Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Derita Ditempelin Lelembut yang Selalu Kepanasan Tiap Masuk Pesantren

Aly Reza oleh Aly Reza
15 Juli 2020
A A
Derita Ditempelin Lelembut yang Selalu Kepanasan Tiap Masuk Pesantren MOJOK.CO

Derita Ditempelin Lelembut yang Selalu Kepanasan Tiap Masuk Pesantren MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Sepanjang 2019, keluarga kami bener-bener dibikin pusing dan bingung dengan “gejala aneh” yang dialami sama keponakan perempuan saya. Panggil saja Ela. Keponakan yang ngebet banget masuk pesantren.

Sebagai orang tua yang tumbuh di lingkungan dengan kultur yang cukup agamis, jelas permintaan Ela masuk pesantren sangat sulit buat nggak dikabulin. Justru sebaliknya, orang tua mana coba yang nggak semringah hatinya denger anaknya pengin masuk pesantren atas dasar keinginannya sendiri. Berbeda dengan kebanyakan anak—termasuk saya—yang harus dipaksa dulu sebelum ‘dijeblosin’ ke pesantren.

Tapi siapa nyana, pengalaman pertamanya masuk pesantren justru membuka gerbang demi gerbang keanehan yang harus dialami Ela sepanjang tahun.

Belum seminggu di pesantren, tiba-tiba orang tua Ela dapet kabar kalau Ela sempet kejang-kejang sebelum akhirnya pingsan selama setengah hari. Sontak, orang tua dan tentunya juga kami para keluarga kaget denger kabar itu. Pasalnya, selama ini Ela nggak punya riwayat sakit apa pun. Tipes aja nggak, malah ini sampai kejang-kejang.

Setelah dijemput dan dibawa ke puskesmas, kata dokter yang menangani sih efek asam lambung yang udah hampir kronis. Tanpa banyak tanya kami pun mengamini saja apa yang dibilang dokter. Saya sendiri maklum, namanya tinggal di pesantren, kalau nggak makan ala kadarnya ya jarang makan.

Dulu selama nyantri soalnya saya juga gitu. Makannya saya juga kena maag. Tapi yang bikin saya ngerasa janggal, belum ada seminggu loh di pesantren, kok bisa-bisanya langsung kena asam lambung. Ini aneh. Dan sepengakuan bapaknya, selama di rumah dulu Ela juga hampir nggak pernah telat makan.

Saya sempet bilang ke bapaknya gimana kalau sesekali ditanyain ke “orang pinter” aja, jangan-jangan vonisnya beda. Lantaran bapaknya lebih percaya sama dokter, ya udah akhirnya buat sementara waktu ngikutin apa kata dokter dulu aja. Yang penting obatnya rutin diminum.

Selang seminggu kemudian, setelah membaik, Ela memutuskan balik lagi ke pesantren. Dan nggak sampai seminggu, penyakitnya kumat lagi. Akhirnya Ela dibawa pulang lagi, periksa lagi, dan balik lagi, untuk kemudian kumat lagi. Pokoknya siklus ini berulang terus sampai enam kali. Setelah kejadian yang keenam, bapaknya memutuskan buat bawa Ela ke “orang pinter”.

Baca Juga:

Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan

Persamaan Kontroversi Feodalisme Pondok Pesantren dan Liverpool yang Dibantu Wasit ketika Menjadi Juara Liga Inggris

Yang mengejutkan, katanya di dalam tubuh Ela ada sosok lelembut perempuan yang ngakunya disuruh jagain Ela. Dan yang makin mengagetkan, sosok ini juga ngaku kalau dia udah dampingin sejak Ela masih bayi. Oleh karena itu, sosok ini menolak kalau disuruh keluar dari tubuh Ela. Kalau ada yang terus maksa dia keluar, dia ngancem bakal nyakitin Ela. Walah, tambah repot, kan?

Udah sekian paranormal dan kiai didatangkan. Tapi hasilnya sama saja, nggak ada yang bisa ngatasin si lelembut. Satu-satunya yang bisa ngeluarin sosok ini dari tubuh Ela ya cuma si pengirim. Sementara kami, keluarganya, satu pun nggak ada yang ngerasa pernah ngirim gitu-gituan ke tubuh Ela. Simbah-simbah pun nggak ada yang pernah bersinggungan dengan gituan.

Sambil terus menelusuri jejak pengirim dan sambil terus berikhtiar nyari alternatif pengobatan, bapaknya akhirnya mindahin Ela ke pesantren lain. Ela sendiri masih punya tekad kuat buat nyantri. Tapi ya gitu, nggak butuh waktu lama, penyakit Ela kumat kembali. Siklus ini berulang terus sampai terhitung tiga kali pindah-pindah pesantren.

