Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Deddy Corbuzier, Vans, Ventela: Tentang ATM dan Mimikri demi Konten

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
29 April 2020
A A
Deddy Corbuzier, Vans, Ventela: Tentang ATM dan Mimikri demi Konten terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Diskusi discord yang difasilitasi Mahasiswa Yujiem berlangsung seru. Kami membahas soal teori konspirasi yang ramai setelah Deddy Corbuzier mewawancarai Young Lex. Wisnu Prasetya Utomo, Dosen UGM, yang menjadi pemantik diskusi berbagi banyak hal tentang teori konspirasi.

Dosen muda yang akrab dipanggil Kak Nunu itu menegaskan kita perlu hati-hati dengan teori konspirasi yang harmful. Apalagi ketika teori konspirasi itu diterima oleh masyarakat dengan tingkat edukasi yang minim. Bisa jadi, teori-teori itu diterima sebagai kebenaran tunggal dan menisbikan kebenaran.

Ketika diskusi semakin memanas, pikiran saya malah terlempar ke kisruh Vans dan Ventela. Apa hubungannya antara Deddy Corbuzier dengan dua merek sepatu? Saya nggak tahu pasti. Mungkin saya aja yang sudah ngampet sejak lama ingin beli sepatu Vans. Tapi, ketika social distancing masih berlaku seperti ini, sepatu baru mau dipakai ke mana coba?

Setelah saya renungkan seharian penuh, pikiran saya seperti dituntun ke satu titik saja. Satu titik untuk memahami fenomena Deddy Corbuzier, Vans, dan Ventala. Sebuah titik yang bernama “konten”.

Kok bisa “konten”? Saya rasa, semua perdebatan ini mengerucut ke sebuah penciptaan saja, sebuah kreasi untuk “bertahan hidup”, yaitu konten. 

Sebengis-bengisnya, segalak-galaknya Deddy Corbuzier, saya kira beliau bukan “orang sembarangan”. Di mata saya, Deddy adalah orang berilmu. Memang, bukan tidak mungkin orang berilmu menggilai teori konspirasi. Namun, seiring logika Deddy yang selama ini saya rasakan lewat konten-kontennya, kok nggak mungkin kontennya bersama Young Lex cuma sebatas pengin ngomongin (atau menjadikan) teori konspirasi sebagai kebenaran tunggal.

Bagi content creator, menentukan target audience ketika mencari tema mutlak dilakukan. Tim kreatif Deddy mengundang Young Lex sebagai tamu Podcast. Siapa, sih, yang nggak tertarik dengan sosok Young Lex? Soal membenci atau mencintai itu urusan belakangan, yang penting adalah banyak yang nonton dulu.

Video Podcast Deddy Corbuzier itu sudah ditonton lebih dari empat juta orang. Bisa jadi, separuh lebih dari viewers yang masuk adalah haters Young Lex. Di depan views dan Google Analytic haters atau lovers tidak ada nilainya. Keduanya punya bobot yang sama.

Baca Juga:

Ketika Prabowo Bikin Rakyat Bertepuk Sebelah Tangan di Hari Valentine

Denny Caknan: Contoh Lelaki Patriarki yang Maunya Dilayani dan Sebaiknya Dihindari

Yang dilakukan Deddy Corbuzier adalah sebuah proses mikikri. Proses penyesuaian diri dengan tema yang tengah panas menjadi perbincangan dan tamu yang diundang. Deddy bertindak sebagai “orang yang memahami” supaya tamu bersedia menumpahkan segala pemikiran yang layak untuk “dijadikan konten”. 

Ya maaf-maaf saja, Mas Young Lex, kedudukan kamu di Podcast Deddy sama seperti tamu yang lain, bahan konten. Coba simak wawancara Deddy dengan Kekeyi. Maaf sebelumnya, Deddy bisa “menyesuaikan dirinya” dengan segala polah Kekeyi. Deddy tidak membantah, merevisi, menasihati, atau mencegah ketika Kekeyi bisa saja blunder. Toh, Deddy pernah bilang kalau dia tidak pernah mengedit videonya secara “brutal”. Dia suka yang apa adanya.

Proses menyesuaikan diri ini juga dilakukan oleh Ventela, yang baru saja disleding Vans. Dua merek lokal Indonesia, Ventela dan Saba, tidak lepas dari perhatian Vans. Keduanya dianggap Vans sebagai penjiplak karya. 

Ikhwan Hastanto dari Vice Indonesia menulis:

“Terkhusus Ventela, sejak series Ventela Public keluar, penggemar sepatu sudah ramai mendiskusikan dugaan plagiarisme desain, karena garis ikonik berwarna putih di samping sepatu mirip banget dengan jazz stripes-nya Vans. 

