Daripada Nggak Ada yang Muji, Mending Memuji Diri Sendiri – Terminal Mojok

Daripada Nggak Ada yang Muji, Mending Memuji Diri Sendiri

Artikel

Bagi saya pujian yang diberikan orang nggak bikin orang jadi sombong. Bahkan sebenarnya, pujian itu bisa membuat seseorang lebih bersyukur dan mengapresiasi hidup yang sedang dia jalani. Makanya saya pikir harusnya kita lebih membiasakan memberikan pujian daripada ngasih cercaan. Sayangnya kondisi yang berlaku sekarang tidak demikian hehe.

Gara-gara jarang dipuji, terkadang bikin kita pengin muji diri kita sendiri karena tahu kalau kita sudah bekerja keras dan pengin diapresiasi. Saya sering juga memuji diri saya sendiri khususnya kalau saya berhasil menyelesaikan tugas yang sulit. Saya bilang, “saya memang bisa diandalkan”. Kadang saya juga suka memuji diri saya ketika merasa penampilan saya lebih baik.

Yang menyebalkan, meskipun kita memuji diri sendiri—dan ini tentu saja tidak merugikan siapa-siapa—banyak orang di sekitar kita malah membantah pujian yang kita ucapkan. Mereka beranggapan kalau pujian kita itu adalah sebuah kehaluan. Ya mereka nggak benar-benar salah sih, kadang apa yang mereka bilang emang sesuai realita. Tapi ya… Kalau kalian nggak pengin memuji, ya udah nggak usah, tapi jangan merusak kebahagiaan orang yang suka memuji dirinya sendiri dong!

Lagian, saya memuji diri saya sendiri itu nggak butuh pengakuan dari kalian. Saya cuma senang saja misal ketika berjalan di mall, saya berpapasan dengan kaca dan melihat bayangan saya di pantulan kaca itu. Setelahnya saya akan berkata, “MashaAllah Ali Syakieb sekarang punya kembaran.” Ya nggak salah dong saya memuji diri saya mirip Ali Syakieb, orang kami sama-sama punya wajah blasteran Arab.

Baca Juga:  Menuai Hikmah Nyanyian Pujian di Masjid Kampung

Dan sudah bisa ditebak, teman di sebelah saya yang mendengarnya akan tertawa geli dan menyindir apa yang saya katakan. Mereka akan berkata, “Ali Syakieb seko endi? Iku mah ali syakiet!”.

Waktu itu saya kesal sih, tapi ya kembali lagi, pujian yang diberikan diri sendiri nggak membutuhkan pengakuan dari orang lain. Yang penting saya senang dan tidak merugikan teman saya tadi. Jadi, so what gitu lho!

Kalau kalian punya pengalaman yang sama dengan saya—nggak ada yang memuji, kalian harus coba deh sering-sering memuji diri kalian sendiri. Saya pribadi merasakan banyak manfaat dari kegiatan ini. Pertama, dengan memuji diri sendiri, kita akan bersyukur dengan apa yang sudah dianugerahkan oleh Tuhan kepada kita.

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, melalui pujian, kita akan terstimulus untuk merasa cukup dengan apa yang kita dapatkan. Hal ini tentunya akan berdampak pada sisi spiritual terhadap hubungan kita terhadap Tuhan. Membuat kita mengapresiasi keputusan yang sudah Tuhan tetapkan pada diri kita.

Kedua, pujian pada diri sendiri, dalam konteks positif bisa dibilang mampu meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Dalam menjalani kehidupan di mana orang suka pamer dan bikin kita minder, pujian bisa jadi senjata ampuh untuk tetep menjaga rasa percaya diri kita.

Ketiga, dengan memuji diri sendiri, kita bisa tetap fokus dengan tujuan yang ingin kita capai. Memuji diri sendiri menurut saya adalah cara paling jitu dalam menikmati proses untuk menggapai tujuan hidup. Ketika kita menikmati proses yang sedang dijalani, maka fokus kita akan bertambah untuk mencapai tujuan hidup.

Baca Juga:  Menjadi Teman Dekat Bukan Jaminan Menjadi Teman Curhat

Keempat dan yang terakhir adalah dengan memuji diri sendiri, kita paling tidak menghargai dan mengapresiasi diri sendiri. Bukankah dalam hidup kita perlu mengapresiasi kinerja dan jerih payah yang sudah dilakukan? Nah cara sederhana yang bisa dilakukan ya dengan memuji diri sendiri. Kalau kita saja tidak menghargai diri kita sendiri, ya sampai kapan pun, kita nggak akan merasa layak untuk dipuji. Saya pikir, memuji diri sendiri adalah bagian dari self love. Betul ~ tidak perlu belanja atau makan enak, pujian adalah self love yang gratis dan nggak ngehabisin tenaga!

BACA JUGA Kalau Ada Orang Bilang Wajah Saya Selera Bule, Itu Pujian Apa Hinaan ya? atau tulisan Muhamad Iqbal Haqiqi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.




Komentar

Comments are closed.