Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Depok, Kecamatan di Sleman yang Paling Red Flag di Mata Orang Bantul

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
11 Oktober 2025
A A
Depok, Kecamatan di Sleman yang Paling Red Flag di Mata Orang Bantul Mojok.co

Depok, Kecamatan di Sleman yang Paling Red Flag di Mata Orang Bantul (dok: Mojok)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau harus menyebut satu daerah yang paling serba ada di Yogyakarta, Depok merupakan satu-satunya yang paling cocok. Di kecamatan ini, semuanya ada. Depok Sleman menjadi lahan tempat berdirinya kampus-kampus keren, mall dengan segala ingar bingar, serta berbagai pusat hiburan.

Depok bisa dibilang berkamuflase sebagai titik pusatnya Kabupaten Sleman, meskipun sebenarnya ibukota dan pusat pemerintahan kabupaten ini bukan berada di Depok. Namun, berkat kemudahan akses untuk segala hal di Depok, sebagian orang jadi sering mampir ke sana atau bahkan pengin menetap di sana.

Akan tetapi, menurut saya, Depok justru menjadi daerah yang red flag untuk para penglaju dari Bantul. Jangankan tinggal, mungkin lewat saja mereka tak sudi, begini alasannya: 

#1 Jalan ramai dan sumpek

Bantul termasuk kabupaten di Jogja yang relatif masih asri lingkungannya, khususnya di bagian selatan. Bantul pun cenderung nggak terlalu padat daerah permukimannnya sehingga di sebagian wilayahnya lalu lintas masih lancar bahkan sepi.

Tapi, kalau warga Bantul masuk ke daerah Depok, saya jamin minimal akan mumet. Depok adalah pusatnya kemacetan. Daerah yang menjadi titik merah kemacetan, seperti Perempatan Kentungan Jakal dan Perempatan Terminal Condong Catur semuanya ada di Depok.

Sudah jumlah kendaraan yang melaju dari dan ke Depok selalu padat, lebar jalannya nggak seberapa lagi. Bikin pengendara mau nggak mau harus memperluas ambang batas kesabaran mereka. Sudah gitu, kemacetan ini nggak kenal waktu. Dari jam berangkat kerja sampai pulang, saat matahari terik maupun hujan deras, bahkan weekdays maupun weekend, selalu saja macet.

Di Bantul, klakson motor dan mobil itu dipakai untuk menyapa tetangga. Tapi, rasa-rasanya di Depok, klakson dipakai untuk menyuruh nyuruh pengendara di depannya segera maju.

#2 Rumah-rumah berpagar yang nggak ada kehangatan antartetangga

Depok merupakan kecamatan dengan banyak perumahan, mulai dari yang standar sampai mewah. Perumahan-perumahan ini umumnya memiliki pagar tinggi untuk memisahkan kompleksnya dengan kompleks atau permukiman lain. Selain itu, perumahan-perumahan tersebut pun dijaga oleh satpam. Jadi orang yang bisa masuk ke perumahan hanya penghuni atau tamu yang diizinkan.

Baca Juga:

Sulitnya menjelaskan arah mata angin di Jakarta dari perspektif orang Jogja

Sebagai warga Jogja, pantai Bantul lebih menarik untuk dikunjungi dibanding pantai Gunungkidul

Bagi warga Bantul yang masyarakatnya masih guyub, fenomena ini akan bikin geleng-geleng kepala. Di sebagian perumahan, nggak ada yang namanya srawung. Penghuninya ya tinggal di rumah sekadar untuk beristirahat. Mereka sibuk di luar rumah pada jam kerja dan baru kembali hampir tengah malam. Mungkin antartetangga, bahkan nggak saling kenal dekat dan hanya tahu nama masing-masing.

Kondisi ini tentu kontras dengan warga Bantul yang suka mampir ke rumah tetangga, bahkan untuk hal sekecil apapun. Misalnya, tetangga lagi nyapu halaman diajak ngobrol, saling petan-petanan sambil ngomongin update terbaru di dusun setempat, atau bagi-bagi makanan sehabis masak kebanyakan.

#3 Di Depok banyak kos campur yang bebas

Sebuah rahasia umum yang sudah diketahui banyak orang adalah keberadaan kos Las Vegas (LV) di Jogja. Kos LV ini banyak ditemukan di daerah Babarsari yang lagi-lagi berada di bawah wilayahnya Depok Sleman. Di kos LV, penghuni laki-laki dan perempuan bisa tinggal di kamar yang sama dan peraturan yang diberlakukan pun cenderung lebih longgar.

