Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Digicam Pocket Bangun dari Tidur Panjangnya dan Kini Jadi Buruan Gen Z

Karisma Nur Fitria oleh Karisma Nur Fitria
18 September 2025
A A
Digicam Pocket Bangun dari Tidur Panjangnya dan Kini Jadi Buruan Gen Z

Digicam Pocket Bangun dari Tidur Panjangnya dan Kini Jadi Buruan Gen Z (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Digicam kembali bangun dari tidur panjangnya dan semua ini tidak lain berkat kekuatan gen Z.  

Saya pikir gen Z layak dianugerahi menjadi salah satu superhero di Marvel dengan spesifikasi kekuatannya “FOMO and viral”. Ya, barangkali bisa menjadi rival Doctor Strange. 

Pertimbangannya begini, gen Z  bisa dengan cepat menggunakan kekuatan untuk memutar balik waktu. Buktinya di era digital sekarang ini saya justru merasa mulai kembali ke masa lalu. Banyak barang-barang lawas kembali muncul dan bahkan jadi incaran gen Z. Salah satunya digicam. 

Pemandangan ini membuat saya teringat masa kecil. Di mana waktu itu saya melihat orang-orang yang sibuk mengabadikan momen dengan digicam, handycam, atau semacamnya. Sedangkan sekarang ini smartphone sudah bisa semuanya hanya dengan 1 perangkat. 

Menariknya lagi, setiap kali saya baru mengeluarkan digicam pocket —ini baru mengeluarkan loh ya, belum dipakai untuk mengambil gambar. Selalu saja yang muncul pertama kali dari mulut kawan-kawan saya adalah pertanyaan “Beli di mana?”.

Nah, kembalinya digicam di peredaran gen Z ini yang membuat saya bertanya-tanya. Apa sih sebetulnya yang mereka cari dari kamera dengan fitur terbatas itu? 

Hasil fotonya yang estetik dan melankolis jadi incaran gen Z

Wajar sih gen Z jadi FOMO ketika melihat kawannya mengantongi digicam pocket. Soalnya, identitas estetik digicam itu sangat kuat. Gen Z mana sih yang nggak tergiur sama barang-barang yang estetik begitu. 

Belum lagi ditambah hasil jepretan yang oke banget dan perlu saya akui. Sejak kelas 2 SMP, saya sudah sibuk menjajal digicam pocket milik Kakak saya. Saya ingat betul waktu itu digicam pocket yang saya otak-atik merek Sony dan warnanya pink. Bahkan untuk ukuran anak remaja seperti saya kala itu yang nggak paham soal settingan kamera, hasilnya sudah sebagus itu.

Baca Juga:

Ormawa Sepi Peminat, Mahasiswa Gen Z Lebih Pilih Magang dan Side Job, Salah Siapa?

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

Apalagi di era sekarang ini. Mau bikin settingan kamera dengan gaya seperti apa tinggal tanya ke Mas GPT atau Mbak Meta. Dengan begitu, jadi bisa melahirkan hasil gambar yang lebih estetik dan melankolis. Ya, ala-ala potret jadul 90-an gitu deh. 

Tinggal jepret ini, jepret itu, apa pun yang ditangkap gambarnya asal tahu caranya pasti jadi estetik dan melankolis. Selanjutnya, tinggal di pajang deh pakai lagu The Lantis atau Wijaya 80. Mengaku saja kawan-kawan gen Z ku, hal seperti ini kan yang kamu cari untuk menghiasi feed Instagram estetik kepunyaanmu.

Digicam pocket praktis dibawa ke mana-mana 

Selama saya menggandeng digicam pocket, yang paling membuat saya nyaman adalah kamera ini praktis banget. Saya nggak butuh bawa tas besar untuk membawa digicam ini. Sesimpel dimasukkan kantong celana atau jaket saja sudah aman. 

Misalnya, untuk saya sendiri ketika bepergian nggak suka membawa barang banyak. Saya lebih butuh barang yang minimalis dan nggak makan banyak tempat di tas supaya nggak ribet. Nah, bersahabat dengan digicam pocket memang sudah sangat pas buat saya.  

Wajar sih kamera satu ini mudah dan praktis dibawa kemana-mana. Namanya juga “Digicam pocket”. Keunggulan yang satu ini memang menjadi fitur utama untuk menguasai pasar. 

Perawatan digicam pocket nggak ribet sama sekali

Selain praktis dibawa ke mana-mana, perawatan digicam pocket ini nggak perlu yang neko-neko. Lain halnya dengan kamera komersial seperti DSLR. Body kamera yang cukup besar membuatnya nggak bisa ditaruh sembarangan. 

Pengalaman saya bersama digicam selama kurang lebih 9 tahun, tidak pernah bikin repot. Sederhana saja, mulai dari membersihkan lensa dengan kain lap khusus, menyimpannya di tempat yang aman, lalu charge baterai secara teratur dan benar.

Mudah, kan? 

Digicam pocket itu awet, cocok jadi inventaris keluarga

Dari yang awalnya meminjam digicam kakak saya, akhirnya di tahun 2019 sebelum masuk SMA saya punya digicam sendiri. Jangan kira saya bisa dengan mudahnya mendapatkan barang yang cukup mahal bagi keluarga kami waktu itu, ya.

Demi digicam pocket, saya harus membuat proposal kepada Mamak dengan judul “Di Asrama tidak boleh membawa smartphone, jadi harus pakai kamera untuk mengabadikan momen di sekolah”. Ibarat kata, ini jadi alasan yang benar di waktu yang tepat. Hehehe.

