Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Di Daerah Saya, Ngumpulin Massa Buat Sosialisasi Kondom Dianggap Mau Bagi-Bagi Bantuan

Honing Alvianto Bana oleh Honing Alvianto Bana
25 April 2020
A A
Sebaiknya Bantuan Sosial dari Pemerintah Dihentikan Saja terminal mojok.co

Sebaiknya Bantuan Sosial dari Pemerintah Dihentikan Saja terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak awal juru bicara pemerintah mengucapkan istilah-istilah asing itu, saya sempat mengkerutkan dahi. Ini bukan soal saya tak mengerti istilah-istilah itu. Ini juga bukan soal sepenggal kalimat dalam sumpah pemuda ‘berbahasa satu, bahasa indonesia’ atau soal slogan ‘saya pancasila, saya Indonesia.

Ini soal tidak semua orang memahami istilah-istilah seperti physical distancing, panic buying, dan lain-lain itu. Jangankan menerjemahkan istilah-istilah seperti itu, masalah membedakan mana sosialisasi penggunaan kondom dan mana bantuan langsung tunai saja masih banyak yang kesulitan membedakannya. Misalnya, pernah kejadian didaerah saya. Daerah saya tak akan saya beri tahu. Selain untuk menghindari ejekan yang tak berfaedah, kalian tahu pun tidak akan merubah apa pun. Hehe.

Jadi ceritanya gini.

Pemerintah memang sering memberikan bantuan yang bermacam-macam kepada masyarakat. Hal itu tentu perlu kita beri apresiasi. Meski begitu, pemerintah perlu terus memperbaiki data agar dan proses penyalurannya lebih tepat sasaran. Hal tersebut harus terus dilakukan sebab di beberapa daerah di Indonesia Timur, hal itu punya potensi memicu kecemburuan sosial dan pertikaian antar keluarga.

Misalnya, kejadian yang pernah terjadi di daerah saya. Setiap kali pemerintah memberikan bantuan sosial seperti BLT, PKH, dan bantuan-bantuan lainnya, ada 6 KK di daerah saya yang tidak pernah terdata oleh pemerintah setempat. Hal ini bukan baru sekali. Ini sudah terjadi berulang-ulang kali.

Karena sering tak mendapatkan bantuan, wajarlah mereka kemudian marah-marah. Nah, suatu ketika pemerintah desa mengumpulkan masyarakat di kantor desa untuk mendengar sosialisasi dari salah satu LSM yang dibantu dengan beberapa perawat dan bidan.

Seperti biasa, masyarakat sangat senang ketika mendengar kata berkumpul. Berkumpul adalah menerima bantuan. Oleh karena itu, jika ada imbauan dari pemerintah untuk berkumpul di kantor desa, mereka otomatis berpikir bahwa ini adalah saat yang tepat untuk menerima bantuan dari pemerintah.

Pagi itu, semua warga sangat antusias berkumpul di kantor desa. Wajah mereka berseri-seri. Kecuali, wajah sebut saja Pak Enos saya sengaja menyebut nama Pak Enos sebagai nama samaran untuk menghindari hal-hal yang tak di inginkan, jika kedepan tulisan ini dimuat dan beberapa orang. Mereka sudah lama memendam amarah sebab tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Baca Juga:

Hanya PNS yang Bisa Masuk Surga

Jangan Langsung Suuzan, Ini Alasan Bantuan Pemerintah Sering Nggak Tepat Sasaran

Saat sosialisasi baru akan di mulai. Pak Enos langsung berdiri dan berkata kepada kepala desa, pejabat desa, panitia sosialisasi dan masyarakat yang berada disitu. Ia berkata, “tunggu dulu! Sebelum bantuan ini di bagikan kepada masyarakat. Pejabat desa harus membacakan nama-nama keluarga yang akan menerima bantuan. Ini penting karena selama ini pejabat desa dan RT berlaku tidak adil kepada keluarga saya dan beberapa keluarga yang lain. Setiap kali ada bantuan, saya tidak pernah mendapatkan bantuan tersebut.”

Suasana di kantor desa pun jadi ramai. Mereka saling tuding satu sama lain.

Beberapa saat kemudian para tim sosialisasi dan para pejabat desa lalu memberikan penjelasan terkait tujuan dikumpulkan masyarakat pada pagi itu. Mereka menjelaskan bahwa tujuan dikumpulkannya warga pada pagi ini bukan untuk menerima bantuan pemerintah. Melainkan untuk memberikan informasi dan penjelasan terkait pentingnya menggunakan kondom demi menangkal terjadinya seks beresiko.

Mendengarkan penjelasan tersebut, wajah pak Enos berubah menjadi merah. Bukan saja itu, masyarakat yang lain pun akhirnya kecewa dan pulang ke rumah masing-masing. Tim sosialisasi itu akhirnya tak jadi memberikan sosialisasi pada hari itu.

BACA JUGA Bagi Rakyat Miskin, Pemerintah Memang Tak Pernah Lebih Baik Ketimbang Acara Bedah Rumah atau tulisan Honing Alvianto Bana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 April 2020 oleh

Tags: bantuan pemerintahsosialisasi
Honing Alvianto Bana

Honing Alvianto Bana

Seperti banyak laki-laki yang pernah kau temui di persimpangan jalan

ArtikelTerkait

Cerita Prihatin yang Mungkin Dipahami Pedagang Pinggir Jalan Ketika Hujan terminal mojok.co

Kebiasaan ‘Noleh Tonggo’ Masyarakat Desa Saat Dapat Bantuan Pemerintah

21 September 2020
penangguhan penahanan gugatan hukum RCTI mojok.co

Sosialisasi Hukum Seharusnya Dibikin seperti Pengajian Kampung

23 September 2020
4 Alasan Seseorang Menanyakan Pekerjaan Orang Lain Saat Ngumpul

Nasib Nelangsa Pekerja yang Tak Punya BPJS Ketenagakerjaan

6 Oktober 2020
Jangan Ajari Warga NTT Bersyukur, tapi Ajari Pemda NTT Berpikir terminal mojok

Bantuan ‘Sederhana’ Datang, Tolong Jangan Ajari Warga NTT Bersyukur, melainkan Ajari Pemda NTT Berpikir

23 April 2021
tas siaga bencana mojok

Tas Siaga Bencana yang Selalu Dianggap Sebelah Mata

3 Agustus 2021

Jangan Langsung Suuzan, Ini Alasan Bantuan Pemerintah Sering Nggak Tepat Sasaran

13 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil Mojok.co

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

7 Februari 2026
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.