Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Dear Pak Anies Baswedan, Tolong Perhatiin Juga Penumpang TiJe yang Berdesakan, dong

Atik Soraya oleh Atik Soraya
20 April 2021
A A
Dear Pak Anies Baswedan, Tolong Perhatiin Juga Penumpang TiJe yang Berdesakan, dong terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Pak Anies Baswedan, akhir-akhir ini timeline media sosial saya sering penuh sama informasi tentang larangan mudik. Nggak cuma itu, berita media daring yang secara nggak sengaja saya baca juga pernah menulis tentang tidak adanya angkutan umum yang beroperasi pada tanggal 6-17 Mei 2021 mendatang.

Setelah saya baca, rupanya larangan yang dibuat oleh Kementerian Perhubungan tersebut hadir untuk menekan angka penularan Covid-19 dan segala virus turunannya dengan mencegah orang untuk mudik lebaran. Kalau saya sih setuju saja, Pak, sama larangannya, karena selaku penyintas Covid-19, saya juga sudah sangat lelah, bosan, dan (sedikit) putus asa dengan keadaan yang nampak nggak ada titik akhirnya. Pelarangan semacam itu memang perlu digalakkan, tapi Pak Anies, sebagai pemegang kendali di Provinsi DKI Jakarta, agaknya Bapak juga bisa melakukan dorongan lain seperti yang dilakukan oleh Kemenhub. Contoh paling sederhana adalah dengan menengok bagaimana situasi kondisi di angkutan umum terintegrasi seperti TransJakarta.

Begini Pak, saya pengguna aktif TransJakarta. Ke mana pun saya pergi, pasti saya menggunakan TransJakarta lantaran mudah, murah, dan sangat nyaman. Tetapi gimana ya, Pak, di masa kegilaan Covid-19 yang fluktuaktif begini kok kondisi di dalam bus TransJakarta nggak terpantau adanya penerapan protokol kesehatan, khususnya bagian jaga jarak minimal 1 meter?

Kalau Pak Anies Baswedan punya waktu, coba sekali-kali ke halte-halte transit yang ramai penumpang. Contoh gampangnya ya seperti Blok M, Harmoni, Mampang, atau Gatot Subroto di antara hari Senin-Jumat pada jam 7.00-8.30 pagi atau jam pulang kerja saat Ramadan, biasanya sih pukul 16.00-17.00, Pak. Sebagai penumpang TransJakarta koridor 6, saya cuma mau bilang kalau rute Ragunan-Monas via Semanggi khususnya sulit menerapkan jaga jarak minimal 1 meter saat rush hour pagi atau sore hari.

Waduh Pak, ketika Jakarta sempat diguyur hujan cukup deras di sore hari selama 3 hari berturut-turut pada 13-15 April lalu, kondisi di dalam bus saat itu sudah nggak terkendali. Banyak penumpang mengejar waktu berbuka di rumah, akhirnya memaksakan masuk ke dalam bus yang kapasitasnya sudah sangat penuh. Semuanya berdesakan seolah sudah berjalan dengan sangat “normal”.

Lantaran kantor saya menerapkan sistem kerja WFO, hampir setiap hari saya berjibaku dengan pekerja lain yang dihantam waktu untuk bisa sampai tepat waktu dengan kondisi jalan macet dan nggak ada jarak aman yang disarankan. Itu sangat membuat saya khawatir, Pak. Jarak antar penumpang dalam bus benar-benar sangat dekat daripada jarak hubungan saya sama gebetan lho, Pak. Nggak hanya koridor 6, koridor 1 untuk rute Blok M-Kota juga sering penuh. Tapi, karena rute ini saya pantau punya waktu kedatangan bus yang cukup cepat, kepadatan penumpang dalam satu bus bisa dibilang nggak begitu menyeramkan seperti koridor 6 yang saya lewati ini.

Ini saya berbagi tentang apa yang benar-benar saya lalui ya, Pak Anies Baswedan. Di luar dari ini saya yakin pasti ada beberapa rute yang juga sering mengalami penumpukan penumpang dalam bus. Salah satunya seperti rute 4C Bundaran Senayan-TU GAS yang juga nggak kalah penuh dan mengalami antrean yang sangat panjang di beberapa halte. Saya pernah lihat antrean untuk rute ini di Halte Tosari mengular dengan penumpang yang berdesakan.