Untuk tinggal di kos LV pun nggak ada kesulitan yang berarti. Di berbagai platform untuk cari indekos pun kos jenis pun bisa ditemukan dengan mudah. Paling yang agak susah hanya mencari kos dengan budget yang sesuai.

Sebagian warga Bantul yang masih konservatif kemungkinan besar akan shock berat mengetahui eksistensi kos LV, di Jogja lagi. Saya dulu sempat mengobrol dengan beberapa warga Bantul ketika sedang menjalani penelitian di salah satu kecamatan yang ada di selatan. Mereka masih berpikiran bahwa Jogja masih adem ayem dan berbudi.

Berbanding terbalik dengan situasi di Depok yang banyak ditemukan kos LV. Kos LV di mata sebagian orang sangat lekat dengan pergaulan bebas. Laki-laki dan perempuan yang belum menikah tinggal di satu ruangan yang sama mungkin akan bikin warga Bantul kaget.

Di antara berbagai kecamatan di Sleman, saya merasa Depok akan menjadi wilayah yang paling red flag untuk warga Bantul. Karakteristik warga Bantul dan Sleman cukup unik. Walaupun sama-sama berada di Jogja, warga Bantul cenderung lebih guyub dan konservatif, sementara warga Sleman lebih progresif. 

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Alasan Warlok Sleman Malas Berwisata ke Kaliurang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Oktober 2025 oleh

Tags: Bantuldepokdepok slemandiyJogjaSlemanwarga bantulwarga slemanYogyakarta
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

5 Hal yang Wajib Diketahui sebelum Liburan ke Malioboro Jogja Mojok.co

5 Hal yang Perlu Diketahui Wisatawan sebelum Liburan ke Malioboro Jogja

12 Desember 2024
Margonda Depok Medan Tempur Semua Orang: Trotoar Jadi Parkiran, Jalan Jadi Lautan Macet

Setelah 3 Bulan Tinggal di Depok, Saya Sadar Ternyata Depok Itu Indah Jika Bisa Menikmatinya

18 Februari 2025
Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya Mojok.co

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

29 Januari 2026
 Terminal Janti: Gerbang untuk Pulang, Rindu, dan Patah Hati di jogja flyover janti

Pengendara Ugal-ugalan, Ruas Jalan Habis oleh Parkir, Berkendara di Jogja Lama-lama Bikin Gila

18 Agustus 2023
Membayangkan Apa yang Akan Terjadi jika Nggak Ada Stasiun Lempuyangan Jogja

Membayangkan Apa yang Akan Terjadi jika Stasiun Lempuyangan Jogja Nggak Ada

9 Februari 2025
Terima Kasih Pemerintah Kabupaten Sleman, Sudah Menciptakan Pencegah Obesitas dan Darah Rendah Berupa Jalan Rusak di Jalan Kabupaten Mojok.co

Terima Kasih Pemerintah Kabupaten Sleman, Sudah Menciptakan Pencegah Obesitas dan Darah Rendah Berupa Jalan Rusak di Jalan Kabupaten

9 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kalian boleh kesal sama emak-emak, tapi oknum bapak-bapak merokok saat berkendara jauh lebih meresahkan

Kalian boleh kesal sama emak-emak, tapi oknum bapak-bapak merokok saat berkendara jauh lebih meresahkan

11 Juli 2026
Sakit gigi penyakit yang terdengar remeh, tapi aslinya sangat menyiksa Mojok.co

Sakit gigi penyakit yang terdengar remeh, tapi aslinya sangat menyiksa

9 Juli 2026
8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen Mojok.co

8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen 

11 Juli 2026
Pengalaman Naik Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot Mojok.co

Honda Win Memang Bikin Repot, tapi Sejak Kapan Motor Tua Punya Kewajiban Memanjakan Pemiliknya?

6 Juli 2026
Tasikmalaya, Kota dengan UMK Imut yang Penuh Coffee Shop Baru

Tasikmalaya, Kota dengan UMK Imut yang Penuh Coffee Shop Baru

9 Juli 2026
Orang Madura syok saat mengetahui rupa dan rasa gado-gado dari daerah lain Mojok.co

Orang Madura syok saat mengetahui rupa dan rasa gado-gado dari daerah lain

9 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.