Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sebagai Warga Kota Jogja, Saya Paling Iri dengan Orang-orang yang Tinggal di Kecamatan Depok Sleman

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
24 Juli 2024
A A
Sebagai Warga Kota Jogja, Saya Iri dengan Orang-orang yang Tinggal di Kecamatan Depok Sleman Mojok.co

Sebagai Warga Kota Jogja, Saya Iri dengan Orang-orang yang Tinggal di Kecamatan Depok Sleman (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Jujur, sepertinya lebih asyik menjadi warga Kecamatan Depok Sleman daripada warga Kota Jogja. 

Seseorang pernah mengatakan bahwa Kota Jogja adalah sebaik-baiknya tempat tinggal. Saya mendengarnya ketika dulu masih pakai seragam putih abu-abu. Alasannya sederhana saja, pada waktu itu, calon peserta didik baru yang berdomisili dari luar kota harus punya nilai ujian nasional yang lebih tinggi kalau mau masuk SMA negeri di Kota Jogja. Sementara, SMA-SMA negeri favorit kebanyakan memang terletak di kota. Bahkan, pada masa itu banyak yang ngebela-belain masuk kartu keluarga orang lain demi dianggap warga kota dan berpeluang lebih besar masuk di SMA impian. 

Hidup saya yang pada masa itu hanya bolak-balik antara rumah, sekolah, dan tempat les pun percaya bahwa Kota Jogja memang unggul. Namun, seiring bertambahnya usia dan pergaulan, saya melihat kota ini nggak ada apa-apanya. Kini saya justru percaya bahwa Kota Jogja sudah dikalahkan oleh satu kecamatan yang berbatasan langsung dengannya, Depok Sleman. 

Iya, saya menyadari keruwetan jalanan di Depok itu bikin pusing. Namun, dibalik lalu lintas yang semrawut itu, kecamatan yang ada di sisi utara dan timur laut Kota Jogja itu punya segudang keunggulan. Keunggulan yang membuatnya lebih keren daripada daerah-daerah lain di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Kecamatan yang palugada, apa yang kalian mau semua ada!

Tanpa promosi macam-macam, saya yakin orang-orang dengan sukarela datang ke Depok Sleman. Bagaimana tidak demikian, reels tempat makan enak yang bersliweran di Instagram ternyata berlokasi Depok. Tempat belanja dengan harga miring, nonton film, mal, juga ada di sana. Semua hal yang menarik sepertinya ada di Depok. Bahkan, masjid yang baru-baru ini viral karena membantu membeli hasil panen petani dengan harga yang layak, lagi-lagi di Depok.

Melihat itu semua, saya yang punya KTP Kota Jogja ini hanya bisa membatin, “Kenapa sih semua hal terpusat di Depok?” Apalagi soal pendidikan. Kampus-kampus favorit di Jogja itu adanya ya di Depok. Ada Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan tentunya Universitas Gadjah Mada.

Keberadaan kampus-kampus ini berkaitan banget sama kelangsungan bisnis di sana. Sekalipun lokasi usahanya tersembunyi, selama masih terletak di Depok, pemilik usaha tetap bisa dapat untung. Beda sama Kota Jogja yang toko, restoran, atau kafenya hidden dikit langsung terancam gulung tikar. Sudah gitu, bisnis di Depok rasa-rasanya jauh lebih up-to-date daripada bisnis di Kota Jogja.  

Depok pun lebih memfasilitasi warganya untuk berolahraga. Ada Stadion Maguwoharjo yang jadi langganan jogging dan jalan sehat. Wilayah-wilayah kampus juga relatif lebih ramah untuk orang yang berolahraga. Sewa lapangan dengan biaya pribadi untuk badminton, basket, futsal, bahkan tenis pun bisa dengan mudah dilakukan di Depok.

