Gaji besar di Cikarang belum tentu bikin kaya
Ada anggapan bahwa jika setiap bulan gajian belasan juta, urusan keuangan otomatis beres. Padahal tidak sesederhana itu. Gaji belasan juta memang terdengar besar, tapi ia datang bersama godaan yang tidak kalah besar: memodifikasi motor, membeli gadget terbaru, atau sekadar menghadiahi diri sendiri karena merasa sudah “berdarah-darah” selama sebulan.
Di sisi lain, saya juga melihat banyak operator produksi di Cikarang yang memanfaatkan masa lemburan basah dengan sangat baik. Ada yang membuka usaha kecil di kampung, ada pula yang rutin menyisihkan untuk reksa dana atau emas. Mereka sadar betul bahwa lembur bukan sesuatu yang akan selalu ada. Begitu perusahaan mengurangi produksi, jam lembur bisa menyusut drastis.
Karena itu, yang membuat seseorang cepat kaya bukan semata besarnya penghasilan, melainkan cara mengelolanya. Keputusan untuk menabung, berinvestasi, atau menghabiskannya tetap ada di tangan masing-masing.
Dianggap kalah gengsi dari staf kantoran
Lucunya, staf kantoran di SCBD sering dianggap lebih bergengsi karena kantornya di gedung tinggi dan pakaiannya rapi. Sementara operator produksi identik dengan seragam, sepatu safety, dan baju yang sudah tidak jelas warnanya sepulang kerja.
Padahal kalau sama-sama membuka aplikasi mobile banking di akhir bulan, belum tentu saldo mereka berbeda jauh. Dalam kondisi tertentu, terutama ketika lemburan sedang basah-basahnya, operator produksi di Cikarang bisa jadi jauh lebih unggul.
Pada akhirnya, pekerjaan yang lebih baik tidak ditentukan oleh besarnya gaji atau alamat kantornya. Sebab, setiap pekerjaan punya caranya sendiri dalam menagih pengorbanan. Ada yang menagih lewat tekanan, ada yang menagih lewat target, ada pula yang menagih lewat waktu.
Operator produksi di Cikarang memang membawa pulang gaji yang bikin banyak orang iri. Tapi mereka juga sedang membayar mahal dengan sesuatu yang jauh lebih sulit dihitung yaitu waktu yang tidak akan pernah bisa kembali.
Penulis: Abdul Basri
Editor: Rizky Prasetya
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.