Setelah dimeditasi sama paranormal lain—kenalan baru bapaknya Ela—sosok yang nempelin Ela ini mengecam siapa pun yang bawa Ela ke pesantren. Loh, kok gitu?

“Pesantren itu panas. Jangan bawa saya ke sana!” Begitu kira-kira pengakuan si lelembut. “Kalau nggak mau dibawa masuk pesantren, ya kamu keluar, tho!” Bentak si paranormal. Seperti yang sudah-sudah, setiap ada kata perintah buat keluar, jawabannya selalu mengandung ancaman serius; bakal nyakitin Ela dengan cara apa pun.

Dari ancaman si lelembut ini saya akhirnya bisa nyimpulin, bukan, si lelembut ini bukan disuruh buat dampingin atau jagain Ela. Tapi cuma buat nyakitin Ela. Alias, sosok ini adalah sosok kiriman dari orang yang dendam sama keluarga Ela.

“Waduh, saya pernah salah apa dan ke siapa ya? Kalau tahu orangnya, yakin saya bakal sujud-sujud ke orangnya,” ucap bapak Ela setengah putus asa. Yah, pendapat saya ini kemudian dibenarkan oleh keluarga. Lingkaran perkawanan bapaknya Ela ini sangat luas. Jangan-jangan dia pernah selip lidah atau mungkin tindak lakunya ada yang pernah nyinggung orang lain. Barangkali demikian.

Saya sendiri pernah ngalamin hal serupa pas masuk tahun kedua di pesantren dulu. Jadi, waktu itu saya sempet kejebak masuk sebuah perguruan ilmu hitam. Karena saya ngerasa nggak betul-betul pengin mempelajarinya, akhirnya saya melarikan diri tanpa pamit. Berkali-kali pengasuh perguruan tersebut mencoba menghubungi saya lewat SMS, tapi nggak pernah saya respons. Mungkin karena tersinggung, walhasil di SMS-nya yang terakhir dia bilang, “Jangan salahin saya kalau terjadi apa-apa sama kamu!”

Singkat cerita, saya pernah ngerasa selalu kepanasan tiap di pesantren. Lidah jadi kelu tiap mau baca Alquran, pokoknya badan rasanya sakit semua. Setelah saya usut bareng beberapa teman, ternyata ada sosok lelembut yang nempel dalam diri saya. Yah, karena saya udah bisa nebak siapa pengirimnya, jadinya bisa segera saya atasin. Sementara yang dialami Ela masih belum ketemu titik terang selama si pengirim belum ketemu batang hidungnya.

Kenyataan yang membuat Ela jadi tampak murung belakangan ini. Saya paham betul apa yang dirasain Ela. Dalam hati pengin banget ngaji di pesantren, tapi sosok yang nempel nggak mau diajak kompromi; menolak aktivitas keagamaan dalam bentuk apa pun. Barangkali kawan-kawan pembaca ada yang punya pengalaman serupa, boleh lah kita berbagi.

BACA JUGA Cuma Generasi Parno yang Dengar Tembang Jawa Bawaannya Mistis Terooos dan tulisan Aly Reza lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 31 Oktober 2021 oleh

Tags: cerita hororditempelin hantuhoror pesantrenPesantrensantri
Aly Reza

Aly Reza

Muchamad Aly Reza, kelahiran Rembang, Jawa Tengah. Penulis lepas. Bisa disapa di IG: aly_reza16 atau Email: [email protected]

ArtikelTerkait

Oknum Lora di Pesantren Kerap Bikin Jengkel, Bertingkah Seenaknya Bawa-bawa Nama Besar Bapaknya

Oknum Lora di Pesantren Kerap Bikin Jengkel, Bertingkah Seenaknya Bawa-bawa Nama Besar Bapaknya

21 Agustus 2025
Tempat Menyimpan Uang Ala Santri Saat Keluar, selain Dompet dan Saku terminal mojok

Tempat Menyimpan Uang ala Santri Saat Keluar, selain Dompet dan Saku

2 Februari 2021
suara

Diganggu Suara Gaib Saat Bernyanyi di Kamar Mandi

11 Oktober 2019
Panduan Memilih Pesantren Agar Tepat Sasaran dan Calon Santri Kerasan

Panduan Memilih Pesantren agar Tepat Sasaran dan Calon Santri Kerasan dari Seorang Alumnus Pesantren

27 Mei 2021
Alasan Alarm HP Nggak Terlalu Ngaruh buat Bangunin Orang

Tips Bangun Pagi ala Santri Biar Nggak Tergiur Tidur Lagi

15 November 2020
sastra pesantren

Sastra Pesantren Kekinian: Jangan Cuma Bahas Kasih Tak Sampai

4 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Trio Senator AS Roma: Mancini, Pellegrini, Cristante

Trio Senator AS Roma

23 Februari 2026
Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang Mojok.co

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

26 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain Mojok.co

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

21 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.