Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan

Muhammad Rizal Firdaus oleh Muhammad Rizal Firdaus
17 Januari 2024
A A
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Warung pecel lele Lamongan tetap berkuasa di tanah sendiri. Wani, dan berdikari!

Nasi Padang dan Warung Tegal boleh digdaya di kota orang, tapi di kota sendiri Wallahu A’lam. Ya, itulah kalimat yang bisa saya simpulkan dari dua tulisan tentang Nasi Padang dan Warteg.

Kedua warung makan ini memang digdaya di kota orang, hampir semua sudut kota besar berjejer warung nasi padang dan warteg. Keduanya memiliki kesamaan sebagaimana dilontarkan oleh Mas Ilham tentang Nasi Padang dan tulisan Mbak Dyan tentang Warteg.

Tapi, beda dengan warung pecel lele Lamongan. Di tanahnya sendiri, mereka tetap digdaya dan membusungkan dada.

Di Lamongan kamu mau mencari warung pecel lele itu semudah kamu bernafas sangat mudah dan selalu ada di mana-mana. Kadang saya sendiri heran, sebegitu menjamurnya warung pecel lele ini, sampai di kota sendiri pun tidak lepas dari adanya spanduk bergambar bebek dan lele.

Kenapa bisa begitu? Karena prinsipnya, selama ada tempat, pemilik warung pecel lele Lamongan akan berjualan di situ. Peduli setan dengan persaingan, pokoknya rezeki sudah diatur.

Selain itu, hal lain yang membuat saya tercengang, warung pecel lele ini tidak hanya menjamur di jalan poros atau jalan besar. Bahkan jalan antar kecamatan ini berjejer tenda pecel lele dengan berbagai ukuran dan menu yang beragam.

Pecel lele di mana-mana, bahkan di pedesaan sekalipun

Tidak berhenti sampai di situ, warung pecel lele yang ada di Lamongan ini tidak kalah rame dengan pecel lele yang ada di perkotaan meski harus berbagi lahan dan berbagi rezeki. Bahkan, di desa saja ada tiga warung pecel lele yang jaraknya tidak sampai seratus meter. Sungguh luar biasa warung pecel lele ini menjangkau hingga pelosok desa.

Baca Juga:

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

Maka prinsip di mana ada lahan disitu kami jualan layak disematkan pada para pedagang pecel lele lamongan ini. Karena rezeki kan sudah tertakar, dan tidak akan tertukar. Meskipun kita berjualan dengan yang fokus pada strategi pemasaran 5P (place people, product, price, dan promotion) kalau rezeki kita takarannya segitu mau bagaimana lagi, kita kan hanya dituntut untuk berusaha soal hasil biar Tuhan saja yang mengaturnya.

Maka tak mengherankan jika di Lamongan, pecel lele tetap punya kuasa dan daya. Pokoknya berani membusungkan dada dan berani melawan. Pasang nama Lamongan pun berani. Jadi, ya, beda cerita dengan warteg dan warung padang, lamongan berdikari.

Penulis: Muhammad Rizal Firdaus
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Klitih di Lamongan: Fenomena Baru yang Jangan Sampai Dianggap Biasa Saja!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2024 oleh

Tags: lamonganwarung pecel lele
Muhammad Rizal Firdaus

Muhammad Rizal Firdaus

Penikmat setia masakan ibu.

ArtikelTerkait

Alasan Warga Lokal Ogah ke Wisata Bahari Lamongan meski Cuma Itu Satu-satunya Wisata di Lamongan

Alasan Warga Lokal Ogah ke Wisata Bahari Lamongan meski Itu Satu-satunya Wisata di Lamongan

6 Desember 2024
3 Ciri Warung Pecel Lele Asli Lamongan terminal mojok

3 Ciri Warung Pecel Lele Asli Lamongan

14 Juni 2021
Alasan Orang Lamongan Lebih Sering Healing ke Tuban daripada Gresik

Alasan Orang Lamongan Lebih Sering Healing ke Tuban daripada Gresik

9 Desember 2025
Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau Mojok.co

Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau

6 Mei 2026
Ini yang akan Terjadi Seandainya Jalan di Lamongan Mulus Semua Mojok.co

Ini yang akan Terjadi Seandainya Jalan di Lamongan Mulus Semua

24 Februari 2025
Lamongan, Kota yang Tak Pernah Lahir untuk Menjadi Rumah bagi Anak Mudanya

Sebagai Warga Asli Lamongan, Saya Risih ketika Ada yang Menyebut Lamongan Kota

4 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua Mojok.co

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

7 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.