggak tahu gimana menjabarkannya, tapi rasanya kayak pas aja gitu.
Soal harga, Fazzio juga masih sangat oke. Harga Fazzio masih berada di kisaran 21-24 jutaan. Harganya masih nggak terlalu jauh dari Scoopy, Vario (kecuali yang 160cc), dan BeAT. Meskipun harganya mirip, tapi kalau ditanya lebih worth it mana, jawaban saya ya jelas Fazzio, lah.
Garpu tala siap menggurita
Dari dua jenis motor ini saja, sudah ketahuan bahwa Yamaha ini lebih worth it ketimbang Honda untuk urusan motor keluaran terbaru. Dan dua jenis motor di atas itu masih di sektor motor matic standar, lho. Kita belum bicara soal motor bebek, motor sport, atau bahkan motor matic besar, yang mana Yamaha jelas mengungguli Honda dari segala aspek, termasuk masalah affordability dan worth it atau nggaknya.
Kalau seperti ini terus, bukan nggak mungkin Yamaha akan melengserkan Honda, menjadi penguasa dunia roda dua di Indonesia. Itu sudah perlahan terlihat gimana motor Yamaha yang ada di jalanan sudah lebih banyak dari biasanya. Dan kalau sampai itu terjadi, Yamaha sepertinya perlu mengganti slogan mereka, dari “semakin di depan”, menjadi “kembali di depan”.
Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA 7 Motor Honda yang Sebaiknya Nggak Usah Dibeli, Kepikiran pun Jangan, Mending Beli Yamaha!
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