Kecurigaan makin menjadi, ketika Ventela merilis series Ventela Retro yang mirip Old Skool-nya Vans. Beberapa netizen merasa wajar bila manajemen Vans marah, mengingat produk bikinan Indonesia itu secara sekilas mirip.”

Kalau Deddy Corbuzier mimikri, Ventela sedang praktik ATM (amati, tiru, modifikasi). Sebagai sebuah brand baru, apa yang perlu dilakukan Ventela supaya lekas dikenal pencinta sneakers di Indonesia? Betul, Ventela butuh “konten”. Baik desain sepatu yang memang mirip Vans dan segala keramaian yang ditimbulkan.

Ketika “kasus mirip” ini viral, publik semakin aware dengan merek baru bernama Ventela. Apalagi ada nama Vans mengikuti. Bahan bakar untuk dikenal sudah cukup, Ventela tinggal memainkan harga saja. Oya, ini cuma dugaan saya saja, ya. Kalau salah, tolong dikoreksi.

Mengamati, meniru, dan memodifikasi adalah cara paling mudah untuk belajar. Saya juga melakukannya ketika belajar menulis. Jika Vans membuat garis melengkung ke atas, Ventela ke bawah. Ini mengamati dan meniru, untuk kemudian memodifikasinya menjadi produk baru. Meskipun memang, beberapa desain kelewat mirip. Makanya melahirkan “kecurigaan” publik akan plagiarisme.

Pada titik tertentu, yang dilakukan Deddy Corbuzier dan Ventela tidak salah. Toh, ada modifikasi di dalamnya yang membuat konten menjadi berbeda. 

Soal Deddy, zaman digital menuntut setiap individu untuk mengetatkan saringan akan konten. Tergantung ke kebijakan masing-masing untuk belajar akan sesuatu. Kalau tidak suka, jangan ditonton. Terkadang, tidak peduli sama sekali itu jauh lebih menyehatkan.

Soal Ventela, saya mencoba memahaminya sebagai cara untuk bertahan hidup, cara untuk berkreasi juga. Terkadang, batasan kreasi di dalam kepala manusia itu berbeda-beda. Yang kebablasan buat kita, masih biasa saja untuk orang lain. Soal salah dan benar itu urusan berbeda lagi.

Well, pada akhirnya, semua kembali ke dua masalah saja. Pertama, soal konten. Kedua, soal cara pandang saja.

BACA JUGA Dunia Perlu Pakar Konspirasi, karena Itu Saya Dukung Bli Jerinx Suntik Corona dan tulisan Yamadipati Seno lainnya. Follow Twitter Yamadipati Seno.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 November 2021 oleh

Tags: Deddy CorbuziervansVentelayoung lex
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

ArtikelTerkait

pindah agama mualaf

Euforia Pindah Agama ke Islam, Bagaimana Kalau Sebaliknya?

22 Juni 2019
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

9 Maret 2020
agama berbeda

Mengapa Manusia Menganut Agama Berbeda-beda?

30 Juni 2019
Taruhan 500 Juta demi Diet Ivan Gunawan, Bagaimana Aspek Perpajakannya_ terminal mojok

Taruhan 500 Juta demi Diet Ivan Gunawan, Bagaimana Aspek Perpajakannya?

24 Juli 2021
Menelaah Logika Berpikir Lord Rangga Sunda Empire terminal mojok.co

Menelaah Logika Berpikir Lord Rangga Sunda Empire

20 Mei 2021
Saya EXO-L dan Saya Mendukung Mas Young Lex terminal mojok

Saya EXO-L dan Saya Mendukung Mas Young Lex

12 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

5 Januari 2026
5 Ide Suvenir Nikah Bermanfaat yang Nggak Bakal Dibuang Tamu Undangan Mojok.co

5 Ide Suvenir Nikah Bermanfaat yang Nggak Bakal Dibuang Tamu Undangan

8 Januari 2026
Buat Anak Organisasi Mahasiswa, Berhenti Bolos Masuk Kelas, Kegiatanmu Tidak Sepenting Itu!

Wajar Banget kalau Mahasiswa Sekarang Mikir 2 Kali Sebelum Masuk Organisasi Mahasiswa

7 Januari 2026
Alasan Orang Lebih Memilih Menu Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe Mojok.co

4 Alasan Orang Lebih Memilih Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe

12 Januari 2026
Jogja Kombinasi Bunuh Diri Upah Rendah dan Kesepian

Memutuskan Merantau ke Jogja Adalah Langkah “Bunuh Diri Upah”: Terpaksa karena Keadaan dan Berakhir Menderita karena Kesepian

11 Januari 2026
5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part Mojok.co

5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part

8 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme
  • Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup
  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.