Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Dear MR DIY, Percuma “Ini Ada Itu Ada” kalau Kursi Tunggu Saja Nggak Punya

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
25 November 2025
A A
Dear MR DIY, Percuma "Ini Ada Itu Ada" kalau Kursi Tunggu Saja Nggak Punya

Dear MR DIY, Percuma "Ini Ada Itu Ada" kalau Kursi Tunggu Saja Nggak Punya (Zarate123 via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

MR DIY dikenal sebagai toko yang menyediakan berbagai macam keperluan rumah tangga. Mulai dari alat kebersihan, pernak-pernik lucu, mainan hingga peralatan listrik, semua ada di MR DIY. Berdasarkan informasi di website resminya, MR DIY memiliki lebih dari 1.100 toko di Indonesia dan 4.000 toko di dunia yang tersebar di 13 negara.

Toko yang punya tagline “Always Low Prices” ini juga dikenal karena jingle-nya yang nempel banget di kepala. Hampir semua orang yang pernah ke MR DIY, meski hanya sekali, pasti pulang dengan oleh-oleh jingle yang terus muter di kepala.

Namun, sepertinya MR DIY perlu mengevaluasi ulang satu bagian dari jingle mereka. Yaitu, pada lirik yang berbunyi, “Ini ada, itu ada”. Okelah, mereka punya stok barang mencapai ribuan, tapi percuma “ini ada itu ada” kalau kursi tunggu saja nggak punya!

MR DIY harus tahu pentingnya kursi tunggu

Jadi begini. Kita semua tahu bahwa yang namanya masuk ke MR DIY itu jarang bisa sebentar. Soalnya begitu banyak barang di MR DIY yang bikin hati penasaran.

Iya sih awalnya cuma mau mampir beli selotip, tapi entah bagaimana kita terpental ke lorong mainan, lalu ke lorong organizer, bahkan ke rak-rak pertukangan. Padahal butuh alat pertukangan aja nggak. Ya namanya orang penasaran gimana, sih?

Menjelajah MR DIY makin makan waktu manakala kita datangnya bareng anak atau keponakan perempuan. Energi ciwi-ciwi itu, lho, seolah tak pernah habis untuk men-screening semua barang yang dipajang di MR DIY. Tak ketinggalan, pekikan khas tertahan ala mereka, “Ihhh, lucukkk!!”, yang diucapkan dengan mata berbinar.

Karena tak bisa sebentar ini, yang kena tulah adalah yang berperan sebagai juru antar. Mau diikutin, capek. Mau duduk juga di mana? Nggak ada kursi tunggu di MR DIY. Akhirnya? Berdiri mematung sambil mata tetap mengawasi gerak-gerak si bocil.

Saya sendiri pernah lho berada di titik lelah ngikutin arah perginya anak perempuan saya di MR DIY. Akhirnya? Duduk di pinggiran tangga. Bukan tangga yang dijual, ya. Tangga lantai, kok. Kebetulan MR DIY di tempat saya ada tangga menurun, menuju ke arah lorong alat tulis dan pecah belah.

Baca Juga:

MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

5 Artikel Terpopuler Terminal Mojok 2025: Catatan Keluhan Orang Biasa tentang Hal-hal Biasa, tapi Ditulis dengan Luar Biasa

Ya sudah, saya duduk saja di situ. Ndempes, kalau kata orang Tegal. Alias, duduk sendirian di pojokan kek orang ilang.

Lahan sudah memungkinkan

Sebetulnya nggak ada alasan MR DIY tidak menyediakan kursi tunggu untuk para juru antar. Rata-rata, sisi depan MR DIY punya space kosong selebar kurang lebih 2–3 meter sebelum masuk pintu toko. Jadi, bisalah dimanfaatkan untuk meletakkan kursi tunggu. Sehingga para juru antar ini tidak perlu lagi harus kesemutan karena berdiri terlalu lama saat menunggu, ataupun ngedeprok di tangga kayak saya.

Memang berdasarkan pengalaman saya beberapa kali ke MR DIY, nasib para orang dewasa yang cuma nganter istri, anak, atau keponakan belanja di MR DIY memang cukup menyedihkan. Bagi yang kuat mental, biasanya akan ikut masuk ke dalam. Pura-pura lihat barang, biar lupa waktu.

Tetapi bagi yang sudah hafal betapa di MR DIY ini seseorang tak pernah bisa sebentar, biasanya akan memilih untuk menunggu di luar, duduk di atas jok motor. Masalahnya, duduk di atas jok motor sambil parkir itu rawan banget disalahpahami. Tukang parkir bisa saja memberi tatapan bombastic side eye, seolah-olah kita sedang melakukan manuver licik untuk menghindari bayar parkir. Padahal sumpah, bukan itu ceritanya. Cuma pengin duduk. Itu aja.