Baca Juga:

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Parahnya lagi, pilihan transportasi di Depok juga yang paling lengkap. Bus TransJogja berseliweran dan mustahil melewatkan satu pun jalan besar di Depok. Di Sleman kalian juga bisa menemukan beberapa terminal bus, stasiun kereta, dan bandara. Fasilitas yang super-lengkap ini membuat saya iri dengan Depok. Di tempat saya tinggal mana ada seperti itu. Sudah jelas tempat tinggal saya kalah telak dari Depok.

Vibes perkotaan Kecamatan Depok Sleman lebih terasa daripada Kota Jogja

Kalau boleh membandingkan secara lebih ekstrem, beberapa tahun terakhir vibes di Kecamatan Depok Sleman lebih perkotaan dibanding Kota Jogja sendiri. Hal itu nggak lepas dari pertumbuhan berbagai bidang yang pesat di kecamatan ini. Walau masuk ke wilayah Kabupaten Sleman, Depok nggak punya vibes kabupaten sama sekali. Malah, bisa dibilang, Depok sudah termasuk global village saking bercampur baurnya berbagai latar belakang masyarakat yang bermukim di sana.

Nggak ada satupun daerah di Depok yang nggak dikenal. Desa yang ada di Depok hanya ada tiga, tapi sebagian besar orang pasti tahu dan pernah menyambangi daerah-daerah ini. Tiga desa itu adalah Caturtunggal, Condongcatur, dan Maguwoharjo. Saya juga yakin bahwa sebagian besar orang pernah dengar nama-nama padukuhan di ketiga desa tersebut.

Depok juga menempati peringkat pertama di berbagai kategori pembangunan. Menurut data Badan Pusat Statistik melalui Kabupaten Sleman dalam Angka 2024, Depok adalah kecamatan dengan populasi terbanyak se-Kabupaten Sleman. Depok juga dengan bangga melengkapinya dengan titel kecamatan dengan persentase keluarga miskin terendah; masjid, gereja, dan kapel terbanyak; serta jalan dengan kondisi baik terpanjang se-Kabupaten Sleman.

Aksesibilitas yang mudah dan fasilitas publik yang komplet membuat saya iri banget dengan kecamatan tetangga ini. Kalau saya tinggal di sana, saya nggak perlu pergi jauh atau kerepotan untuk mengakses segala kebutuhan. Setiap hari saya nggak perlu silau karena berhadapan dengan matahari ketika berangkat dan pulang ngampus juga. Ditambah lagi, pertumbuhan Depok yang melesat bagai anak panah semakin memupuk rasa iri ini. Seharusnya Ibu Kota Provinsi DIY pindah aja ke Depok Sleman. 

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Kue Kembang Waru, Oleh-oleh Khas Jogja yang Bisa Jadi Pilihan selain Bakpia yang Mulai Ngaco

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Juli 2024 oleh

Tags: depokdepok slemandiyJogjaKota JogjaselmanYogyakarta
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Pasar Mangiran Srandakan Bantul: Pakai Pasaran Jawa dan Punya Pasar Malam, tapi Tergerus Akibat Jogja Makin Padat

Pasar Mangiran Srandakan Bantul: Pakai Pasaran Jawa dan Punya Pasar Malam, tapi Tergerus Akibat Jogja Makin Padat

25 April 2024
4 Hal yang Lumrah di Malang tapi Nggak Biasa di Jogja

4 Hal yang Lumrah di Malang tapi Nggak Biasa di Jogja

14 September 2024
Surabaya dan Malang Superior, Malang Remahan Peyek (Unsplash)

Surabaya dan Semarang Memang Superior, Apalagi di Depan Malang yang Kayak Remahan Peyek

18 Juli 2023
Tanggapan buat Netizen yang Ngeluh Prestasi Bidang Agama Tak Pernah Diliput Media terminal mojok.co

5 Bukti Universitas Gunadarma Bisa Bersaing dengan Universitas Indonesia

6 April 2020
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.