Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Nostalgia Stasiun di Kecamatan Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya

Ferika Sandra oleh Ferika Sandra
19 Agustus 2026
A A
Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya Mojok.co

Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pada masanya, Kabat Banyuwangi merupakan kawasan yang cukup penting. Mungkin itu mengapa kecamatan ini punya segalanya terkait perkeretaapian, mulai dari jalur rel hingga stasiun. Tidak tanggung-tanggung, di kecamatan ini ada 2 stasiun yang dibangun di era yang berbeda. 

Akan tetapi, fasilitas itu semua tinggal kenangan. Warga Kabat Banyuwangi menggunakan Stasiun Banyuwangi Kota atau Stasiun Rogojampi apabila ingin bepergian menggunakan kereta api. Warga harus menempuh perjalanan darat, menembus kemacetan, atau merepotkan kerabat hanya untuk mengejar jadwal kereta yang sebenarnya melintasi di Kabat. 

ADVERTISEMENT

Dua bangunan, dua era berbeda sama-sama berakhir masa jayanya

Ada pemandangan yang cukup unik sekaligus ironis di Kabat, Banyuwangi. Di kecamatan ini berdiri dua jejak sejarah perkeretaapian yang saling berdekatan.

Pertama, Stasiun Kabat Lama, warisan era kolonial Staatsspoorwegen yang dibangun sejak 1903. Bangunan ini resmi dipensiunkan pada September 1985, seiring dibukanya jalur baru menuju Pelabuhan Ketapang dan ditutupnya jalur lama ke arah Stasiun Kota Banyuwangi, yang kala itu berada di Kelurahan Karangrejo dan menjadi penghubung kawasan pelabuhan di Pantai Boom.

Sebagai gantinya, pada era PJKA 1985 lahirlah Stasiun Kabat Baru. Pada awal beroperasi, stasiun ini memegang peran penting dalam melayani angkutan pupuk hasil kerja sama dengan Pupuk Sriwijaya (PUSRI). Namun, nasib berkata lain. Ketika kontrak angkutan pupuk tersebut berakhir pada akhir dekade 1990-an, berakhir pula aktivitas Stasiun Kabat Baru.

Sejak saat itu hingga hari ini, kedua bangunan yang masuk dalam Daerah Operasi 9 Jember tersebut berkawan sepi. Kabat punya dua stasiun dari dua zaman yang berbeda, tetapi tidak satupun yang benar-benar difungsikan untuk melayani warganya.

Stasiun Kabat Banyuwangi kini hanya jadi penanda kereta lewat

Bagi orang luar Kabat, mungkin ini terdengar seperti rengekan sepele. Toh, Stasiun Rogojampi atau Banyuwangi Kota tidak sejauh ujung dunia. Namun, bagi warga asli sana yang mengalaminya berulang kali, ada rasa janggal yang terus mengendap. Apalagi setiap kali deru mesin kereta api mengguncang tanah Kabat, stasiun di desa itu tidak lebih dari sekadar penanda bahwa kereta cuma numpang lewat.

Bangunan itu hanya menjadi penonton bisu dari ribuan penumpang yang hilir mudik. Sementara, akamsinya harus bersusah payah mencari pintu masuk kereta dari stasiun tetangga. Saya paham betul kalkulasi bisnis dan operasional perkeretaapian. 

Baca Juga:

4 taktik menaklukan Stasiun Manggarai saat jam padat, tempat paling kacau se-Jakarta

Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

Mengaktifkan stasiun tentu butuh hitung-hitungan matang soal occupancy rate, efisiensi waktu tempuh, hingga biaya operasional. Saya tidak sedang menuntut agar kereta kelas eksekutif mendadak berhenti di stasiun yang lama tutup ini. Namun, rasa sayang itu tetap ada, seperti dua bangunan ini dibuat sia-sia.

Fungsi infrastruktur stasiun yang perlahan tergusur 

Barangkali inilah yang sering meleset ketika bicara soal pembangunan dan pengelolaan aset. Saya sering kali melihat fisik bangunan yang tersisa meski lapuk dimakan usia lalu merasa semuanya seperti baik-baik saja. 

Padahal bagi masyarakat sekitar, fungsi stasiun bukan sekadar tumpukan batu bata atau rel baja, melainkan rasa terhubung dengan dunia luar yang pada masanya sangat membantu warganya.

Sejumlah teman saya asli sana selalu bercerita mengenai dua bangunan Stasiun Kabat itu. Dan, lagi-lagi entah sampai kapan dua stasiun di Kabat itu hanya akan menjadi objek nostalgia sejarah dan saksi bisu kereta yang melintas. Yang jelas, setiap kali melihatnya, saya selalu merasa sedang melewati sebuah kesempatan yang seharusnya bisa dihidupkan kembali untuk memudahkan warga sekitar.

ADVERTISEMENT

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Agustus 2026 oleh

Tags: BanyuwangiKabatKabat BanyuwangistasiunStasiun BanyuwangiStasiun Kabat Banyuwangi
Ferika Sandra

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

Banyuwangi: Ditinggal Ngangeni, Ditunggui Bikin Sakit Hati

Banyuwangi: Ditinggal Ngangeni, Ditunggui Bikin Sakit Hati

20 Desember 2025
4 Lokasi Wisata Banyuwangi yang Paling Cocok untuk Pacaran Low Budget Terminal Mojok

3 Peninggalan Kolonial Belanda di Banyuwangi yang Jarang Diketahui

20 Maret 2022
Persamaan Aroma Roti O di Stasiun dan Kue Pukis di Pasar Tradisional terminal mojok.co

Persamaan Aroma Roti O di Stasiun dan Kue Pukis di Pasar Tradisional

3 Januari 2021
Mencari Toko Buku di Banyuwangi seperti Jarum di Tumpukan Jerami, Sulit! Mojok.co

Mencari Toko Buku di Banyuwangi seperti Jarum di Tumpukan Jerami, Sulit!

5 November 2023
Alasan Saya Lebih Betah Tinggal di Kecamatan Kalibaru daripada Banyuwangi Kota yang Sempurna

Alasan Saya Lebih Betah Tinggal di Kecamatan Kalibaru daripada Banyuwangi Kota yang Sempurna

2 Maret 2025
3 Kesalahan Beli Roti’O di Stasiun yang Jarang Disadari Terminal Mojok

3 Kesalahan Beli Roti’O di Stasiun yang Jarang Disadari

10 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
Dibanding sound horeg, voli tarkam jauh lebih masuk akal buat event Agustusan  

Dibanding sound horeg, voli tarkam jauh lebih masuk akal buat event Agustusan  

12 Agustus 2026
Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

16 Agustus 2026
Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya Mojok.co

Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya

15 Agustus 2026
Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

16 Agustus 2026
Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya Mojok.co

Nostalgia Stasiun di Kecamatan Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya

19 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.