Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Dihapusnya Aturan Gol Tandang Merupakan Kemajuan, Kenapa Pada protes?

Muhammad Bagir Shadr oleh Muhammad Bagir Shadr
25 Juni 2021
A A
aturan gol tandang dicabut mojok

aturan gol tandang dicabut mojok

Share on FacebookShare on Twitter

UEFA resmi mencabut aturan gol tandang dalam semua kompetisi di bawah naungannya. Sebagai informasi, gol tandang merupakan sebuah aturan di mana jika hasil agregat suatu pertandingan berakhir imbang, tim yang mencetak gol lebih banyak ketika bertamu ke kandang lawan dinyatakan sebagai pemenang. Aturan ini pertama kali diaplikasikan saat Piala Winners 1965/66 pada pertandingan ronde kedua antara Budapest Honved dari Hongaria menghadapi tim asal Ceko, Dukla Prague. Budapest Honved yang berhasil memenangi leg pertama di kandang Dukla Prague dengan skor 2-3 akhirnya lolos setelah Dukla Prague hanya bisa menang 1-2 di laga tandang.

Saya sebagai pencinta sepak bola sih senang akhirnya UEFA buka mata terhadap masalah ini. Sebab, aturan gol tandang inilah, akhirnya banyak tim tuan rumah yang bermain secara hati-hati di leg pertama sehingga pertandingan cenderung membosankan. Tapi, banyak juga fans yang protes karena aturan ini dicabut. Yah, emang sih akhir-akhir ini “melawan arus” bagi sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang keren abis.

Setidaknya, ada dua alasan mengapa saya menganggap dicabutnya aturan gol tandang ini sebagai suatu kemajuan:

Pertama, aturan gol tandang memang sudah nggak relevan. Kalau kita tilik sejarahnya, akan terlihat secara jelas bahwa aturan tersebut merupakan buah dari keadaan zaman. Pada zaman tersebut, belum ada sistem adu penalti seperti sekarang. Sehingga, jika agregat suatu pertandingan berakhir sama kuat, akan dihelat pertandingan ketiga di tempat netral. Kalau masih seri juga, maka akan ditentukan melalui tos koin yang dianggap kurang adil.

Intinya, karena pertandingan tambahan dianggap memengaruhi kondisi fisik pemain dan kalender kompetisi domestik, serta akses perjalanan antarnegara yang masih sulit, maka aturan gol tandang mulai diberlakukan. Hal itu berbanding terbalik dengan zaman sekarang, di mana sepak bola sudah mengenal sistem adu penalti plus akses perjalanan antarnegara yang semakin mudah.

Kedua, aturan gol tandang bisa dibilang tidak adil. Contoh paling bagus adalah pertandingan Juventus versus Porto pada 16 besar UCL musim kemarin. Juventus yang sudah susah payah menyamakan kedudukan, eh malah kebobolan di babak perpanjangan waktu. Meskipun pertandingan tersebut agregatnya adalah 4-4, tapi Juventus tetap kalah karena Porto bisa mencetak gol tandang lebih banyak. Nggak adil kan? Bahkan di babak perpanjangan waktu pun aturan gol tandang tetap berlaku

Nama-nama yang mendukung agar peraturan ini dicabut juga bukan nama sembarangan. Mulai dari Jose Mourinho, Arsene Wenger, Thomas Tuchel, dan pelatih top Eropa lainnya. Mereka beropini bahwa mencetak gol tandang di zaman sekarang lebih mudah, nggak kayak zaman dulu. Sehingga, perlunya penyegaran aturan yang lebih sesuai dengan kondisi sepak bola modern. Kalau pelatih-pelatih top aja pada pengen peraturannya diubah, la terus kowe ki sopo mencak-mencak nggak jelas gara-gara peraturannya diubah?

“Tapi, aturan gol tandang kan bikin tim kecil jadi punya peluang lolos lebih besar”

Baca Juga:

Manajemen Tolol Penyebab PSS Sleman Degradasi dan Sudah Sepatutnya Mereka Bertanggung Jawab!

Olahraga Lari Adalah Olahraga yang Lebih “Drama” ketimbang Sepak Bola

Ah kata siapa, nyatanya nggak semua tim kecil dapet keuntungan seperti itu. Tanya saja Ajax sebagai tim underdog yang gagal masuk final UCL 2018/19 karena kalah gol tandang melawan Spurs. Lagi pula, bukannya memang wajar kalau tim kecil memiliki probabilitas untuk menang lebih rendah daripada tim yang lebih besar, apa pun kompetisinya? Memang sudah kodratnya, kok.

Jadi, daripada sibuk memprotes keputusan UEFA untuk mencabut aturan gol tandang, saya justru memilih untuk bertanya kenapa aturan ra mashok kayak gini nggak dari dulu aja dihapus? Entahlah, hanya pengurus UEFA dan Tuhan yang tahu.

Mungkin mikir cara lain biar bisa nyedot uang lebih banyak dari hak siar apa ya? Entahlah.

BACA JUGA UEFA: Gercep Perkara Duit, Lambat Perkara Rasisme dan artikel Muhammad Bagir Shadr lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2021 oleh

Tags: aturan gol tandangchampions leagueHiburan TerminalSepak BolaUEFA
Muhammad Bagir Shadr

Muhammad Bagir Shadr

Seorang pemuda dengan banyak sambatan dalam kepala.

ArtikelTerkait

smack down gulat mojok.co

Kritik Terhadap Keributan para Fans Sepakbola dari Fans Gulat Profesional

11 Juli 2020
lionel messi putuskan bertahan di barcelona tak jadi pindah mojok.co

Kepergian Lionel Messi dan Pentingnya Regenerasi Klub

17 Agustus 2021

Andai ‘Uang Kaget’ Bisa Dibelanjakan Lewat e-Commerce

10 Juni 2021
Sepak Bola Wanita Tak Semembosankan yang Dibayangkan Terminal Mojok.co

Sepak Bola Wanita Tak Semembosankan yang Dibayangkan

29 April 2022
manchester united manchester city liga inggris FFP david pannick MOJOK.CO

Manchester United Ternyata Kalah Kelas dari Manchester City, Si Perusak Anus UEFA

14 Juli 2020
mnet produce 101 kingdom mojok

5 Alasan Mnet Nggak Kapok Bikin Acara Survival

2 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Bisnis Mobil Rental: Keuntungannya Selangit, Risikonya Juga Selangit rental mobil

Rental Mobil demi Gengsi Saat Pulang Kampung Lebaran Adalah Keputusan yang Goblok

12 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.