Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kekesalan Orang Jogja kepada Pekerja Surabaya yang Sok Tahu dan Memandang Keramahan Khas Jogja sebagai Kecurigaan

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
27 Maret 2025
A A
Warga Jogja Sok Tahu? Pekerja Surabaya yang Lebih Sok Tahu! (Pexels)

Warga Jogja Sok Tahu? Pekerja Surabaya yang Lebih Sok Tahu! (Pexels)

Share on FacebookShare on Twitter

Jujur saja, saya agak kesal membaca tulisan Aisyah Amira Wakang atau Aish di Mojok. Tulisannya berjudul “Kekesalan Orang Surabaya karena Tingkah Warga Jogja yang Terkesan Merendahkan, Mending Chill Ketimbang Adu Argumen”. Namun, karena dia teman satu kantor, kekesalan itu berubah menjadi kasihan.

Sebenarnya, rasa kasihan ini tidak menuju kepada Aish juga. Lebih pas ke teman Aisyah, pekerja dari Surabaya, yang baru saja mendapat kerja di Jogja. Saya rada kesal karena teman si Aish ini menyebut orang Jogja sok tahu. Hanya karena bertanya kenapa memilih bekerja di Jogja, bukannya di Surabaya.

ADVERTISEMENT

“Kenapa kok pilih kerja di Jogja? Bukannya kerja di Surabaya lebih ‘sejahtera’?” tanya seorang sopir ojek online yang berusaha ramah terhadap penumpangnya, tapi malah bikin Dea kesal.

Paragraf di atas adalah tulisan Aish. Dea adalah nama temannya. Dan yang bertanya adalah sopir ojek online, yang hanya basa-basi dan berusaha ramah kepada konsumen. Maaf saja ya Aish. Menurut saya, kesimpulan “sok tahu” untuk warga Jogja itu terlalu jauh. Mungkin kamu dan Dea yang terlalu insecure, curigaan, atau bahkan lebih sok tahu.

Sini saja jelasin biar kamu paham iklim berpikir beberapa warga Jogja kepada pekerja dari luar kota. Ya biar jatuhnya nggak saling curiga. Ingat, kita udah capek curiga sama negara. Jangan sampai pekerja Jogja dan Surabaya saling curiga karena sok tahu dan salah paham.

Mungkin pekerja Jogja itu hanya penasaran

Aish, kita dan semua pembaca Mojok pasti paham kalau kerja di Jogja itu pasti merana soal gaji. Makanya, diskusi soal UMR, pasti nggak jauh-jauh dari rasa kasihan dan nelangsa. Sayangnya, kalau ngomongin soal hak pekerja dan hidup layak, narasi nrimo ing pandum itu masih ada. Semacam, “Ya udah, mau gimana lagi.”

Padahal, perdebatan yang sehat terkait UMR itu ya berkembang ke gimana caranya pekerja Jogja dan pendatang sama-sama sejahtera. Kita seharusnya udah membicarakan upah layak, hak pekerja, sampai usaha pekerja untuk berserikat. Makanya, kalau ada pekerja dari kota besar mau membanting tulang di sini pasti melahirkan rasa penasaran.

“Kenapa ya, pekerja dari kota besar, dengan standar gaji lebih tinggi dari Jogja, mau kerja di sini?” 

Baca Juga:

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

Pertanyaan itu wajar muncul di dalam kepala. Makanya, si sopir ojek online memakai kata “sejahtera” dalam kalimatnya. Ini menggambarkan betapa pekerja di sini sangat mendambakan kesejahteraan. Ahh, bukankah kita semua sebagai pekerja pasti mendambakan kesejahteraan, Aish?

Makanya, saya jadi merasa aneh kalau pertanyaan sesederhana itu sampai bisa membuat pekerja Surabaya kesal. Kalau memang ada masalah pribadi, sebaiknya jangan dibawa ke percakapan basa-basi dengan orang lain. Sangat mungkin orang lain hanya berusaha ramah kepada orang lain yang sudah menggunakan jasanya.

Oya, si sopir itu nggak tahu pengorbanan apa saja yang udah Dea lakukan sebelum merantau. Ingat, dia bukan cenayang yang bisa membaca hati seseorang.

Baca halaman selanjutnya: Jangan sok tahu, deh.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 19 Mei 2025 oleh

Tags: gaji JogjaJogjapekerja surabayaSurabayaumr jogjaumr surabayawarga jogja
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

ArtikelTerkait

TransJatim Dibenci, tapi Ia Penyelamat Mahasiswa Surabaya (Wikimedia Commons)

Ugal-ugalan Sopir TransJatim Menyelamatkan Masa Depan Mahasiswa Mojokerto yang Kuliah di Surabaya

22 Juni 2026
Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya: Layanan Prima, Fasilitas Bintang Lima Mojok.co

Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya: Layanan Prima, Fasilitas Bintang Lima

14 Desember 2023
5 Alasan Mal Jadul, Galeria Mall, Masih Digemari Orang Jogja Mojok.co

5 Alasan Mal Jadul, Galeria Mall, Masih Digemari Orang Jogja

30 September 2024
Surabaya Selepas Hujan Tak Lagi Seindah Video Orang-orang, Hanya Tinggal Banjir dan Macet di Jalan

Surabaya Selepas Hujan Tak Lagi Seindah Video Orang-orang, Hanya Tinggal Banjir dan Macet di Jalan

6 Maret 2024
Dilema Reaktivasi Jalur Kereta Jogja-Magelang: Penting untuk Diwujudkan, tapi Susah (Pake) Banget

Dilema Reaktivasi Jalur Kereta Jogja-Magelang: Penting untuk Diwujudkan, tapi Susah (Pake) Banget

16 Februari 2024
Kelebihan dan Kekurangan Ibarbo Park Jogja yang Perlu Kamu Ketahui sebelum Berkunjung ke Sini

Kelebihan dan Kekurangan Ibarbo Park Jogja yang Perlu Kamu Ketahui sebelum Berkunjung ke Sini

7 Desember 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jalan Merdeka Bandung, jalan yang "menjajah" karena bikin warganya tersiksa

Jalan Merdeka Bandung, jalan yang “menjajah” karena bikin warganya tersiksa

13 Agustus 2026
Selain Gaji Kecil, Inilah 4 Sisi Gelap Menjadi Guru Sekolah Swasta yang Jarang Terekspos

Sekolah swasta yang melarang gurunya mendaftar ASN itu aneh, ngasih gaji layak nggak mau, tapi seenaknya menghentikan impian seseorang

15 Agustus 2026
Culture shock tinggal di Papua: hari-hari makan daging rusa dan listrik dijadwal 12 jam sehari

Culture shock tinggal di Papua: hari-hari makan daging rusa dan listrik dijadwal 12 jam sehari

14 Agustus 2026
Es Teh Jumbo, Minuman Orang Miskin yang Kuat Bertahan (Wikimedia Commons) sempol ayam

Sempol ayam memang lebih menarik ketimbang es teh jumbo, tapi secara hitungan bisnis, es teh jumbo pasti lebih untung

14 Agustus 2026
Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1 Mojok.co

Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1

18 Agustus 2026
Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya Mojok.co

Nostalgia Stasiun di Kecamatan Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya

19 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.