Fasilitas di kursi tunggu

Maka, alangkah bahagianya jika kursi tunggu masuk sebagai SOP yang wajib ada di setiap toko MR DIY. Lebih bahagia lagi kalau kursi tunggunya tidak hanya tersedia di luar toko, tapi juga di dalam. Jadi, yang mau nunggu sambil sebat bisa duduk di luar, sementara yang mau nunggu sambil ngadem bisa duduk di dalam.

Kalau MR DIY mau, menyediakan kursi tunggu juga bisa berpotensi cuan. Misalnya, dengan menyediakan kopi seduh di area kursi tunggu. Jadi, yang mau berburu barang bisa puas eksplor sak’mblengere, tim penunggu bisa tetap chill sambil ngopi, sementara MR DIY bisa dapat tambahan pemasukan. Win win solution, kan?

Kalau mau naik level lagi, bisa tuh tambahkan sedikit hiburan untuk batita di area tunggu. Misalnya, sediakan mobil-mobilan statis yang bisa gerak kalau dimasukkan koin. Supaya batita yang ke sana juga bisa ikut merasakan kegembiraan di MR DIY, nggak cuma emaknya atau kakaknya doang.

Dengan catatan, ketika koin tersebut dimasukkan, tolong, lagu yang keluar lagu anak-anak saja, jangan jingle MR DIY. Sudah cukup jingle itu menghantui telinga umat manusia. Tolong jangan ditambah penderitaannya. Kami orang dewasa, belum siap jika tiba-tiba, lagu pertama yang dihafal oleh bayi adalah… MR DIY ada aja idenya~

Jadi, kapan nih kursi tunggu jadi bagian dari SOP di MR DIY?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Dosa MR DIY yang Nggak Bisa Diampuni, Bikin Pelanggan Kapok Datang Lagi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 November 2025 oleh

Tags: belanja di MR DIYjingle MR DIYkursi tungguMR DIYMR DIY terdekatoutlet MR DIY
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

4 Barang dan Jasa yang Seharusnya Dijual MR DIY, Bisa Bikin Pelanggan Makin Loyal dan Pesaing Ketar-Ketir Mojok.co

4 Barang dan Jasa yang Seharusnya Dijual MR DIY, Bisa Bikin Pelanggan Makin Loyal dan Pesaing Ketar-Ketir

19 November 2025
Bawa Uang Rp100 Ribu, Bisa Beli Apa di MR DIY?

Bawa Uang Rp100 Ribu, Bisa Beli Apa di MR DIY?

20 Mei 2023
6 Barang MR DIY yang Bisa Dicoba Tanpa Membeli (Zarate 123 via Wikimedia Commons)

6 Barang MR DIY yang Bisa Dicoba Tanpa Membeli

12 Juli 2023
7 Barang yang Tidak Pernah Saya Sangka Bisa Dibeli di MR DIY

7 Barang yang Tidak Pernah Saya Sangka Bisa Dibeli di MR DIY, Salah Satunya Pakaian Hewan

8 Maret 2025
MR DIY Tempat Belanja yang Perlu Diwaspadai: Ini Ada, Itu Ada, Tiba-tiba Duit Habis Tak Bersisa

MR DIY Tempat Belanja yang Perlu Diwaspadai: Ini Ada, Itu Ada, Tiba-tiba Duit Habis Tak Bersisa

5 Maret 2025
10 Rekomendasi Barang MR DIY yang Berguna, Harganya Nggak Sampai Rp30 Ribu!

10 Rekomendasi Barang MR DIY yang Berguna, Harganya Nggak Sampai Rp30 Ribu!

13 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Situbondo, Tempat Tinggal Terbaik dan Kota Sederhana yang Saking Sederhananya, Nggak Ada Apa-apa di Sini

Potensi Besar, Hasil Dipertanyakan: 3 Alasan Warga Situbondo Wajib Kecewa dengan Daerahnya yang Gitu-gitu Aja

13 Juli 2026
Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI Mojok.co

Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI 

13 Juli 2026
Motor matic itu kutukan yang selalu rusak kalau saya punya uang (Unsplash)

Saya curiga, motor matic punya indra penciuman terhadap saldo rekening karena selalu rusak ketika saya punya uang

16 Juli 2026
Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak Mojok.co

Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak

15 Juli 2026
Ketika arah mata angin jadi masalah buat orang Jogja di Jakarta (Unsplash)

Sulitnya menjelaskan arah mata angin di Jakarta dari perspektif orang Jogja

11 Juli 2026
Trotoar Jalan Veteran Malang yang tak suantai sayang: trotoar tidak rata, penuh pkl, macetnya minta ampun!

Trotoar Jalan Veteran Malang yang tak suantai sayang: trotoar tidak rata, penuh pkl, macetnya minta ampun!

11 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.