Saya agak nggak mengerti kenapa saat situasi hujan, lantas kedatangan bus TransJakarta sepertinya agak lama dari biasanya. Pokoknya ketika hujan, rush hour, dan momen Ramadan begini ya kondisi halte maupun bus TransJakarta sudah nggak terkendali jarak amannya. Ditambah lagi dengan keberadaan petugas TransJakarta yang saya lihat hanya ada satu untuk setiap halte, Pak. Sementara itu, penumpang berjubel antre pun memaksa masuk untuk berangkat bersama bus yang datang dengan kondisi yang juga sudah penuh. Ya mana bisa satu orang menangani kondisi yang semrawut begitu?

Baca Juga:

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

Saya Pengguna Setia Transjakarta dan Setuju kalau Tarifnya Naik asal 4 Hal Ini Terpenuhi

Kalau begini saya khawatir angka Covid-19 di Jakarta naik lagi, Pak. Karena ada cluster angkutan umum yang sumbernya ya karena kondisinya seperti yang sudah saya jelaskan tadi. Apalagi sudah banyak kantor yang menyuruh karyawannya untuk masuk kerja ke kantor seperti biasa. Karena pemerintah kita sepertinya lebih berpihak sama pengusaha-pengusaha dan “kegiatan perekonomian”, ya nggak bisa disalahkan juga kan para pekerja yang akhirnya mau nggak mau harus menghadapi situasi begini di jalan.

Kalau ada larangan jangan mudik lebaran untuk mencegah penularan virus, ya rasanya agak konyol ketika kondisi angkutan umum sehari-hari saja nggak mencerminkan “pencegahan penularan virus Corona”. Tolong lah, Pak, perhatikan juga pengguna transportasi umum di Jakarta seperti saya ini, khususnya di TransJakarta. Semoga Pak Anies Baswedan mengerti, ya.

Sumber Gambar: YouTube Jakarta Smart City

BACA JUGA Beberapa Sanksi Jitu yang Bisa Diterapkan Bagi Pengendara yang Suka Nyerobot Jalur Busway atau tulisan Atik Soraya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 April 2021 oleh

Tags: anies baswedanBuswaydki jakartaimbauan jangan mudikrute bustransjakarta
Atik Soraya

Atik Soraya

ArtikelTerkait

Ada Bus Pink untuk Perempuan, tapi Kenapa Nggak Ada Transjakarta Khusus Laki-laki Terminal Mojok

Ada Bus Pink untuk Perempuan, tapi Kenapa Nggak Ada Transjakarta Khusus Laki-laki?

27 Januari 2023
Papan Jadwal Kedatangan Transjakarta Nggak Bisa Diandalkan, Bukannya Kasih Estimasi Waktu Malah Bikin Penumpang Emosi

Papan Jadwal Kedatangan Transjakarta Nggak Bisa Diandalkan, Bikin Penumpang Emosi

6 September 2024
Panduan Menikmati Transportasi Umum di Jakarta Terminal Mojok

Panduan Menikmati Transportasi Umum di Jakarta

1 Februari 2023
Jogja! Rute Trans Jogja Malah Membahayakan Warga Bantul (Unsplash)

Trans Jogja Makin Hari Makin Tak Berguna: Tidak Menjangkau Seluruh DIY, Tidak Jadi Solusi Kemacetan. Lalu, Gunanya Trans Jogja Apa?

11 Maret 2024
wakil gubernur

Alternatif Tokoh yang Cocok Mengisi Kekosongan Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta

27 Juli 2019
Pengalaman Naik Bus AC70A Rute Cileungsi-Tanah Abang: Jalannya Lambat, tapi Lebih Nyaman Dibanding Transjakarta

Pengalaman Naik Bus AC70A Rute Cileungsi-Tanah Abang: Jalannya Lambat, tapi Lebih Nyaman Dibanding Transjakarta

25 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi (Unsplash)

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

19 Maret 2026
Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang  Mojok.co

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

13 Maret 2026
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita! wonosobo

Wonosobo, Kota Asri yang Jalanannya Ngeri, kalau Nggak Berlubang, ya Remuk!

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.