Singkat cerita, proposal saya disetujui oleh mamak. Akhirnya saya nggak perlu pikir panjang menentukan pilihan. Sebab sudah nyaman dengan digicam sebelumnya, lalu saya memutuskan untuk membeli tipe kamera yang sama. Ya, seperti lirik lagu “Takkan Terganti” dari Marcell, “Kau tak akan terganti”.  Supaya ada bedanya, saya membeli Sony Cyber-Shot warna silver waktu itu. 

Nah, sampai sekarang digicam pocket yang masih sama tetap setia menemani saya. Sempat 1 tahun lalu tiba-tiba mati dan tidak bisa dihidupkan lagi, saat itu saya benar-benar merasa sedih dan tidak tahu harus bagaimana. Tetapi, ajaibnya saat sudah pasrah dan saya coba charge lalu dihidupkan ulang, digicam kesayangan saya kembali berfungsi seperti normal. Jangan tanya saya senangnya bagaimana, pokoknya senang pakai banget. 

Setelah mengalami kejadian itu, saya pikir digicam pocket bisa menjadi salah satu barang inventaris keluarga yang bisa bertahan lama. Bayangin deh anak-anakmu bisa memamerkan digicam jadul punya orang tuanya suatu saat nanti. Asik, jadi berangan wisata masa depan begini. 

Kembali dari tidur panjangnya

Melihat tren digicam yang semakin diminati gen Z membuat saya merasa senang. Apa pun alasannya, baik itu karena FOMO atau benar-benar ingin punya, tidak masalah. 

Ada satu kenyataan yang pasti, gen Z berdedikasi untuk hal ini. Digicam lawas yang sudah lama menghilang dari peredaran umum akhirnya bisa kembali lagi. Banyak toko online maupun offline yang menjual digicam pocket. 

Meski banyak juga model digicam terbaru, tapi istilah “Barang lama lebih oke”, itu terbukti. Biasanya gen Z akan sibuk mencari rekomendasi digicam preloved dari media sosial seperti TikTok dan Instagram. Kita menyebutnya sebagai korban viral atau korban FYP. Pokoknya jari tidak akan berhenti sampai dapat.

Saya jadi semangat ingin melihat barang lawas apalagi yang sekiranya akan kembali muncul di peradaban ini. Semoga MP3 Player juga mendapatkan bagian nanti. 

Penulis: Karisma Nur Fitria
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kamera DSLR Pernah Jadi Senjata Andalan untuk Pikat Gebetan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 September 2025 oleh

Tags: digicamdigicam pocketdigital cameragen ztren kamera
Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria, dari menulis dia jadi suka jalan-jalan.

ArtikelTerkait

Gen Z Kerja di Perusahaan Startup Bukan karena Malas dan Menghindari Pekerjaan Berat. Nyatanya Startup Memang Lebih Nyaman dari Perusahaan Konvensional

Gen Z Kerja di Perusahaan Startup Bukan karena Malas dan Menghindari Pekerjaan Berat. Nyatanya Startup Memang Lebih Nyaman dari Perusahaan Konvensional

14 Juni 2024
Penyalahgunaan Beasiswa KIP-K oleh Koket Girl Viral di Media Sosial. Apa sih Koket Girl Itu?

Penyalahgunaan Beasiswa KIP-K oleh Koket Girl Viral di Media Sosial. Apa sih Koket Girl Itu?

2 Mei 2024
Ormawa Lebih Tepat Jadi Tempat Melatih Kesabaran daripada Berorganisasi. Terlalu Banyak Masalah! Mojok.co

Ormawa Sepi Peminat, Mahasiswa Gen Z Lebih Pilih Magang dan Side Job, Salah Siapa?

2 Maret 2026
Krisis Etika di KRL Jogja Solo Relasi Stasiun Palur (Unsplash)

Krisis Etika di KRL Jogja Solo Relasi Stasiun Palur: Ketika Gen Z Tidak Paham Kursi Prioritas dan Berani “Melawan” Petugas

23 Januari 2024
Universitas Terbuka, Tempat Kuliah yang Cocok untuk Milenial dan Gen Z

Universitas Terbuka, Tempat Kuliah yang Cocok untuk Milenial dan Gen Z

27 November 2023
3 Jenis Investasi Terbaik buat Mahasiswa Kuliahan Modal Recehan

3 Jenis Investasi Terbaik buat Mahasiswa Kuliahan Modal Recehan

16 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
Jalan Monginsidi, Jalan Braganya Salatiga: Ikonik dan Nggak Kalah Cantik

Salatiga Tidak Punya Stasiun, Cukup Merepotkan bagi Orang yang Terbiasa Bepergian dengan Kereta Api

10 Maret 2026
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover

Suzuki Nex Crossover: Matic Underrated yang Seharusnya Lebih Laku Dibanding BeAT Street yang Payah Itu

9 Maret 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah

12 Maret 2026
7 Rekomendasi Drama China yang Bisa Ditonton Tanpa Perlu Mikir (Pexels) tiktok

5 Alur Cerita Drama China Pendek di TikTok yang Monoton, tapi Sering Bikin Jam Tidur Saya Berantakan

12 Maret 2026
Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

11 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur yang Paling Tidak Bisa Dihindari, Jadi Pelepas Rindu ketika Mudik Setelah “Disiksa” Makanan Jogja
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina
  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.